Apakah Diabetes Mellitus Tipe 2?

DokterSehat.Com– Type 2 diabetes disebut juga NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) yang artinya diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Type 2 diabetes ini terjadi karena adanya gangguan pengiriman gula ke sel tubuh akibat produksi pankreas yang tidak mencukupi atau sel lemak dan otot tubuh menjadi retensi terhadap insulin.

doktersehat-diabetes-gula-penyakit

Siapa saja pengidap type 2 diabetes?
Hampir semua pengidap diabetes merupakan pengidap type 2 diabetes. Berikut ini beberapa orang yang rentan terkena type 2 diabetes.

  • Orang dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun. Hal ini disebabkan pada usia tersebut produksi insulin pada pankreas cenderung menurun akibat faktor usia. Jika pada usia tersebut salah dalam memilih pola makan, maka dapat berakibat kelebihan kadar gula karena jumlah insulin yang diproduksi tubuh tidak sebanding dengan jumlah makanan yang masuk.
  • Orang yang kelebihan berat badan (obesitas). Berdasarkan hasil sebuah survey dikatakan bahwa sekitar 80%-90% penderita type 2 diabetes adalah mereka yang kelebihan berat badan (obesitas). Jadi pada type 2 diabetes ini penyebabnya bukan karena makan yang manis-manis melainkan karena jumlah konsumsi yang berlebihan sehingga cadangan gula darah di dalam tubuh menumpuk. Jika kita menilik lebih jauh, pada umumnya jumlah konsumsi makan yang berlebihan disebabkan karena pergeseran gaya hidup yang serba enak tanpa memperhatikan gizi yang seimbang dan diimbangi olahraga secara teratur.
  • Perubahan perilaku gaya hidup. Orang yang kaya biasanya memiliki kebiasaan hidup kurang gerak karena semua dikerjakan oleh pembantu-pembantunya. Bahkan naik mobil saja sudah disediakan sopir pribadi yang akan menemani mereka pergi. Akibatnya tubuh mereka kurang gerak, metabolisme tubuhnya menjadi lambat, yang pada akhirnya terjadilah kegemukan dan penumpukan gula darah di dalam tubuh.

Satu hal yang perlu diwaspadai dalam type 2 diabetes ini adalah lengahnya kesadaran orang tentang type 2 diabetes ini. Masih banyak orang pengidap type 2 diabetes ini tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah mengidap diabetes. Hal ini disebabkan karena timbulnya gejala type 2 diabetes muncul secara perlahan.

Biasanya mereka baru mengetahui mengidap type 2 diabetes setelah melakukan medical checkup di klinik kesehatan. Hasil tes urine atau tes darah menunjukkan adanya kadar glukosa tinggi dalam darah atau urine. Oleh karena itu, sebaiknya menjelang usia 40 tahun kita lakukanlah medical chek up secara menyeluruh agar penyakit yang ada di tubuh kita dapat terdeteksi secara dini walaupun kondisi tubuh kita dalam keadaan sehat.

Cara mendiagnosis type 2 diabetes
Diagnosis diabetes diperlukan untuk memastikan status diabetes yang Anda derita. Melalui tes laboratorium, hasil yang diperoleh akan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Biasanya dokter dalam memberikan terapi pengobatan menggunakan hasil diagnosis laboratorium sebagai dasar pengambilan keputusan. Ada beberapa cara mendiagnosis diabetes tipe 2, yaitu:

  • Tes urine untuk mengetahui kadar gula di dalam urine. Jika hasil tes urine diperoleh warna merah bata, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut positif mengidap diabetes karena pada urinnya terdapat glukosa.
  • Tes Darah dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula dalam darah. Jika hasil yang ditunjukkan diperoleh kadar gula dalam darah 2 jam sesudah makan lebih dari 200 mg% maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut menderita diabetes karena memiliki kadar gula darah yang melebihi batas ambang normal.
Baca Juga:  Seputar Baby Blue Sindrom

Cara pencegahan type 2 diabetes
Type 2 diabetes sebenarnya dapat kita cegah yaitu dengan cara menjaga konsumsi makan agar tidak berlebihan sehingga tidak menimbulkan tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, Anda dapat mencegah datangnya type 2 diabetes dalam tubuh Anda yaitu dengan cara:

  • Diet menurunkan berat badan, jika Anda mengalami kelebihan berat badan. Melalui pengaturan pola makan yang tepat akan terhindar dari kelebihan kadar gula dalam darah.
  • Melakukan olahraga secara rutin selama 15-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu. Adapun olahraga yang dianjurkan yaitu : jalan kaki, renang, senam dan bersepeda. Selain mencegah kegemukan, olahraga juga dipercaya dapat membakar gula dalam darah sehingga dapat mencegah penumpukan gula dalam darah.
  • Kurangi konsumsi gula, serta hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula seperti soft drink, permen, es krim, roti manis dan lain sebagainya. Dengan mengurangi konsumsi gula, beban kerja pankreas dalam memproduksi insulin menjadi lebih ringan.
  • Sebaiknya mendekati usia 40 tahun, Anda periksakan kadar gula darah Anda secara teratur terutama jika keluarga Anda ada silsilah keluarga menderita diabetes. Dengan memeriksakan secara dini diharapkan jika terdeteksi gejala diabetes dapat segera tertangani dengan baik.
  • Bagi ibu hamil yang menderita diabetes, disarankan untuk melakukan perawatan prenatal dini secara teratur agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan si bayi. Dengan mengetahui faktor risiko diabetes kehamilan dan melakukan tes screening prenatal pada usia 24 – 28 minggu kehamilan akan membantu mendeteksi diabetes gestational secara dini. Diabetes gestational sendiri merupakan komplikasi diabetes pada saat kehamilan yang dapat mengakibatkan kelahiran cacat pada bayi khususnya pada jantung dan tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio.