Apa Itu PCOS (Polycystic Overy Syndrome)?

DokterSehat.Com – PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom polikistik ovarium merupakan gangguan kesuburan pada wanita akibat adanya banyak kista pada indung telur (ovarium). Gangguan ini cukup banyak terjadi pada kaum wanita, dan dapat muncul pada usia reproduktif wanita, yaitu mulai haid pertama sampai usia sekitar 45 tahun.



Pada umumnya, PCOS disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal yang bisa mempengaruhi atau mengganggu menstruasi dan menyebabkan wanita sulit hamil. Gangguan kesuburan merupakan salah satu tanda dan gejala dari PCOS. Jika tidak ditangani, PCOS bukan saja bisa mengganggu kesuburan, namun juga bisa menimbulkan berbagai penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Kebanyakan wanita dengan PCOS, dalam indung telurnya (ovarium) tumbuh banyak kista kecil (polikistik). Itulah sebabnya mengapa gangguan ini disebut sindrom polikistik ovarium.

Gejala dan diagnosis
Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme / maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita.

Menurut Kriteria Rotterdam (2003) diagnosis PCOS ditegakkan apabila memenuhi 2 dari 3 gejala:

  • Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi.
  • Adanya tanda secara klinis atau biokimia hiperandogen.
  • Gambaran ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.

Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga adanya resistansi insulin, diabetes, dan obesitas semuanya sangat berkorelasi dengan kelainan ini.

Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas punya peluang sebanyak 50%-60% mengalami PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan (karena mengalami resistensi insulin) sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan maskulinisasi seperti tumbuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki.

Baca Juga:  Beberapa Fakta Mengenai Penyakit Kanker Ovarium

Pengobatan
Adanya PCOS tidak berarti tidak akan hamil. Tapi mungkin berarti bahwa Anda akan memerlukan bantuan untuk membuat Anda berovulasi dengan normal. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Menurunkan resistensi insulin
    Hal ini dapat diperoleh dengan mengendalikan/ menurunkan berat badan. Diet rendah karbohidrat, berolah raga secara teratur. Selain itu dapat juga dilakukan dengan pengobatan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dengan metformin dan thiazolidinedione ( glitazones ). Konsumsi metformin secara rutin akan menormalkan fungsi ovarium. Menstruasi akan normal dengan sendirinya dalam 1-2 bulan terapi.
  • Menurunkan hormon androgen dan mengatur menstruasi
    Hormon androgen yang tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumi obat yang mengandung cyproteron asetat (ada pada pil KB tertentu). Pil KB juga dapat membantu menormalkan komposisi hormonal yang abnormal pada PCO. Setelah beberapa bulan pengobatan selanjutnya adalah dilakukan induksi ovulasi untuk merangsang pertumbuhan sel telur.