Ankylosing spondylitis (rematik sistemik)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat – Ankylosing spondylitis adalah suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang (spine) dan sendi-sendi tulang sacroiliac (sacroiliac joints). Sacroiliac joints berlokasi pada belakang bawah dimana sakrum (tulang kelangkang, tulang yang tepat berada diatas tulag ekor) bertemu tulang-tulang ilium (tulang-tulang yang berada di kedua sisi dari bokong atas). Peradangan kronis pada area-area ini menyebabkan nyeri dan kekakuan dalam dan sekitar tulang belakang (spine). Dengan berjalannya waktu, peradangan spine yang kronis (spondylitis) dapat menjurus pada suatu penyatuan bersama sepenuhnya (fusion) dari vertebra-vertebra, suatu proses yang dirujuk sebagai ankylosis. Ankylosis menjurus pada kehilangan mobilitas dari tulang belakang (spine).

Ankylosing spondylitis adalah juga suatu penyakit rematik sistemik, yang berarti ia dapat mempengaruhi jaringan-jaringan lain diseluruh tubuh. Karena itu, ia dapat menyebabkan peradangan atau luka pada sendi-sendi tulang lain yang jauh dari spine, begitu juga pada organ-organ lain, seperti mata-mata, jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal.

Ankylosing spondylitis berbagi banyak ciri-ciri dengan beberapa kondisi-kondisi arthritis lain, seperti psoriatic arthritis, reactive arthritis, dan arthritis yang berhubungan dengan penyakit Crohn dan radang borok usus besar (ulcerative colitis). Setiap dari kondisi-kondisi arthritis ini dapat menyebabkan penyakit dan peradangan pada spine, sendi-sendi tulang lain, mata-mata, kulit, mulut, dan beragam organ-organ. Mengingat bahwa persamaan dan kecenderungan mereka menyebabka peradangan dari spine, kondisi-kondisi ini secara kolektif dirujuk sebagai “spondyloarthropathies”.

Ankylosing spondylitis adalah dua sampai tiga kali lebih umum pada pria-pria daripada pada wanita-wanita. Pada wanita-wanita, tulang-tulang sendi yang berjauhan dari spine lebih sering dipengaruhi daripada pada pria-pria. Ankylosing spondylitis mempengaruhi semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Umur yang paling umum timbulnya gejala-gejala adalah di dekade kedua dan ketiga dari kehidupan.

Gejala – gejala dan Efek dari Penyakit ini:

    • Timbulnya gejala secara insidentil/ tiba-tiba, dapat berupa: nyeri atau kekakuan pada tulang belakang. Yang pertama kali dirasakan biasanya daerah sendi panggul kemudian menjalar keatas, berturut-turut ke daerah tulang punggung bawah (daerah lumbal), daerah tulang punggung atas (thoracal), dan daerah tulang leher (cervical).
    • Peradangn spine menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang bawah , area bokong atas, leher, dan sisanya spine. Timbulnya nyeri dan kekakuan biasanya secara berangsur-angsur dan memburuk secara progresif melalui waktu berbulan-bulan
    • Hati-hati sering terjadi patah tulang pada daerah tulang punggung bawah (lumbal) dan tulang leher bagian bawah (lower cervical)
    • Jika proses penyakit berlanjut terus dapat mempengaruhi pernafasan karena ekspansi dada terganggu. Ankylosing spondylitis dapat menyebabkan peradangan dan luka goresan pada paru-paru, menyebabkan batuk dan sesak napas, terutama dengan latihan dan infeksi-infeksi. Oleh karenanya, kesulitan bernapas dapat menjadi suatu komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis.
    • Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat juga mempunyai arthritis pada sendi-sendi tulang yang lain daripada tulang belakang (spine). Pasien-pasien mugkin merasakan nyeri, kekakuan, panas, bengkak, kehangatan, dan/atau kemerahan pada tulang-tulang sendi seperti pinggul-pinggul, lutut-lutut, dan pergelangan-pergelangan. Adakalanya, tulang-tulang sendi yang kecil dari jari-jari kaki dapat meradang, atau berbentuk “sosis”. Beberapa pasien-pasien dengan penyakit ini mengembangkan Achilles tendinitis, menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang tumit, terutama jika bertolak dengan kaki ketika naik tangga-tangga. Peradangan jaringan-jaringan dari alas kaki, plantar fasciitis, terjadi lebih sering pada orang-orang dengan ankylosing spondylitis.
    • Area-area lain dari tubuh yang dipengaruhi oleh ankylosing spondylitis termasuk mata-mata, jantung, dan ginjal-ginjal. Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat mengembangkan peradangan pada iris, disebut iritis.

