Apa yang Terjadi Jika Bayi Sebelum Enam Bulan Diberi Asupan ASI dan Susu Formula Secara Bergantian?

DokterSehat.Com – Kadangkala ibu yang menyusui mengalami kesulitan untuk memproduksi ASI sehingga pada akhirnya juga memakai susu formula sebagai minuman pendamping saat ASI susah untuk keluar. Namun, melihat adanya anjuran dari berbagai pakar kesehatan yang menyebutkan jika sebaiknya memang ibu hamil memberikan ASI secara eksklusif tanpa adanya tambahan bahan makanan lainnya, apakah aman jika bayi yang berusia kurang dari enam bulan mendapatkan asupan ASI dan susu formula secara bergantian?

doktersehat-asi-ibu-menyusui

Pakar kesehatan dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC dari RS Permata Depok menyebutkan jika pakar kesehatan memang sangat menganjurkan ASI eksklusif pada saat usia enam bulan pertama bayi dan baru diperbolehkan mendapatkan makanan pendamping ASI atai MPASI setelah melalui usia tersebut. ASI sendiri bisa dilanjutkan hingga usianya dua tahun. Menurut beliau, andai kita memberikan susu formula pada bayi, maka anak dan ibu akan mendapatkan banyak sekali kerugian secara kesehatan.

Dr. Asti menyebutkan jika memberikan susu formula pada bayi akan meningkatkan resiko bayi untuk terkena alergi, asma, hingga infeksi pada saluran pernafasan atau bahkan di telinga. Selain itu, bayi juga akan beresiko tinggi terkena gangguan pada saluran pencernaan, pembuluh darah, jantung, hingga terkena penyakit diabetes, kanker, obesitas, hingga kematian bayi mendadak. Perkembangan bayi, baik itu pada tulang dan gigi, IQ, perilaku, hingga perkembangan kognitif juga dikhawatirkan akan terganggu.

Selain itu, ibu yang tidak menyusui juga beresiko tinggi terkena diabetes, obesitas, hingga gangguan kardiovaskular layaknya hipertensi. Selain itu, Ia juga beresiko mengalami osteoporosis hingga berbagai macam kanker yang berbahaya.

Alih-alih memutuskan untuk memakai susu formula, ada baiknya ibu berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu agar bisa memperbaiki produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Dengan selalu memberikan asupan ASI pada bayi, maka perkembangan tubuh bayi bisa semakin membaik dan baik ibu maupun bayi pun akan semakin menurunkan resiko terkena berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.