Apa Beda Demam yang Disebabkan Oleh Virus dan Bakteri?

DokterSehat.Com– Penyebab demam adalah infeksi dari virus atau bakteri. Yang menjadi masalah adalah, gejala dari demam yang disebabkan oleh kedua hal tersebut cenderung serupa. Padahal, infeksi bakteri dan virus harus ditangani dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, kita membutuhkan antibiotik untuk melawan infeksi bakteri. Padahal, antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, apalagi jika di dalam tubuh tidak ada bakteri penyebab penyakit. Sebenarnya, apakah kita bisa membedakan demam yang disebabkan oleh virus atau bakteri?

doktersehat-anak-kejang-demam-tifoid

Cek gejalanya
Catatlah seberapa lama kita sudah mengalami demam. Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh virus akan berlangsung dengan lebih lama dan bertahan hingga seminggu atau lebih. Hanya saja, jika setelah diperiksa ternyata penyebabnya adalah infeksi sinus atau bakteri, ada kemungkinan kita akan membutuhkan antibiotik untuk mengatasinya.

Cek bagian tenggorokan
Demam seringkali disertai dengan rasa sakit pada bagian tenggorokan. Hanya saja, jika saat kita mengecek tenggorokan terlihat adanya bintik-bintik putih, bisa jadi hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri.

Cek warna ingus atau dahak
Jika ingus atau dahak cenderung berwarna encer atau bening, maka besar kemungkinan demam disebabkan oleh infeksi virus. Sementara itu, jika ingus atau dahak berwarna kehijauan atau lebih gelap, maka biasanya hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri.

Cek pola demam yang muncul
Demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan cenderung terus memburuk setelah beberapa hari. Sementara itu, demam yang disebabkan oleh infeksi virus justru akan cenderung membaik setelah beberapa hari. Sebagai informasi, suhu tubuh yang normal adalah sekitar 36,5-37,2 derajat Celcius. Suhu yang lebih tinggi menandakan bahwa kita sedang mengalami demam.

Jadi, sudah tahu kan beda dari demam yang disebabkan oleh bakteri dan virus? Jika anda masih ragu, segera periksakan ke dokter agar bisa mendapatkan obat yang tepat. Tak hanya itu, jangan sembarangan mengkonsumsi antibiotik untuk mengatasi demam ini.