Apa itu Hipertiroid? Begini Cara Mengatasinya!

hipertiroid-adalah-doktersehat

DokterSehat.com – Sistem dalam tubuh manusia sangat kompleks, dan melibatkan banyak hal yang menjadi bagian dari proses serta mekanisme kerja tubuh. Salah satunya adalah Tiroid.

Apa Itu Hipertiroid?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, perlu diketahui dulu mengenai apa itu hipertiroid.

Hipertiroid adalah kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif memproduksi hormon. Ini mengakibatkan hormon tiroid dalam darah kita menjadi sangat tinggi, padahal jumlah yang dibutuhkannya sendikit.

Kelenjar tiroid terletak di leher. Ia menghasilkan hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mengontrol pertumbuhan tubuh dan metabolisme. Hipertiroid atau overactive thyroid (tiroid yang terlalu aktif) berarti tiroid Anda membuat terlalu banyak hormon tiroid.

Kelenjar tiroid sendiri berbentuk menyerupai kupu-kupu dan letaknya ada di bawah jakun. Ada beberapa manfaat hormon tiroid,yaitu mengatur suhu tubuh hingga mengatur denyut jantung.

Penyakit hipertiroid lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Kondisi yang sebaliknya pun bisa terjadi, Hipotiroid, dimana tiroid membuat terlalu sedikit hormon tiroid, biasanya hal ini disebabkan operasi pengangkatan kelenjar Tiroid.

Penyebab Hipertiroid

Setelah kita tahu mengenai apa itu hipertiroid, tentu kita harus mengetahui juga penyebabnya agar bisa terhindari dari penyakit hipertiroid. Secara umum, berikut ini adalah penyebab hipertiroid:

  • Penyakit Graves
  • Tumor
  • Ketidakseimbangan hormon (pemasukkan berlebihan dari hormon-hormon tiroid -Pengeluaran abnormal dari TSH/Thyroid Stimulating Hormon)
  • Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)
  • Pemasukkan yodium yang berlebihan

Memiliki hormon tiroid terlalu banyak dapat membuat banyak hal dalam kecepatan tubuh. Anda bisa menurunkan berat badan dengan cepat, memiliki detak jantung yang cepat, berkeringat banyak, atau merasa gugup dan moody.

Pada beberapa kasus, penderitanya tidak merasakan gejala sama sekali dan bahkan baru terdeteksi pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan.

baca juga: hipertiroidisme – gejala, diagnosis, pemeriksaan

Tanda dan Gejala Hipertiroid

Seperti yang disebutkan di poin sebelumnya, penyakit hipertiroid terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meskipun demikian, Anda bisa memerhatikan sendiri dan waspada terkena hipertiroid jika merasa kan gejala berikut:

  • Gugup, murung, lemah, atau lelah.
  • Tangan tremor/bergetar, jantung berdetak cepat, atau Anda mungkin memiliki masalah pernapasan.
  • Panas dan berkeringat atau memiliki kulit gatal, merah dan hangat.
  • Buang air besar lebih banyak dari biasanya.
  • Rambut rontok.
  • Turun berat badan meskipun Anda makan sama atau lebih banyak dari biasanya.

Perlu menjadi catatan juga bahwa semua gejala tersebut tidak dirasakan semuanya oleh seseorang. Bisa saja Anda hanya merasakan empat dari enam gejala hipertiroid yang disebutkan di atas.

Cara paling efektif untuk memastikannya adalah memangharus melakukan pemeriksaan ke dokter.

Cara Mengatasi Hipertiroid

Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter. Ada beberapa pilihan terapi yang biasanya diberikan untuk penderita hipertiroid yaitu, obat antitiroid, yodium radioaktif dan pembedahan. Yodium radioaktif dan obat antitiroid adalah yang paling sering digunakan.

Pengobatan terbaik untuk Anda akan tergantung pada sejumlah hal, termasuk usia Anda. Beberapa orang membutuhkan lebih dari satu jenis perawatan. Tanpa pengobatan, hipertiroid bisa menyebabkan masalah-masalah yang serius seperti masalah jantung, masalah tulang, dan kondisi berbahaya yang disebut thyroid storm (badai tiroid).

Pengobatan Hipertiroid

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pengobatan hipertiroid. Tidak bisa sembarangan karena pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan usia, gejala, dan kadar hormon dalam tubuh.

Beberapa jenis pengobatan hipertiroid terdiri dari:

  1. Thionamide

    Ini adalah jenis obat yang mampu menekan produksi hormon tiroksin dan triiodotiroin. Dokter akan memberikan dosis yang disesuaikan dengan produksi hormon dan dosisnya akan diturunkan secara berkala. Umumnya, obat jenis ini perlu dikonsumsi setidaknya 1- 2 bulan.

  2. Radioterapi

    Pengobatan yang satu ini dilakukan untuk mengurangi kadar hormon tiroid yang dihasilkan dan juga untuk menyusutkan kelenjar tiroid. Pengobatannya sendiri bisa berbentuk kapsul maupun cair.

 

Peringatan:

Setelah melakukan pengobatan hipertiroid, seorang wanita tidak diperbolehkan hamil dulu. Janga waktunya sendiri mencapai enam bulan terhitung hari terakhir pengobatan.

Bagaimana dengan laki-laki?

Sama halnya dengan wanita, seorang lelaki yang telah melakukan pengobatan hipertiroid tidak diperbolehkan menghamili seorang wanita empat bulan terhitung masa pengobatan terakhir selesai.

Apa alasannya?

Hal ini dilakukan untuk mencegah terpaparnya radiasi pasca pengobatan.

Jika nyatanya Anda terkena penyakit hipertiroid, namun gejalanya tidak mengganggu, Anda masih perlu perawatan atau terapi dari dokter.

 

Narasumber:
dr. Selfiyanti Bimantara, SpTHT-KL    ( RS Meilia Cibubur )