Iritis dikarakteristikan dengan kemerahan dan nyeri pada mata, terutama ketika melihat pada sinar-sinar yang terang. Serangan-serangan yang terjadi kembali dari iritis dapat mempengaruhi kedua mata. Sebagai tambahan pada iris, badan siliari (ciliary body) dan koroid (choroid) dari mata dapat meradang dan ini dirujuk sebagai uveitis. Iritis dan uveitis dapat menjadi komplikasi-komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis yang dapat merusak mata dan mengganggu penglihatan, dan mungkin memerlukan suatu pelayanan yang mendesak dari seorang spesialis mata (ophthalmologist).

  • Suatu komplikasi yang jarang dari ankylosing spondylitis melibatkan luka parut dari sistim elektrik jantung, menyebabkan suatu denyut jantung yang abnormal rendah. Suatu alat pemacu jantung mungkin perlu pada pasien-pasien ini untuk mempertahankan denyut jantung dan hasil (output) yang memadai. Bagian aorta yang paling dekat dengan jantung dapat meradang, berakibat pada kebocoran dari klep aorta. Pasien-pasien ini dapat mengembangkan sesak napas, kepeningan, dan gagal jantung.
  • Spondylitis yang lanjut dapat menjurus pada endapan-endapan yang disebut amyloid kedalam ginjal-ginjal dan berakibat pada kegagalan ginjal. Penyakit ginjal yang progresif dapat menjurus pada kelelahan kronis dan mual dan dapat memerlukan pembuangan racun-racun darah yang terakumulasi dengan suatu mesin penyaringan (dialysis).

Penyebab-Penyebab Ankylosing Spondylitis

Kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis dipercayai adalah diwariskan secara genetik, dan mayoritas (hampir 90%) dari pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dilahirkan dengan gen HLA-B27. Tes-tes darah telah dikembangkan untuk mendeteksi marker gen HLA-B27 dan telah memajukan pengertian kita tentang hubungan antara HLA-B27 dan ankylosing spondylitis.

Gen HLA-B27 tampaknya hanya meningkatkan kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis, dimana beberap faktor-faktor tambahan, mungkin lingkungan, adalah perlu untuk timbulnya penyakit atau menjadi jelas.

Contohnya, ketika 7% dari populasi Amerika mempunyai gen HLA-B27, hanya 1% dari populasi yang benar-benar mempunyai penyakit ankylosing spondylitis. Di bagian utara Skandinavia (Lapland), 1.8% dari populasi mepunyai ankylosing spondylitis sedangkan 24% dari populasi umum mempunyai gen HLA-B27. Bahkan diantara individu-individu yang positif HLA-B27, risiko mengembangkan ankylosing spondylitis tampaknya lebih jauh berhubungan dengan keturunan. Pada individu-individu yang positif HLA-B27 yang mempunyai saudara-saudara dengan penyakit ini, risiko mereka mengembangkan ankylosing spondylitis adalah 12% (enam kali lebih besar daripada mereka yang saudara-saudaranya tidak mempunyai ankylosing spondylitis).

Akhir-akhir ini, dua lagi gen-gen telah diidentifikasikan yang berkaitan dengan ankylosing spondylitis. Gen-gen ini disebut ARTS1 dan IL23R. Gen-gen ini tampaknya memainkan suatu peran dalam mempengaruhi fungsi imun. Diantisipasikan bahwa dengan mengerti efek-efek dari setiap dari gen-gen yang diketahui ini, peneliti-peneliti akan membuat kemajuan-kemajuan yang signifikan dalam menemukan suatu penyembuhan untuk ankylosing spondylitis.

Bagaimana peradangan terjadi dan menetap pada organ-organ dan sendi-sendi tulang yang berbeda pada ankylosing spondylitis adalah suatu persoalan dari penelitian yang aktif. Setiap individu cenderung mempunyai pola unik kehadiran dan aktivitas dari penyakit mereka sendiri.

Peradangan awal mungkin adalah suatu akibat dari aktivitas dari sistim imun tubuh oleh suatu infeksi bakteri atau suatu kombinasi dari kuman-kuman infeksi. Sekali diaktifkan, sistim imun tubuh menjadi tidak mampu untuk memadamkannya sendiri, meskipun infeksi bakteri awal mungkin telah hilang lama. Peradangan jaringan yang kronis yang berakibat dari aktivitas yang terus menerus dari sistim imun tubuh pada ketidakhadiran dari infeksi yang aktif adalah tanda dari suatu penyakit peradangan autoimun.

by totalkesehatananda.com and doktersehat.com

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Arief

    Dokter,

    Saya sudah divonis ankylosing spondilitis sejak 3 tahun lalu akan tetapi obat yang diberikan oleh dokter saya minum hanya enam bulan saja mengingat takut ginjal saya rusak. Yang jadi pertanyaan saya apakah benar penyakit ini tidak bisa disembuhkan? dan kalaupun dioperasi hasilnya tidak sebanding dengan resikonya? Mohon bantuan informasinya dok, terimakasih.

