Apakah Bayi Bisa Terkena Konstipasi?

DokterSehat.Com – Tidak hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami masalah sembelit yang tentu kurang baik bagi tubuhnya. Memang, bayi pada usia kurang dari setengah tahun masih memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna sehingga bisa buang air besar dalam frekuensi yang sangat jarang. Hanya saja, bayi bisa diketahui mengalami sembelit jika frekuensi buang air besarnya tidak sesuai dengan frekuensi yang normal, bentuk tinjanya cenderung lebih keras, dan sang bayi sendiri mengalami kesakitan saat buang air besar, maka bayi bisa saja terkena masalah konstipasi. Sering kali bayi akan sangat rewel atau bahkan menangis saat buang air besar jika kotorannya keras. Apa yang menyebabkan masalah konstipasi pada bayi ini?

doktersehat-organ-genital-gatal-penyakit

Banyak ibu yang tidak bisa menyusui anaknya dengan ASI setiap saat karena kebutuhan karir sehingga memberikan susu formula sebagai penggantinya. Susu formula diklaim bisa memberikan nilai gizi yang diperlukan pada bayi, namun, tetap saja ASI memiliki kualitas yang lebih baik daripada susu formula. Pemberian susu formula sering kali berimbas pada masalah konstipasi pada bayi. Andaipun anda terpaksa untuk memilih susu formula, maka anda harus mengecek kandungan susu tersebut dengan teliti sehingga tidak bisa membuat konstipasi pada saluran pencernaan buah hati.

Setelah dianggap cukup umur, bayi tentu mulai diberi makanan yang lebih padat jika dibandingkan dengan ASI. Saluran pencernaan bayi bisa saja kaget dengan kepadatan makanan yang berbeda sehingga menimbulkan konstipasi. Jangan paksakan makanan yang memiliki kandungan serat rendah pada bayi sebagai makanan pertama selain ASI karena bisa membuat resiko mendapatkan konstipasi menjadi lebih tinggi. Selain itu, jika sang bayi kurang mendapatkan asupan ASI atau minuman, maka konstipasi pun akan jauh lebih mudah muncul pada sang buah hati.

Baca Juga:  Sudah Jalani Hidup Sehat, Masih Bisa Kena Kanker

Jika anak anda diketahui mengalami konstipasi, maka anak sebaiknya diajak untuk lebih aktif sehingga kotoran pun akan lebih mudah terdorong ke luar usus. Bayi yang rajin merangkak atau bermain dengan bergerak kesana kemari akan memudahkan buang air besar. Jika diperlukan, kita bisa melakukan pemijatan pada bagian bawah perut bayi agar perut terasa rileks. Selain itu, pemijatan juga bisa dilakukan saat bayi sedang dimandikan dengan air hangat sehingga saluran pencernaan pun menjadi lebih rileks dan mudah melakukan buang air besar. Hanya saja, anda tentu harus menimbang asupan apa yang dikonsumsi oleh bayi agar masalah konstipasi tidak lagi terulang. Susu formula yang kurang baik bisa diganti dengan merek atau jenis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan sanga nak. Selain itu, jangan paksakan bayi untuk terus mengkonsumsi makanan berat dan cobalah makanan yang kaya serat namun dengan porsi yang sedikit agar saluran pencernaan bayi tidak bekerja terlalu berat.