Apa Itu Penyakit Alzheimer?

DokterSehat.Com – Banyak orang lanjut usia yang lupa akan nama anggota keluarganya atau lupa dimana meletakkan suatu barang. Lupa semacam itu merupakan hal wajar. Namun, lupa jalan pulang, bingung bila berada di tempat yang seharusnya dikenali, atau mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali dapat menjadi tanda dari masalah yang lebih serius. Orang tersebut mungkin menderita penyakit Alzheimer. Penyakit ini mempengaruhi otak secara perlahan-lahan dan akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

doktersehat-konsultasi-orangtua

Apa itu penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang mengenai otak. Penyakit ini mengakibatkan sejumlah sel-sel di otak mengalami kematian. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengingat sesuatu, berpikir, atau memberikan penilaian terhadap sesuatu. Belum dapat diketahui secara pasti apa yang menyebabkan penyakit ini. Namun, penyakit ini biasanya mulai tampak setelah usia 60 tahun.

Apa yang terjadi ketika seseorang mengidap penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer biasanya muncul secara perlahan-lahan. Faktanya, beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit ini. Mereka cenderung menyalahkan faktor usia sebagai penyebab lupa. Namun, seiring berjalannya waktu, masalah daya ingat ini akan semakin memburuk.

Orang dengan penyakit Alzheimer mengalami gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti menyetir mobil, memasak, atau menghitung. Mereka mudah sekali tersesat dan kesulitan melakukan aktivitas yang paling sederhana sekalipun. Beberapa di antara mereka menjadi cemas atau mudah marah.

Bersamaan dengan kondisinya yang semakin meburuk, orang dengan penyakit Alzheimer akan membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk untuk menyuapi dan memandikannya.

Apa sajakah tanda dan gejala penyakit Alzheimer?

Penting untuk mengenali tanda-tanda penyakit Alzheimer. Semakin cepat dikenali, akan semakin cepat mendapatkan pengobatan. Beberapa tanda dari penyakit ini adalah sebagai berikut.

Tanda-tanda awal:

  • Sulit mengingat sesuatu
  • Menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali
  • Tidak mampu melakukan hitungan sederhana
  • Mudah tersesat
  • Sering kehilangan barang atau meletakkan barang di tempat yang tidak wajar

Tanda-tanda lanjutan:

  • Lupa cara menggosok gigi atau menyisir rambut
  • Disorientasi waktu, orang, atau tempat
  • Lupa nama-nama benda yang sederhana, misalnya meja, rumah, apel
  • Sering pergi dari rumah tanpa tujuan yang jelas

Apa perbedaan penyakit Alzheimer dengan gangguan kognitif ringan?

Beberapa orang lanjut usia mengalami gangguan kognitif ringan. Gangguan ini dapat merupakan tanda awal penyakit Alzheimer. Namun, tidak semua gangguan kognitif ringan berkembang menjadi penyakit Alzheimer. Orang dengan gangguan kognitif ringan masih bisa melakukan perawatan diri dan mampu melakukan aktivitasnya secara normal. Gangguan kognitif ringan ini dapat meliputi:

  • Sering lupa meletakkan barang
  • Lupa akan janji yang dibuatnya sendiri
  • Sulit mengawali pembicaraan
Baca Juga:  Dampak Positif dan Negatif Menghangatkan Kembali Makanan

Seseorang yang mengalami gangguan kognitif ringan, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter secara rutin setiap 6-12 bulan sekali.

Perbedaan antara penyekit Alzheimer dengan gangguan kognitif ringan yang normal dialami oleh orang lanjut usia

Penyakit Alzheimer Gangguan kognitif ringan yang normal
Hampir selalu tidak mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk serta tidak mampu membuat keputusan dengan baik Hanya kadang-kadang saja tidak bisa mengambil keputusan dengan baik
Masalah dalam mengurus tagihan bulanan karena kesulitan berhitung Lupa membayar tagihan bulanan
Tidak mampu mengingat tanggal atau bulan Lupa hari apa tetapi mampu mengingatnya di lain waktu
Sulit untuk berkomunikasi Kadang-kadang lupa akan kata-kata yang digunakan untuk berbicara
Sering lupa meletakkan barang dan tidak dapat menemukannnya kembali Sering lupa meletakkan barang, kemudian menemukannya lagi, yang terjadi berulang kali

Kapan kita harus menghubungi dokter?

Ketika sifat pelupa seseorang dirasa lebih parah daripada biasanya, itulah saat yang tepat untuk menghubungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan mungkin juga akan menanyai orang-orang di sekitar penderita untuk memperkirakan penyebab sifat pelupa tersebut.

Selain penyakit Alzheimer, gangguan ingatan juga dapat disebabkan oleh hal lain, misalnya obat-obatan, stres emosional, makanan, alkohol, stroke, tumor otak, cedera kepala, atau gangguan pada organ lain seperti ginjal, hati, dan tiroid. Penyebab gangguan ingatan tersebut dapat berbahaya dan harus segera diatasi. Setelah mendapatkan pengobatan, daya ingat akan kembali seperti semula. Bila tidak membaik dengan pengobatan, dapat dicurigai kemungkinan adanya penyakit Alzheimer.

Apakah ada obat untuk penyakit Alzheimer?

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang dapat benar-benar menyembuhkan penyakit ini. Namun, terdapat obat-obatan yang mampu mengatasi gejala penyakit Alzheimer. Sebagian besar obat-obatan bekerja lebih baik pada masa-masa awal munculnya penyakit ini. Obat-obatan ini dapat mencegah gangguan ingatan agar tidak semakin memburuk. Ada juga obat-obatan yang berfungsi menghilangkan kecemasan atau membantu agar dapat tidur dengan nyenyak. Diperlukan kehati-hatian dalam menggunakan obat-obatan ini karena obat-obatan ini juga mempunyai efek samping yang tidak baik bagi kesehatan.