Apa Itu Sindrom Fibromyalgia

DokterSehat.Com – Fibromyalgia adalah sindrom yang secara keseluruhan di tandai dengan nyeri yang menyebar dan kelelahan luar biasa yang dapat melemahkan.



Penyebab

• Tidak diketahui (pada bentuk primer)

• Lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid, osteoartritis, dan sindrom apnea tidur (pada bentuk sekunder).

Tanda dan gejala

• Nyeri dan kaku muskuloskeletal kronis : terdifusi, samar, biasanya terkonsentrasi di leher, bahu, punggung bawah, dan anggota tubuh proksimal, kemungkinan melibatkan keempat kuadran tubuh; biasanya berkurang saat beranjaknya hari; bervariasi dari hari ke hari; faktor yang memperburuk antara lain stres, kurang tidur, perubahan cuaca, dan tidak beraktivitas.

• Kerusakan kognitif

• Pusing

• Mata dan mulut kering

• Sindrom usus iritabel

• Titik perih multipel di area khusus pada pemeriksaan

• Parestesia

• Sensasi pembengkakkan tangan

• Sensitif terhadap bau, suara keras, cahaya terang, dan medikasi yang diberikan

• Sensitivitas kulit

• Gangguan tidur

Uji diagnostic

• Rasa perih bisa diperoleh dengan memberi tekanan sedang di lokasi khusus

• Pengujian diagnostik untuk Sindrom Fibromialgia yang tidak berkaitan dengan penyakit mendasar biasanya tidak memperlihatkan sinovitis atau pembengkakkan signifikan, pemeriksaan neurologis menunjukkan hasil normal, dan tidak ada keabnormalan laboratoris atau radiologis merupakan hal umum yang dialami pasien Sindrom Fibromialgia.

Tindakan penanganan

• Penanganan meliputi pemberitahuan pada pasien bahwa walaupun nyeri Sindrom Fibromialgia bisa parah dan umumnya kronis, hal ini umum terjadi dan tidak menyebabkan komplikasi yang membuat deformitas maupun membahayakan nyawa.

• Latihan aerobik teratur dan berdampak rendah bisa membantu meningkatkan pemeliharaan otot, menambah energi, dan semua yang berhubungan dengan kesehatan.

• Pengontrol rasa sakit bisa meliputi terapi fisik, terapi pijat, atau injeksi titik perih.

Baca Juga:  Bagaimana Mengatasi Tekanan Darah Rendah?

• Pengobatan ultrasound bisa digunakan untuk area tertentu yang bermasalah.

• Akupungtur, fototerapi, dan latihan batin-tubuh, misalnya yoga atau meditasi.

• Antidepresan trisiklik, misalnya amitriptyline, nortriptyline, atau cyclobenzaprine yang diberikan sebelum tidur bisa membantu pasien tidur, namun agens tersebut berefek antikolinergis, merugikan dan menimbulkan kantuk sepanjang hari.