Apa itu Nyeri Kepala Sinus?

DokterSehat.Com – Sinus adalah rongga-rongga berisi udara yang terletak di belakang tulang dahi, tulang pipi, dan jembatan hidung. Jika terjadi reaksi peradangan di dalam rongga-rongga ini – biasanya karena alergi atau infeksi – lapisan mukosa yang melapisi dinding sinus akan mengalami pembengkakan, memproduksi lebih banyak mucus atau lendir (normalnya hanya diproduksi dalam jumlah sedikit dan terus dialirkan keluar sinus melalui saluran sinus), dan menymbat saluran sinus.

doktersehat-nyeri-kepala-sinus

Akibat adanya proses peradangan tersebut, tekanan di dalam rongga sinus akan meningkat sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang mirip dengan nyeri kepala.

Gejala
Nyeri akan terasa tumpul (sulit ditentukan titik pusat nyerinya) dan menetap di daerah tulang pipi, dahi, atau jembatan hidung. Nyeri biasanya terasa semakin berat jika kepala digerakkan tiba-tiba. Selain nyeri, penderita juga mungkin merasakan gejala sinus yang lain, misalnya:

  • Hidung berair
  • Telinga terasa penuh atau gemrebek
  • Demam
  • Wajah membengkak

Jenis nyeri kepala berulang lainnya, seperti migrain atau nyeri kepala tipe tegang, sering menyebabkan kekeliruan dalam mendiagnosis nyeri kepala sinus. Karena penanganan yang sesuai bergantung pada jenis nyeri kepala diderita, penting untuk mengetahui apakah nyeri kepala yang dirasakan tersebut ada kaitannya dengan sinus atau tidak. Jika penyumbatan saluran sinus, misalnya karena infeksi, adalah penyebab yang sebenarnya, penderita biasanya juga akan mengalami demam.

Biasanya dokter dapat mengetahui apakah nyeri kepala yang diderita pasiennya itu adalah nyeri kepala sinus atau bukan hanya berdasarkan anamnesis (tanya jawab dengan pasien) dan pemeriksaan fisik. Namun, pada beberapa kasus, diperlukan juga pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI.

Pengobatan
Tujuan pengobatan biasanya adalah untuk meredakan gejala dan menyembuhkan infeksi jika ada. Sebenarnya ada cara yang cukup sederhana untuk meredakan nyeri dan hidung tersumbat yang bersifat ringan, misalnya dengan banyak minum air putih atau menggunakan tetes atau semprot hidung yang berisi larutan salin.

Baca Juga:  Cara Alami Mengatasi Ketiak Kasar

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik serta antihistamin atau dekongestan. Ingat, dekongestan yang dipakai dengan dihisap atau disemprotkan melalui hidung tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama. Penggunaan lebih dari 3 hari biasanya malah justru memperburuk gejala. Hal ini dikarenakan efek penggunaan obat melalui hidung yang dapat merusak mukosa hidung, menyebabkan iritasi, dan membuat mukosa hidung semakin bengkak.

Untuk meredakan nyeri kepala, bisa juga dengan obat-obat anti nyeri yang banyak dijual bebas di pasaran.

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat-obat di atas secara terus-menerus dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menghubungi dokter sebelum mulai menggunakan obat-obatan tersebut.

Jika peradangan sinus terjadi karena reaksi alergi, maka bahan penyebab alergi tersebut harus dihindari.

Tindakan operasi sinus hanya dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya jika dengan obat tidak berhasil, jika terdapat sumbatan yang harus dihilangkan, atau jika terdapat kelainan anatomis pada hidung dan/atau sinus paranasalis.