Antraks – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Antraks adalah penyakit menular yang serius yang disebabkan oleh mikroba yang disebut Bacillus anthracis yang hidup di tanah. Antraks menjadi lebih dikenal luas pada tahun 2001 ketika antraks digunakan sebagai senjata biologis dan dikirim dalam surat AS. Serangan antraks mengakibatkan lima orang tewas dan 17 kasus terjadi di Amerika Serikat, membuatnya menjadi salah satu serangan biologis yang terburuk dalam sejarah negara itu.

doktersehat-flu-singapura-hand-foot-mouth-disease-antraks

Namun, antraks jarang terjadi di Amerika Serikat. Antraks paling sering ditemukan di beberapa daerah pertanian di Amerika Tengah dan Selatan, Karibia, Eropa selatan, Eropa Timur, sub-Sahara Afrika, dan Asia tengah dan barat daya.

Penyakit antraks lebih sering terjadi pada hewan ternak daripada manusia. Seseorang bisa tertular antraks melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan menghirup, menyentuh, atau menelan Bacillus anthracis. Kontak antraks melalui binatang atau senjata biologi pun dapat terjadi. Seseorang bisa tertular antraks dengan menyentuh hewan ternak atau hewan yang terinfeksi antraks. Seseorang juga dapat terinfeksi dengan menghirup udara yang mengandung Bacillus anthracis. Selain itu, seseorang bisa tertular antraks dengan makan daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi antraks. Antraks dapat digunakan sebagai senjata biologis. Namun, hal ini sangat jarang. Belum ada serangan antraks lagi di Amerika Serikat sejak serangan pada tahun 2001.

Anda memiliki peningkatan risiko terkena antraks jika Anda:

  • bekerja dengan topik seputar antraks di laboratorium
  • bekerja dengan ternak sebagai dokter hewan (tidak mungkin di Amerika Serikat)
  • menangani hewan dari daerah dengan risiko tinggi antraks
  • bekerja di tempat yang memang berinteraksi dengan hewan seperti sirkus
  • bertugas di daerah militer yang berisiko antraks

Apakah Gejala Antraks?
Gejala paparan antraks tergantung pada modus kontak. Gejala meliputi:

Kulit: Antraks melalui kontak dengan kulit. Jika kulit kontak dengan antraks, biasanya kulit terlihat seperti gigitan serangga. Sakit dengan cepat berkembang menjadi melepuh kemudian menjadi ulkus kulit dengan pusat hitam. Hal ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala biasanya berkembang dalam 1-5 hari setelah terpapar.

Baca Juga:  Spondilitis Ankilosa - Diagosis dan Pengobatan

Gejala-gejala antraks gastrointestinal biasanya berkembang dalam waktu seminggu dari paparan. Gejala antraks gastrointestinal meliputi:

  • mual
  • kehilangan selera makan
  • demam
  • pembengkakan di leher
  • diare berdarah
  • sakit perut yang parah

Inhalasi: Orang-orang yang menghirup antraks biasanya mengalami gejala dalam waktu seminggu. Tetapi gejala dapat berkembang cepat dalam 2 hari setelah paparan dan sampai 45 hari setelah paparan. Gejala antraks inhalasi termasuk:

  • gejala pilek
  • sakit tenggorokan
  • demam
  • otot pegal
  • batuk
  • sesak napas
  • kelelahan
  • menggigil
  • panas dingin
  • muntah

Tes untuk mendiagnosa antraks meliputi:

  • Tes darah
  • Tes kulit
  • Sampel tinja
  • Pungsi cairan tulang belakang, yang merupakan prosedur yang menguji sejumlah kecil cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang
  • Rontgen dada
  • CT scan
  • Endoskopi, yang merupakan tes menggunakan tabung kecil dengan kamera terpasang untuk memeriksa kerongkongan dan usus

Jika dokter mendeteksi antraks dalam tubuh, hasil tes akan dikirim ke laboratorium departemen kesehatan masyarakat untuk konfirmasi.

Pengobatan untuk antraks tergantung pada gejala yang ditampilkan.

Jika Anda terkena antraks tetapi Anda tidak memiliki gejala, dokter akan mulai pengobatan pencegahan. Pengobatan pencegahan terdiri dari antibiotik dan vaksin antraks.

Jika Anda telah terkena antraks dan Anda memiliki gejala, dokter akan memberikan antibiotik untuk diminum selama 60 hari.

Antraks dapat diobati dengan antibiotik jika itu diketahui pada fase awal. Masalahnya adalah bahwa banyak orang tidak mencari pengobatan sampai terlambat untuk mengobati. Tanpa pengobatan, kemungkinan kematian akibat antraks meningkat. Risiko kematian akibat antraks kulit adalah 20% jika tidak diobati. Jika Anda memiliki antraks gastrointestinal, kemungkinan kematian adalah 25 – 60% persen. Risiko kematian akibat antraks inhalasi adalah sekitar 75%.