Apakah Anda Menderita Diebetes?

DokterSehat.Com – Diabetes merupakan yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin. Normalnya, pankreas (organ yang terletak di belakang lambung) melepaskan insulin untuk membantu tubuh dalam menyimpan dan menggunakan gula dan lemak yang berasal dari makanan. Diabetes muncul jika terjadi salah satu atau beberapa hal berikut ini.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

  • Pankreas tidak dapat menghasilkan insulin
  • Insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi kebutuhan insulin tubuh
  • Sel-sel tubuh tidak memberikan respon terhadap insulin, disebut juga resistensi insulin

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup. Tidak ada obat untuk diabetes. Orang-orang dengan diabetes harus mengendalikan penyakitnya agar dapat hidup sehat.

Peran insulin pada diabetes

Untuk dapat memahami peran insulin dalam terjadinya diabetes, perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana cara tubuh mengolah makanan menjadi energi. Tubuh terbentuk dari berjuta-juta sel. Untuk membuat energi, sel-sel ini memerlukan makanan dalam bentuk yang paling sederhana. Ketika kita makan, makanan dipecah menjadi gula sederhana yang disebut glukosa. Kemudian, glukosa diangkut melalui aliran darah ke sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Jumlah glukosa dalam darah diatur secara ketat oleh hormon insulin. Insulin dilepaskan sedikit demi sedikit oleh pankreas. Saat glukosa dalam darah meningkat, pankreas akan menghasilkan lebih banyak insulin agar lebih banyak glukosa yang masuk ke dalam sel. Hal ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah menurun.

Untuk menjaga agar kadar glukosa dalam darah tidak terlalu rendah (hipoglikemia), tubuh akan memberi sinyal untuk makan serta melepaskan glukosa yang tersimpan dalam organ hati.

Orang-orang dengan diabetes tidak bisa menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau sel-sel tubuhnya resisten terhadap insulin, mengakibatkan tingginya kadar gula dalam darah. Secara definisi, diabetes adalah kadar glukosa darah 126 mg/dL atau lebih setelah puasa selama minimal 8 jam.

Apa sajakah faktor risiko diabetes?

Diabetes tipe 1 biasanya muncul pada masa kanak-kanak. Beberapa hal yang dapat menyebabkan diabetes tipe 1 antara lain:

  • Riwayat keluarga yang mengalami diabetes tipe 1, misalnya ayah, ibu, kakak, atau adik.
  • Penyakit pada pankreas, sehingga menghambat produksi insulin.
  • Infeksi atau penyakit berat lainnya.

Diabetes tipe 2 biasanya muncul pada orang dewasa, tetapi bukan tidak mungkin ditemukan pada masa anak-anak. Hal-hal yang dapat menjadi faktor risiko di antaranya adalah:

  • Obesitas atau kegemukan
  • Gangguan toleransi glukosa
  • Resistensi insulin
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar HDL (lemak baik) rendah
  • Diabetes gestasional
  • Gaya hidup sedenter atau kurang olahraga
  • Riwayat keluarga dengan diabetes
  • Sindroma polikistik ovarium
  • Usia di atas 45 tahun

Gejala awal diabetes

Bagaimana kita bisa tahu apakah kita menderita diabetes atai tidak? Gejala-gejala awal biasanya muncul akibat tingginya kadar glukosa dalam darah. Gejala-gejala ini kadangkala sangat samar sehingga seseorang tidak menyadari bahwa dirinya menderita diabetes sampai diabetes ini telah menimbulkan komplikasi yang berat. Hal ini biasanya terjadi pada diabetes tipe 2. Sedangkan pada diabetes tipe 1, gejala biasanya muncul secara cepat dan jauh lebih berat.

Gejala-gejala yang umumnya muncul baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2 antara lain sebagai berikut:

