Apa Sajakah Penyebab dan Gejala Eksim (Dermatitis Atopik)?

DokterSehat.Com – Apa itu eksim? Eksim merupakan salah satu bentuk dermatitis (peradangan pada kulit). Gambaran awalnya pada kulit berupa vesikel atau plenting-plenting kecil berisi cairan jernih dengan dasar yang kemerahan. Vesikel atau plenting-plenting ini dapat pecah sehingga cairan yang berada di dalamnya keluar dan mengering di permukaan kulit. Sebagian orang mengenal eksim sebagai dermatitis atopik.

shutterstock_284585363 copy

Apa penyebab eksim?

Umumnya, dermatitis atopik disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang-orang dengan eksim cenderung memiliki kadar imunoglobulin E (IgE) yang tinggi di dalam darahnya. Penyakit kulit ini bukan disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini bersifat kambuh-kambuhan dan dapat dipicu oleh hal-hal berikut.

  • Kondisi kulit yang terlalu kering
  • Sabun, deterjen, dan bahan rumah tangga lain
  • Lotion kulit
  • Bahan pakaian yang tidak tepat
  • Berkeringat berlebihan
  • Bakteri Staphylococcus, yang secara normal ada di permukaan kulit

Apa tanda dan gejala eksim?

Biasanya, gejala yang pertama kali muncul adalah rasa gatal yang dapat memberat hingga mengganggu aktivitas. Kemudian, muncul ruam kemerahan yang kasar. Ruam tersebut dapat terasa gatal atau panas. Jika digaruk, akan melepuh dan mengering di permukaan kulit. Pada dewasa, jika digaruk, dapat terjadi penebalan kulit. Meskipun ruam ini dapat ditemukan di seluruh tubuh, pada dewasa paling sering muncul di leher, lipatan siku, dan lipatan lutut. Pada bayi, ruam biasanya muncul di badan dan wajah.

Bagaimanakan cara penatalaksanaan eksim di rumah?

  • Cara yang paling mudah dan paling efektif adalah dengan menghilangkan penyebab alergi, misalnya dengan mengganti sabun yang dipakai atau mengganti pakaian yang dikenakan.
  • Jagalah kelembapan kulit dengan cara membasahi dengan air suam-suam kuku secara teratur atau menggunakan lotion pelembap kulit.
  • Jangan mengenakan pakaian ketat atau berbahan kasar.
  • Bila gatal, sebaiknya jangan digaruk. Bagian yang gatal dapat diolesi dengan pelembap untuk mengurangi rasa gatal.
  • Hindari olahraga berlebihan pada saat sedang kambuh, karena keringat berlebihan dapat memicu timbulnya gatal.
  • Hindari stres emosional.
  • Jagalah daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup.
  • Dapat juga menggunakan obat-obat antiinflamasi yang dijual bebas, misalnya krim kortikosteroid (contoh: hidrokortison 1%) atau tablet diphenhydramine (hati-hati efek samping mengantuk).
Baca Juga:  Manfaat Lari Pagi Untuk Kesehatan

Kapan kita harus menghubungi dokter?

  • Jika ruam dan gatal tidak membaik dengan penggunaan krim kortikosteroid dua kali sehari
  • Jika gejala dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Jika kulit mengalami luka (misalnya karena terus menerus digaruk) sehingga menimbulkan infeksi kulit (gejala infeksi antara lain: tampak semakin merah, nyeri, atau muncul benjolan yang mengeluarkan nanah)
  • Penderita dengan penyakit tertentu, misalnya diabetes, AIDS, lansia, atau sedang menjalani kemoterapi

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari: Emedicinehealth Web