Apa itu Neuropati Diabetes?

DokterSehat.Com – Diabetes dapat menyebabkan kerusakan serabut saraf. Kerusakan tersebut, yang disebut dengan neruropati dapat menimbulkan sensasi nyeri, atau mungkin juga tidak.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

Neuropati dapat terjadi melalui beberapa cara, dan semuanya berhubungan dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama. Untuk mencegahnya, penyandang diabetes harus rutin berkonsultasi dengan dokter untuk mengendalikan kadar gula darahnya.

Dokter biasanya membagi neuropati diabetes menjadi 4 macam: perifer, otonom, proksimal, dan fokal.

Neuropati perifer

Neuropati jenis ini biasanya mengenai kaki. Jarang sekali mengenai lengan, perut, atau punggung. Gejalanya meliputi:

  • Kesemutan
  • Rasa kebas atau baal (yang dapat menjadi permanen)
  • Sensasi panas atau seperti terbakar (terutama pada malam hari)
  • Nyeri

Gejala awal biasanya akan membaik setelah kadar gula darah kembali normal atau terkendali. Ada juga obat-obatan yang dapat membantu meringankan gejalanya. Untuk mencegahnya, yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah:

  • Memeriksa kaki setiap hari (apabila ada luka atau muncul kelainan pada kulit seperti perubahan warna atau hilangnya sensasi atau perabaan).
  • Menggunakan pelembab bila kulit kering.
  • Menjaga kebersihan kuku.
  • Mengenakan alas kaki dengan ukuran yang sesuai. Dan selalu mengenakan alas kaki untuk mencegah adanya perlukaan pada kaku.

Neuropati otonom

Neuropati ini biasanya mengenai sistem pencernaan, terutama lambung. Selain itu, bisa juga mengenai pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ seksual.

Pada sistem pencernaan, gejalanya bisa meliputi: perut kembung, diare, konstipasi, rasa panas di dada, mual, muntah, atau perut terasa penuh walau hanya makan sedikit. Keluhan atau gejala tersebut dapat dihindari dengan cara mengkonsumsi makanan dengan porsi sedikit tetapi frekuensinya lebih sering atau bisa juga dengan obat-obatan.

Pada pembuluh darah, gejalanya meliputi: pusing bila bangkit dari posisi tidur atau duduk secara mendadak, denyut jantung lebih cepat, pusing, atau tekanan darah rendah. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya jangan berdiri dengan terlalu cepat. Mungkin juga akan memerlukan terapi atau obat-obatan khusus. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga:  Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan dan Menyembuhkan Penyakit

Pada organ seksual pria, gejalanya bisa meliputi gangguan ereksi atau ejakulasi. Sedangkan pada wanita, dapat menyebabkan vagina menjadi kering dan gangguan orgasme. Jika mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter, karena banyak juga penyebab lain dari gejala tersebut.

Pada sistem saluran kemih, dapat terjadi gangguan pengosongan kandung kemih, tidak bisa menahan buang air kecil (inkontinensia), atau buang air kecil menjadi lebih sering terutama pada malam hari. Bila mengalami gejala ini, segera hubungi dokter.

Neuropati proksimal

Neuropati ini menimbulkan nyeri (biasanya pada salah satu sisi) di paha, pinggul, atau pantat. Selain itu juga dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada kaki. Sebagian besar orang yang menderita neuropati ini memerlukan perawatan khusus, seperti obat-obatan dan fisioterapi, untuk nyeri atau kelumpuhan yang dialaminya.

Neuropati fokal

Neuropati ini dapat muncul secara tiba-tiba dan mengenai serabut saraf tertentu, paling sering di kepala, badan, atau kaki. Hal ini dapat menyebabkan kelemahan otot atau sensasi nyeri. Gejalanya dapat meliputi:

  • Penglihatan ganda
  • Nyeri mata
  • Kelumpuhan pada salah satu sisi wajah (Bell’s palsy)
  • Nyeri berat pada bagian tubuh tertentu, misalnya pinggang atau kaki
  • Nyeri dada atau perut yang kadang-kadang keliru didiagnosis sebagai penyakit lain, seperti serangan jantung atau radang usus buntu

Jika muncul gejala seperti di atas, segera hubungi dokter. Neuropati fokal bersifat sangat nyeri dan sulit diprediksi, tetapi cenderung mengalami perbaikan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan dan biasanya tidak menimbulkan komplikasi jangka penjang.

Kerusakan saraf lain yang berhubungan dengan diabetes

Orang dengan diabetes juga dapat mengalami gangguan saraf yang lain, misalnya penekanan saraf (sindrom jebakan saraf). Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) merupakan jenis sindrom jebakan yang sangat banyak ditemukan. Sindrom ini menyebabkan rasa baal atau kebas pada tangan dan kadang-kadang disertai juga dengan kelemahan otot atau nyeri.