Apa Itu Neurosifilis?

DokterSehat.com – Apakah itu neurosifilis? Ya, Anda benar jika menghubungkan penyakit ini dengan penyakit sifilis. Neurosifilis ini merupakan infeksi otak atau sumsum tulang belakang yang terjadi akibat penyakit sifilis yang tidak diobati selama bertahun-tahun.



Penyebab dari neurosifilis ini sama seperti penyebab dari sifilis, yakni bakteri Treponema pallidum. Neurosifilis biasanya terjadi sekitar 10 – 20 tahun setelah seseorang awalnya terinfeksi sifilis. Tidak semua orang yang memiliki sifilis akan mengalami komplikasi ini.

 

Bentuk-bentuk Neurosifilis

Terdapat beberapa bentuk neurosifilis, antara lain:

1. Asimtomatik (bentuk yang paling umum), artinya tanpa gejala. Dianggap asimtomatik jika:

  • Telah pulih dari penyakitdan tidak lagi memiliki gejala
  • Memiliki penyakit tetapi tidak memiliki gejala.

2. Paresis Umum, yaitu gangguan fungsi mental yang disebabkan oleh kerusakan otak. Terjadi antara 3 – 30 tahun setelah menderita sifilis. Biasanya penderita dapat mengalami perubahan kepribadian atau suasana hati.

3. Meningeal neurosyphilis. Terjadi antara beberapa minggu pertama hingga beberapa tahun pertama setelah mengidap sifilis. Gejalanya yaitu penderita mengalami sakit kepala, leher kaku, mual, dan muntah. Bahkan, kadang juga mengalami kehilangan penglihatan atau pendengaran.

4. Meningovascular. Gejala yang timbul dari neurosifilis jenis ini sama seperti sifilis meningeal, tetapi individu yang terkena dampak juga mengalami stroke. Neurosifilis bentuk ini dapat terjadi dalam beberapa bulan pertama sampai beberapa tahun setelah infeksi.

5. Tabes dorsalis. Bentuk yang satu ini merupakan komplikasi sifilis yang tidak diobati yang melibatkan kelemahan otot dan sensasi yang abnormal (mati rasa dan kesemutan). Tanda-tandanya adalah nyeri pada tungkai atau perut, kegagalan koordinasi otot, dan gangguan kandung kemih. Selain itu, tanda lainnya adalah kehilangan penglihatan, hilangnya refleks dan hilangnya rasa getaran, cara berjalan buruk, dan gangguan keseimbangan. Tabes dorsalis dapat terjadi 5-50 tahun setelah infeksi sifilis awal.

Baca Juga:  Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

 

Gejala

  1. Gaya berjalan abnormal
  2. Kebutaan
  3. Kebingungan
  4. Demensia
  5. Depresi
  6. Sakit kepala
  7. Ketidakmampuan untuk berjalan
  8. Lekas marah
  9. Mati rasa di jari kaki, kaki, atau kaki
  10. Sulit konsentrasi
  11. Kejang
  12. Kaku leher
  13. Gangguan Penglihatan
  14. Merasa lemah

 

Pencegahan & Pengobatan

Untuk mendeteksi zat yang dihasilkan oleh bakteri yang menyebabkan sifilis, bisa dilakukan dengan cara tes darah.

Untuk mengobati neurosifilis, bisa menggunakan penisilin. Obat ini dapat diberikan dalam berbagai cara:

  1. Disuntikkan ke pembuluh darah beberapa kali sehari selama 10 – 14 hari.
  2. Menggunakan probenesid (obat yang digunakan untuk mengobati asam urat) melalui mulut 4 kali sehari, dikombinasikan dengan suntikan otot setiap hari, baik untuk 10 – 14 hari.

 

 

Sumber: detikhealth.com