Apa itu Buta Warna?

DokterSehat.Com – Buta warna artinya seseorang kesulitan dalam membedakan warna merah, hijau, atau biru atau campuran dari warna-warna tersebut. Jarang sekali ada orang buta warna yang tidak bisa membedakan warna sama sekali. Buta warna dikenal juga dengan istilah gangguan penglihatan warna.

doktersehat-buta-warna

Gangguan penglihatan warna dapat mengubah jalan hidup seseorang. Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam belajar dan membaca, dan menghalangi seseorang untuk berkarir dalam bidang tertentu. Namun, orang dengan buta warna dapat belajar untuk mengatasi kelemahan yang mereka miliki tersebut.

Apa yang menyebabkan buta warna?

Sebagian besar gangguan penglihatan warna itu bersifat genetik (diturunkan) dan sudah ada sejak lahir.

Seseorang biasanya memiliki tiga jenis sel kerucut di dalam matanya. Setiap jenis sel kerucut mampu mendeteksi salah satu cahaya berwarna merah, hijau, atau biru. Seseorang mampu membedakan warna jika sel-sel kerucut yang ada mampu membedakan perbedaan jumlah atau intensitas dari ketiga warna tersebut. Konsentrasi tertinggi sel kerucut ditemukan pada bagian mata yang disebut makula, yang berada di bagian tengah retina.

Buta warna yang bersifat keturunan terjadi jika seseorang tidak memiliki salah satu jenis sel kerucut atau salah satu jenis sel kerucut yang ada tidak dapat berfungsi secara optimal. Orang tersebut mungkin tidak akan mampu mengenali salah satu warna tersebut, atau mengenali warna tersebut sebagai warna lain. Buta warna yang diturunkan ini bersifat menetap seumur hidup.

Gangguan penglihatan warna tidak selalu disebabkan oleh faktor keturunan. Pada beberapa kasus, seseorang bisa mengalami buta warna pada usia yang lebih tua. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • Proses penuaan.
  • Penyakit atau gangguan pada mata, misalnya glaukoma, degenerasi makuler, katarak atau retinopati diabetes.
  • Trauma atau cedera pada mata.
  • Efek samping obat-obat tertentu.

Apa sajakah gejala buta warna?

Gejala gangguan penglihatan warna dapat bervariasi:

  • Seseorang mungkin dapat mengenali beberapa warna, tetapi tidak mampu mengenali warna lain. Contohnya, mampu membedakan warna merah dan hijau, tetapi kesulitan membedakan warna biru dan kuning.
  • Seseorang mungkin mampu melihat banyak warna, tetapi tidak mampu membedakannya satu per satu.
  • Seseorang mungkin hanya mampu mengenali beberapa warna, padahal seharusnya orang normal bisa mengenali ribuan warna.
  • Pada kasus yang jarang, seseorang mungkin hanya bisa melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.
Baca Juga:  Tips Mengatasi Gusi Berdarah

Karena gangguan penglihatan warna ini dapat memberikan dampak yang besar dalam hidup seseorang, penting untuk mengenalinya sejak usia dini. Pada anak-anak, gangguan penglihatan warna ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan membaca. Serta dapat membatasi pilihan karir di masa depannya nanti. Para ahli menyarankan pemeriksaan penglihatan pada anak usia antara 3-5 tahun. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah.

Apakah bisa disembuhkan?

Buta warna yang bersifat keturunan tidak dapat disembuhkan.

Bagi sebagian besar orang dengan buta warna, terutama buta warna merah-hijau, tidak diperlukan terapi apapun. Hal ini karena biasanya buta warna ini tidak mengganggu aktivitas. Orang tersebut masih bisa membedakan warna, hanya saja bagi orang tersebut warna yang dilihat tampak berbeda dengan yang dilihat orang normal, misalnya akan tampak lebih terang atau lebih gelap.

Beberapa jenis buta warna yang tidak bersifat keturunan dapat disembuhkan, tergantung apa penyebabnya. Contohnya, jika buta warna terjadi karena katarak, maka setelah katarak tersebut disembuhkan, penglihatan warna akan normal kembali.

Ada juga cara lain untuk membantu masalah penglihatan warna:

  • Mengenakan lensa kontak untuk melihat warna. Lensa kontak ini dapat membantu untuk membedakan warna, tetapi biasanya cenderung mengaburkan obyek yang dilihat.
  • Mengenakan kacamata yang dapat mengurangi cahaya yang menyilaukan. Beberapa orang dengan buta warna berat mampu melihat warna lebih baik jika cahaya yang masuk ke mata tidak terlalu terang.
  • Belajar untuk mengenali benda berdasarkan tingkat kecerahan atau letaknya, bukan berdasarkan warnanya. Misalnya untuk mengenali warna merah, kuning, dan hijau pada lampu lalu lintas.

Source: WebMD Medical Reference