Apa Penyebab Hipolipoproteinemia?

DokterSehat.Com – Hipolipoproteinemia (Hypolipoproteinemia)adalah rendahnya kadar lemak dalam darah. Hipolipoproteinemia jarang menimbulkan masalah, tetapi bisa merupakan petunjuk adanya penyakit lain.

3

Sebagai contoh, kadar kolesterol yang rendah bisa ditemukan pada :

  1. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  1. Anemia
  1. Kekurangan gizi (malnutrisi)
  1. Kanker
  1. Malabsorbsi(gangguan penyerapan zat makanan di saluran pencernaan)

Gejala

Beberapa penyakit keturunan yang jarang terjadi, menyebabkan rendahnya kadar lemak yang bisa menimbulkan masalah yang serius :

  1. Hipobetalipoproteinemia
    Kadar kolesterol LDL sangat rendah, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan.
  1. Abetalipoproteinemia
    Tidak terdapat kolesterol LDL dan tidak dapat membuat kilomikron, sehingga menyebabkan :
  • malabsorbsi lemak dan vitamin yang larut dalam lemak
  • pergerakan usus yang abnormal
  • tinja berlemak (steatorrhea)
  • bentuk sel darah merah yang ganjil
  • kebutaan akibat retinitis pigmentosa.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi mengkonsumsi sejumlah besar vitamin E dan vitamin A bisa memperlambat atau menunda terjadinya kerusakan sistem saraf.

  1. Penyakit Tangier
    memiliki kadar kolesterol HDL yang sangat rendah dan menyebabkan kelainan fungsi saraf serta pembesaran kelenjar getah bening, amandel, hati dan limpa.

Diagnosa

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika ditemukan kadar kolesterol total kurang dari 120 mg/dL darah atau jika kadar kolesterol LDL kurang dari 50 mg/dL, pada kelainan herediter yang jarang, seperti abetalipoproteinemia. Terdapat kadar lemak yang cukup rendah sehingga mengakibatkan efek yang serius pada tubuh.

Pengobatan

Kelainan abetalipoproteinemia tidak dapat disembuhkan, tetapi konsumsi vitamin E dalam dosis tertentu bisa menunda perkembangan penyakit atau memperlambat terjadinya kerusakan pada system saraf pusat. Pada hipobetalipoproteinemia, biasanya tidak ada gejala dan tidak membutuhkan terapi. Pada hipobetalipoproteinemia yang berat, dimana hampir tidak terdapat kolesterol LDL, gejala-gejala dan pengobatan yang diberikan mirip dengan pada keadaan hipobetalipoproteinemia. Pada penyakit retensi kilomikron, penanganan yang diberikan berupa suplementasi lemak dan vitamin A, D, E, dan K.