Apa Perbedaan Dari Kemoterapi dan Radiasi Dalam Mengobati Kanker?

DokterSehat.Com – Bagi mereka yang menderita penyakit kanker dan ingin segera melakukan pengobatan, tentu cukup akrab dengan kemoterapi atau radiasi. Bagi mereka yang awam dengan kedua jenis pengobatan tersebut, banyak yang menganggapnya sebagai hal yang sama. Padahal, kedua jenis pengobatan ini ternyata cukup berbeda. Sebenarnya, apa perbedaan dari kemoterapi dan radiasi ini?



Menurut pakar kesehatan Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG(K) yang merupakan Ketua Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia, kemoterapi dan radiasi memang sama-sama bisa dilakukan untuk mengobati kanker. Namun, ada perbedaan mendasar pada kedua terapi ini. Kemoterapi sendiri ternyata menggunakan zat kimia yang bisa melawan kanker. Sementara itu, radiasi ini ternyata dilakukan dengan cara penyinaran yang bisa menghancurkan jaringan kanker.

Kemoterapi bisa menghentikan atau membuat pertumbuhan sel kanker menjadi lebih lambat sehingga tidak akan berkembang atau membelah diri dengan cepat. Sayangnya, kemoterapi ini juga bisa menyerang sel-sel tubuh yang sehat sehingga bisa memberikan efek samping layaknya rambut yang rontok, kehilangan nafsu makan, mual-mual, muntah, atau sesak nafas. Hal ini disebabkan oleh kemoterapi yang ternyata tidak mampu membedakan sel kanker dan juga sel sehat yang memang sama-sama berkembang. Meskipun begitu, kemoterapi masih dianggap sebagai salah satu teknik yang cukup efektif untuk mengatasi kanker.

Berbeda dengan kemoterapi, radiasi dilakukan dengan cara menyinari bagian tubuh yang terkena kanker dengan sinar radioaktif dan tidak menggunakan bahan kimia. Sinar radioaktif ini mampu menghancurkan berbagai sel-sel kanker namun tidak menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat. Selain itu, radiasi ini juga hanya akan menargetkan bagian tubuh yang lebih spesifik, yakni bagian yang hanya terkena kanker saja.

Lantas, apakah salah satu dari terapi ini lebih baik dari terapi lainnya? Pakar kesehatan menyarankan penderita kanker untuk berkonsultasi pada dokter sehingga bisa memilih terapi mana yang bisa lebih efektif dalam mengatasi kanker yang Ia derita.