Kista Ovarium

DokterSehat.Com – Kista merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Tumbuhnya kista tersebut bisa membuat terganggunya siklus haid, tingkat kesuburan dan juga rasa sakit yang luar biasa. Kista ovarium biasanya tidak bersifat kanker.

3

Salah satu pengobatan kista ovarium adalah dengan pengangkatan atau operasi. Kista diangkat jika besarnya lebih dari 4 cm. Jika sudah lebih dari 4 cm, akan ada resiko terpuntir. Untuk meyakinkan ukurannya, dapat dilakukan USG saat haid. Selain melakukan operasi, pengobatan kista ovarium juga bisa dilakukan dengan cara alami. Salah satunya dengan mengonsumsi tomat. Kandungan zat likopen dalam tomat ternyata bisa mengurangi aktivitas sel kista hingga 90%. Selain itu, tomat juga bisa mempercepat pemulihan bekas luka akibat operasi, mengurangi aktivitas sel tumor jinak, serta mencegah penuaan dini.

Adapun jenis – jenis kista ovarium adalah sebagai berikut :

  1. Kista corpus leteum, jenis ini adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran dengan diameter 2-6 cm. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah atau cairan. inilah penyebab terbentuknya kista ini. Jika ukuranya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit, dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi.
  1. Kista hemorhagic yaitu timbulnya pendarahan pada kista fungsional, gejalanya adalah perut terasa kram.
  1. Kista endometrium, jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukuranya berkisar antara 2 -20 cm. Karakteristiknya menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa dan mengganggu kesuburan.
  1. Kistadenoma yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium, tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30 cm atau lebih diameternya.
  1. Polycystic-appearing ovary yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.
  1. Sindrom polisistik ovari adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan, dan hal ini bisa terjadi karena genetik (keturunan).
Baca Juga:  Pertolongan Pertama Resusitasi Jantung Paru untuk Anak-Anak

Penyebab kista ovarium dan beberapa faktor resiko berkembangnya ovarium adalah wanita yang biasanya memiliki :

  1. Riwayat kista ovarium terdahulu.
  1. Siklus haid tidak teratur.
  1. Perut buncit.
  1. Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda).
  1. Sulit hamil.
  1. Penderita Hipotiroid.
  1. Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi.

Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun beberapa orang dapat mengalami gejala ini :

  1. kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam tiba-tiba menusuk.
  1. Siklus haid tidak teratur.
  1. Perut bawah sering terasa penuh dan tertekan.
  1. Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga pinggang belakang.
  1. Nyeri panggul setelah olah raga intensif atau senggama.
  1. Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB.
  1. Mual dan Muntah.
  1. Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina.