Apakah Hamil Diluar Kandungan Itu?

DokterSehat.Com – Hamil diluar kandungan dapat terjadi ketika telur yang sudah dibuahi menempel tidak pada tempatnya (rahim). Tempat yang paling sering menjadi tempat penempelan yang tidak seharusnya adalah saluran tuba falopi, selain itu ada beberapa tempat lainnya yang juga bisa menajdi  tempat penempelan meskipun jarang, yaitu abdomen (perut), ovarium, ataupun mulut rahim. Ketika terjadi kehamilan diluar kandungan, bayi tidak akan berkembang menjadi bayi yang sehat, karena jaringan selain rahim tidak akan memberikan asupan darah dan asupan lainnya yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dalam kehamilan.

3772299903_dfa211fb02_o

Semua kehamilan diluar kandungan sangat berisiko untuk terjadinya perdarahan, apabila kehamilan terjadi di saluran tuba maka saluran tersebut bisa pecah karena tidak mampu menampung bayi yang bertumbuh membesar di saluran tersebut. Pecahnya saluran tuba merupakan suatu kondisi yang gawat darurat dan membutuhkan operasi segera untuk mengeluarkan bayi dan saluran tuba yang pecah. Gejala yang sering timbul ketika ada kehamilan diluar kandungan adalah nyeri hebat di bagian perut dan pinggang, badan terasa sangat lemah karena adanya perdarahan di dalam perut.

Ada beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya kehamilan diluar kandungan:

  1. Adanya infeksi atau proses peradangan di dalam saluran tuba
  2. Bentuk saluran tuba yang tidak normal
  3. Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  4. Riwayat operasi daerah pinggang atau operasi pada saluran tuba falopi
  5. Riwayat operasi caesar (ini meningkatkan risiko hamil diluar kandungan selain di tuba falopi)
  6. Penyakit radang panggul
  7. Endometriosis (pertumbuhan endometrium / lapisan rahim yang tidak pada tempatnya sering ditandai dengan gejala berupa nyeri hebat ketika haid)
  8. Menurut beberapa penelitian, wanita yang merokok juga merupakan faktor

Pencegahan Kehamilan Diluar Kandungan
Sebagian besar faktor risiko terjadinya kehamilan diluar kandungan tidak dapat dicegah , tetapi ada juga yang dapat dicegah yaitu infeksi pada organ panggul dan juga merokok. Infeksi pada organ panggul yang tersering diakibatkan oleh penyakit menular seksual , sehingga pemberian antibiotik sangat penting dan berguan untuk mengobati infeksi tersebut. Berhenti merokok juga akan mengurangi risiko terjadinya kehamilan diluar kandungan.