  • Mudah lapar dan mudah lelah. Tubuh mengubah makanan menjadi glukosa yang kemudian akan diubah menjadi energi oleh sel. Sel membutuhkan insulin agar glukosa dapat masuk ke dalamnya. Jika tubuh kekurangan insulin atau telah terjadi resistensi, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tidak bisa diubah menjadi energi. Hal ini akan membuat seseorang merasa mudah lapar dan mudah lelah.
  • Sering buang air kecil dan cepat haus. Rata-rata seseorang buang air kecil empat sampai tujuh kali dalam 24 jam, tetapi pada orang dengan diabetes bisa lebih banyak dari itu. Mengapa? Normalnya tubuh menyerap kembali glukosa yang telah melewati ginjal. Namun, karena glukosa dalam darah tinggi, bukannya menyerap kembali, tubuh malah berusaha membuang glukosa melalui air kemih sehingga akan terbentuk lebih banyak air kemih yang harus dibuang. Karena terus-menerus buang air kecil, kita akan lebih cepat merasa haus. Dan semakin banyak minum, akan semakin banyak juga kita buang air kecil.
  • Mulut kering dan kulit gatal. Karena cairan tubuh banyak terbuang melalui saluran kemih, kulit kehilangan kelembapannya. Kulit yang kering akan terasa gatal. Mulut juga akan terasa kering karena dehidrasi.
  • Penglihatan kabur. Terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan lensa menjadi bengkak sehingga tidak dapat memfokuskan cahaya dengan baik.
Baca Juga:  Gejala Alergi Telur dari yang Ringan Sampai Terparah

Selain gejala-gejala awal seperti yang telah disebutkan di atas, muncul juga gejala yang muncul sebagai akibat dari tingginya kadar gula darah yang sudah terlalu lama, misalnya:

  • Infeksi jamur. Jamur sangat senang dengan gula. Tingginya kadar gula akan menyebabkan jamur tumbuh subur. Infeksi biasanya timbul di lipatan-lipatan kulit yang lembab dan hangat, seperti di sela-sela jari, di lipatan payudara, atau di daerah kemaluan.
  • Luka yang sukar sembuh. Tingginya kadar glukosa dalam darah akan mengganggu aliran darah sehingga akan menghambat penyembuhan luka.
  • Nyeri atau kebas di kaki. Hal ini terjadi karena kerusakan serabut saraf tepi.

Pada diabetes tipe 1, seringkali muncul gejala seperti penurunan berat badan tanpa sebab serta mual dan muntah. Jika tubuh tidak bisa mendapatkan energi dari makanan, tubuh akan memecah energi yang tersimpan di jaringan otot dan lemak sehingga berat badan akan menurun meskipun makanan yang dikonsumsi cukup. Pemecahan lemak menjadi energi menghasilkan produk sampingan yang disebut benda keton, yang seringkali membuat perut terasa mual.

Kapan kita harus menghubungi dokter?

Jika usia sudah di atas 45 tahun dan memiliki risiko diabetes, tidak ada salahnya untuk menjalani pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi diabetes secara lebih dini sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

Secara umum, disarankan untuk menghubgi dokter bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Mual, lemas, dan cepat haus
  • Sering buang air kecil
  • Sesak napas
  • Bau napas seperti buah-buahan (tanda adanya benda keton yang tinggi)

Komplikasi

Diabetes melitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada hampir seluruh organ tubuh. Di antaranya adalah:

  • Penyakit jantung. Merupakan komplikasi yang paling sering dari diabetes melitus. Gejalanya bisa berupa nyeri dada atau sesak napas. Bila muncul gejala ini, segera hubungi dokter.
  • Gejala stroke meliputi: kelemahan anggota gerak (tangan dan/atau kaki) yang mendadak; rasa kebas di wajah, tangan, atau kaki mendadak; sulit bicara (pelo) mendadak; sulit melihat mendadak; pusing berputar mendadak; dan sebagainya. Jika muncul salah satu gejala tersebut, segera hubungi dokter.
  • Penyakit ginjal (nefropati diabetika). Gejalanya awal biasanya berupa buang air kecil sedikit walaupun cukup minum. Bila muncul gejala, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap serta pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi ginjal.
  • Kerusakan serabut saraf (neuropati diabetika). Gejalanya antara lain rasa kebas, panas, atau nyeri di tangan atau kaki. Jika muncul gejala seperti ini, segera hubungi dokter.
  • Kerusakan mata (retinopati diabetika). Gejalanya biasanya berupa penglihatan kabur yang semakin lama semakin berat. Bila penglihatan mulai kabur, segera hubungi dokter sebelum terlambat, karena penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.
  • Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengatur gerakan lambung sehingga pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Gejalanya bisa berupa mual dan/atau muntah. Penyakit ini dapat dihindari dengan pola makan yang teratur, dengan porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Disfungsi ereksi. Konsultasikan dengan dokter bila muncul gejala ini.
  • Masalah kulit. Pada diabetes, kulit menjadi kering. Kulit kering ini sebaiknya tidak digaruk agar tidak terjadi infeksi karena bila timbul infeksi akan lebih sulit untuk sembuh.
  • Tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Infeksi terutama terjadi di saluran kemih, rongga mulut, kaki, dan kulit. Bila terjadi infeksi, harus segera diobati agar tidak menyebar ke tempat lain.