Apa Itu Penyakit “Swimmer’s Ear”

DokterSehat.com – Infeksi telinga luar (otitis externa) merupakan infeksi atau radang yang disebabkan oleh goresan akibat benda-benda atau air yang masuk ke saluran telinga. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama mereka yang hobi berenang. Karena itu penyakit ini disebut juga swimmer’s ear.



Telinga adalah indera pendengaran yang strukturnya terbagi menjadi tiga area, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar berupa kulit seperti kulit kita dan areanya meliputi dari liang telinga sampai gendang telinga.

Area telinga tengah meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Infeksi bisa terjadi di ketiga tempat ini, namun yang paling sering adalah telinga luar.

Saat air masuk ke dalam liang telinga dan terperangkap oleh lapisan lilin (wax) yang secara alami ada di lapisan telinga tengah, kulit akan menjadi lembab dan basah. Kondisi ini menyebabkan jamur dan bakteri tumbuh subur dan bisa masuk jaringan di liang telinga dan menyebabkan infeksi.

Selain karena kemasukan air, penyakit ini juga sering terjadi karena kebiasaan memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds). Kapas bertangkai justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga.

Bakteri yang paling sering menyebabkan radang teling adalah staphylococcus dan pseudomonas. Mereka yang menderita diabetes lebih rentan terkena infeksi ini.

Penyakit radang telinga luar bisa dikenali dari gejala-gejala berikut:

  • Rasa gatal dan rasa penuh pada telinga.
  • Liang telinga tampak merah dan bengkak sehingga nyeri bila disentuh.
  • Kadang-kadang juga keluar cairan.
  • Ciri khas penyakit ini adalah rasa sakit saat kita mengunyah atau menekan bagian luar telinga.
  • Hilangnya pendengaran sementara.
Baca Juga:  Apa itu Purwaceng

Infeksi radang telinga luar pada dasarnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Cepat lambatnya penyembuhan tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahan serta faktor penyebab infeksinya.

Meski begitu segera berobat ke dokter bila rasa sakit atau nyeri di telinga masih menetap selama lebih dari tiga hari. Waspadai pula infeksi yang disertai demam pada anak.

Pengobatan biasanya dengan antibiotika oral, bisa juga dengan tetes telinga mengandung antibiotika untuk mengenyahkan bakteri. Jika penyebabnya jamur, diberi antijamur. Seringkali dokter juga memberikan obat pelega pernapasan, antihistamin, maupun penghilang nyeri sesuai kebutuhan.

Penderita disarankan beristirahat untuk meningkatkan kondisi tubuh, minum banyak air-enam sampai delapan gelas per hari-terutama jika ada demam. Telinga harus dijaga agar tetap kering.

Sumber : mywonderwoman.com