Apa yang Terjadi Jika Bayi Langsung Diberi Makan Nasi?

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan selalu menyarankan orang tua yang baru memiliki bayi untuk memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan usia pertamanya dan baru memberikan makanan pendamping ASI setelahnya. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang langsung memberikan makanan berat pada bayinya di usia yang sangat muda seperti yang terjadi di Pelalawan, Riau. Memang, bayi di daerah tersebut hanya diberikan nasi sesekali saja untuk keperluan ritual tertentu. Selain itu, nasi yang diberikan pada bayi juga telah dikunyah terlebih dahulu agar menjadi lebih lembut. Namun, sebenarnya, apa yang terjadi pada bayi jika langsung mengkonsumsi nasi?

bayi_makan_doktersehat

Menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Endit Romo Pratiknyo, tak hanya memakan nasi, bayi juga akan mengkonsumsi air tajin yang digunakan saat menanak nasi tersebut. Tujuan dari pemberian nasi ini sendiri untuk keberkahan bayi. Tak hanya itu, masyarakat setempat juga selalu memberikan kunyit pada bekas potongan tali pusar bayi. Kunyit yang telah ditumbuk atau dikunyah oleh dukun bayi hingga halus ini kemudian diletakkan pada pusar bayi. Masyarakat yakin bahwa kunyit ini bisa berfungsi sebagai antiseptik yang bisa membuat bekas potongan pusar ini lebih cepat kering.

Menurut pakar kesehatan, pemberian makanan padat pada bayi sebelum usianya mencapai 6 bulan ternyata bisa memberikan reaksi kurang baik bagi kesehatan bayi. Meskipun makanan ini telah dikunyah hingga lembut, tetap saja makanan ini tidak bisa dicerna dengan baik dan akan memicu beberapa jenis penyakit layaknya diare, sembelit, atau bahkan meningkatnya produksi gas pada perut bayi. Pakar kesehatan anak dr. Meta Hanindita bahkan menyebutkan bahwa pemberian makanan padat pada bayi berusia kurang dari 6 bulan bisa jadi menyebabkan invaginasi atau intususepsi yang membuat bagian usus bisa memasuki bagian usus lainnya dan hal ini tentu tidak bisa disepelekan begitu saja.

Baca Juga:  Metode BLW Bagi Bayi Ternyata Tidak Disarankan Oleh Dokter

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita hanya memberikan ASI pada bayi hingga usianya mencapai 6 bulan dan barulah kita memberikan makanan pendamping ASI setelahnya. Itupun kita tidak bisa sembarangan memberikan makanan padat karena bisa saja memicu masalah kesehatan pada bayi.