Apakah Hubungan Intim Juga Perlu Mendapatkan Jadwal Khusus?

DokterSehat.Com – Setelah menikah, tentu akan sangat wajar bagi suami istri untuk melakukan hubungan seksual dengan intens. Sayangnya, tidak semua orang merasa bahwa kehidupan seksualnya sudah cukup atau bahkan sudah bisa memuaskan dirinya. Padahal, seks adalah salah satu kunci utama dalam membuat keharmonisan pasangan tetap terjaga. Beberapa orang menyarankan agar hubungan seks dijadwal sehingga kedua belah pihak pun bisa mendapatkan kepuasan yang cukup dalam melakukan hubungan intim. Apakah hal ini akan baik bagi kehidupan pasangan?

doktersehat-pasangan-couple-pelumas-organ-vital-wanita

Salah seorang pakar seks bernama Vanessa Marin mengungkapkan jika penjadwalan hubungan seks ini bisa berimbas pada dua hal yang cukup berbeda bagi setiap pasangan. Bagi beberapa pasangan, jadwal berhubungan seks ini akan bisa membuat hubungan seks menjadi lebih intens dan memberikan kepuasan berlebih bagi kedua belah pihak, namun, ada juga pasangan yang menganggap penjadwalan ini sangatlah berlebihan dan bahkan bisa menjadi semacam tuntutan atau tekanan baru. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan atau kepuasan, banyak pasangan yang justru menganggap penjadwalan hubungan seks pada akhirnya hanya akan membuatnya menjadi semacam rutinitas atau kewajiban saja.

Melihat adanya fakta ini, Marin pun mulai menekankan pentingnya saling bersama bagi pasangan yang sudah menikah. Meskipun terlihat mudah, banyaknya kesibukan setiap pasangan ternyata bisa membuat pasangan modern kini kesulitan untuk mendapatkan waktu untuk berhubungan intim, bahkan untuk 20-30 menit lamanya. Padahal, jika kedua belah pasangan mau berbincang-bincang bersama, atau sekadar mematikan televisi hingga 20 menit untuk memberikan waktu bersama, maka hubungan seks bisa dilakukan dengan intens dan memuaskan.

Ingatlah bahwa sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan seks setiap hari tidak serta merta lebih bahagia ataupun lebih puas dari mereka yang melakukannya satu kali seminggu saja. Hal ini berarti, utamakanlah kehangatan dan kenyamanan dengan pasangan, alih-alih memperhatikan seringnya berhubungan seks.