Apa Saja Kandungan Coca Cola?

Coca Cola merupakan brand minuman terkenal di dunia. Sayangnya, sering kali beredar kabar buruk mengenai bahan pembuatan minuman ini. Kabarnya, coca cola mampu melarutkan karat, logam, dan bahan lainnya. Lalu bagaimana jika minuman tersebut masuk ke perut kita? Sampai sekarang kabar ini belum bisa dipastikan kebenarannya.



Untuk menjawab kesimpangsiuran kabar ini sebaiknya perusahaan Coca Cola berani mengungkapkan bahan apa saja yang digunakan dalam produk minuman terkenalnya. Selama tiga tahunan muncul anggapan bahwa soda dalam minuman terkenal ini dicampur dengan bahan pewarna makanan yang terbuat dari serangga. Menurut Direktur Yayasan St Nicholas (organisasi Sekuler dari Turki) mengklaim bahwa Coca Cola berdasarkan keputusan pengadilan manyatakan bahan tradisional pembuat minuman dirahasiakan. Bahkan kabarnya di perusahaan kompetitif, Pepsi, hanya ada dua orang yang mengetahui bahan pembuat minuman tersebut. Dimana masing-masing orang hanya mengetahui setengah dari rahasia ini.

Semua itu sebenarnya hanya rumor belaka, tidak ada yang dirahasiakan dalam minuman ini. Sekarang, peralatan modrn untuk menganalisis fisik dan zat kimia bisa mengungkapkan secara rinci bahan apa saja yang terkandung dalam minuman atau makanan. Tapi, tetap saja informasi yang didapat hanya kandungan zat pokok saja, bukan semua bahan pembuatannya.

Di label minuman yang banyak digemari remaja ini, dapat diketahui bahwa Coca Cola mengandung gula, asam fosfat, kafein, karamel, asam karbonat, dan beberapa ekstrak. Beberapa ekstrak inilah yang dapat menimbulkan kecurigaan penuntut yang mengklaim tentang perlindungan hak-hak konsumen pada hukum Turki. Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa konsumen mempunyai hak untuk tahu apa saja yang terkandung dalam produk yang digunakan.

Karena itulah perusahaan harus mengungkapkan rahasia mereka. Ekstrak Coca Cola terdiri dari  beberapa minyak tumbuhan eksotis, mengandung pewarna alami zat carmine yang diperoleh dari serangga cochineal yang sudah dikeringkan. Serangga ini hidup di Armenia, Azerbaijan, Polandia dan Meksiko. Namun konsumen tidak perlu khawatir, Cochineal benar-benar tidak berbahaya dan sudah digunakan sebagai pewarna tekstil sejak zaman Alkitab. Hal ini juga digunakan dalam industri makanan lebih dari 100 tahun. Tidak hanya soda carmine juga digunakan untuk mewarnai kembang gula dan beberapa produk susu. Untuk mendapatkan 1 gram carmine membutuhkan massa serangga dan sudah mulai “hijau”.

Baca Juga:  Anak Terkena Flek Paru-paru Apakah Bisa Menular?

Beberapa sumber menegaskan bahwa carmine benar-benar aman dan digunakan dalam banyak produk, sumber lain mengatakan bahwa carmine berbahaya hanya untuk orang-orang dengan alergi. Sementara para vegetarian yang mengkonsumsi minuman tersebut menyatakan bahwa kandungan carmine yang notabene produk hewani bertentangan dengan makanan mereka. Untuk itu sebaiknya perusahaan harus menunjukkan kandungan zat carmine di botol.

Sumber: holodilnik.hubpages.com