Apa Yang Terjadi Jika Kita Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji?

DokterSehat.Com – Terdapat sebuah fakta sosial yang cukup menarik dimana sebagian besar masyarakat menganggap bahwa makanan cepat saji adalah makanan yang cukup mewah untuk didapatkan sehingga banyak orang yang justru penasaran untuk mengkonsumsinya. Memang, makanan cepat saji cenderung memiliki rasa yang enak sehingga banyak orang yang ketagihan untuk mengkonsumsinya. Namun, sudah menjadi rahasia umum jika makanan cepat saji bisa menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh. Apa sajakah yang kita dapatkan jika kita mengkonsumsi makanan cepat saji?

doktersehat-makanan-ketagihan-kalori-junk-food

Makanan cepat saji sangatlah identik dengan nutrisi yang rendah namun berkalori tinggi. Hal ini berarti, jika kita sering mengkonsumsi makanan cepat saji maka kita akan mendapatkan rasa kenyang, namun tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Tubuh kita pun hanya akan mengkonsumsi karbohidrat dan lemak yang berlebihan sehingga kita pun mengalami masalah kurang gizi. Disamping itu, masalah obesitas pun mengancam kesehatan tubuh kita. Lemak tidak sehat dari makanan gorengan dan juga jumlah karbohidrat yang besar tentu akan membuat tubuh kita menjadi semakin menggemuk dan tidak sehat.

Makanan cepat saji sangatlah minim dengan serat sehingga anda tentu akan mengalami gangguan pencernaan dan susah buang air besar. Kayanya kandungan sodium pada makanan ini juga cenderung membuat perut terasa kembung dan begah yang tentu saja akan sangat tidak nyaman. Disamping area perut, area gigi juga beresiko mengalami kerusakan karena kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi akan memancing banyak bakteri masuk dan merusak email gigi.

Banyak mengkonsumsi makanan cepat saji akan membawa kita ke penyakit kardiovaskular, diabetes, dan bahkan gangguan pernafasan. Bagaimana tidak, makanan yang memiliki kandungan kalori berlebihan tentu akan memicu naiknya kadar gula darah dan menyebabkan penyakit diabetes. Kandungan lemak jenuh pada makanan ini juga membuat kolesterol jahat dalam darah semakin melonjak dan membuat resiko mendapatkan penyakit stroke dan jantung menjadi semakin besar. Disamping itu, masalah obesitas tentu dapat membuat organ pernafasan bekerja dengan berat sehingga kita pun bisa mengalami kesulitan pernafasan, asma, atau bahkan sleep apnea.