    1. dr. Vanny Bernadus

      Sensiknya ikuti Saran dokter yg menangani anda, jangan menghentikan terapi sendiri karena kekhawatiran anda sendiri, trims

    2. IIN

      saya sudah konsultasi sama dr orthopedi kayaknya kalo oprasi kalo kena tulang apa pinggul iya bisa cuma kalo kena di tulang belakang yang sulit resikonya terlalu besar mending ke dokter ortopedi deh saya aja sekarang disuruh terapi cuma lom dijalanin lom sempet … maaf kalo tulisannya salah” bukan orang kedotteran hehehehe

  2. Author
    Dokter Sehat

    @Arief

    Rajin berolahraga dapat memperlambat penyakit ini:) Makan teratur dan istirahat yang cukup. Memang betul penyakit ini tidak dapat disembuhkan tapi sebagian besar penderita tetap dapat menjalankan aktifitas normalnya sampai tua apabila menjaga kesehatan.

    Terimakasih.

  3. nana

    temen saya terkena ankylosing spondylitis…
    apa saja pantangan + yg harus dilakukan utk menjaga kesehatannya

  4. angga pambudi

    mau tanya dok,apakah ada hubunganya ankylosing dengan autoimun?mohon dijelaskan trims atas jawabanya

    1. dr. Vanny Bernadus

      Peradangan awal mungkin adalah suatu akibat dari aktivitas dari sistim imun tubuh oleh suatu infeksi bakteri atau suatu kombinasi dari kuman-kuman infeksi. Sekali diaktifkan, sistim imun tubuh menjadi tidak mampu untuk memadamkannya sendiri, meskipun infeksi bakteri awal mungkin telah hilang lama. Peradangan jaringan yang kronis yang berakibat dari aktivitas yang terus menerus dari sistim imun tubuh pada ketidakhadiran dari infeksi yang aktif adalah tanda dari suatu penyakit peradangan autoimun.

  5. iin

    saya penderita bamboo spine atau AS, setiap hari saya minum obat pereda rasa sakit karena kalo tidak minum obat saya tidak akan bisa tidur dan tidak bisa akan bergerak bebas karena sakit dan sakit nya juga pindah”, cuma sekarang saya mau tanya dok apa ada hubungan nya penyakit AS ini dengan jantung karena rasanya sejak saya sakit ini sering nafas suka ga enak, jalan jauh jadi nafas tidak teratur mengas kalo kita disini bilang, dan saya ada kolesterol selama ini kalo lagi naik ga pernah kesemutan dan sekarang jadi kelingking kiri kesemutan sudah 1 minggu apakah kalo kolesterol naek bisa juga kesemutan dok?saya rencna mau periksa jantung dan darah lagi buat checkup mohon info nya dok

    1. dr. Vanny Bernadus

      Berapa usia anda? Sesak Nafas bisa Karena gangguan jantung atau bisa juga Karena paru2. Memang pada Penderita ankylosis spondylitis bisa mengalami gejala seperti Ini. Untuk kolesterol sendiri bisa tinggi, lama2 menyebar pembuluh darah Dan Almirante darah menjadi tidak lancar, in ialah Yg mengakibatkan rasa kesemutan. Kami sarankan untuk anda, sebaiknya Lakukan pemeriksaan kembali ke dokter Yg menangani anda. Trims

      1. iin

        umur saya saat ini 33 tahun, sesak nafas baru 2 hari ini dok, oh iya sekalian saya mau tanya kalo obat untuk bamboo spain ini apa ya dok karena saya sekarang minum obat volatren 75 mili setiap malam nya karena kalo ga minum obat badan saya sakit semua, kalo leher saya dikantor suka pake penyanggah leher yang soft :)

        1. dr. Vanny Bernadus

          Kami disini tidak meresepkan obat. Kami sarankan Ibu untuk melakukan kontrol kembali ke dokter Yg menangani Ibu, trims

    2. budi

      Sy penderita AS sejak thn 97 smpai š??? ud 18thn hidup dgn penyakit ini, awal nya sangat berat ,tiap menit harus menhan sakit, komplikasi ampe pernah mata tdk ????? melihat krn sensitip bnget ama cahaya, dok mata resepkan obat “medrol 4mg” dgn “faldene flash” ternyata obat ini jd penyelamat sy dr rasa sakit, š??? mwskipun penyakit AS tdk sembuh tapi setidaknya sy bebas dr rasa sakitnya ,obatnya dikonsumsi 3hari berhenti 1minggu, utk ,eminimalkan efek sampingnya, plus tambah suplemen omega 3 utk meringankan perandangan ?ï srap tulang belakang…mudah2an ????? membntu sesama penderita Ankylosing spondylitis

  6. Olen StemCell

    Beberapa penyakit yg mungkin blm ada obatnya di dunia medis, tp ada terobosan baru yaitu Stem Sel Purtier, contat 08194872060

  7. IIN

    dok kalo sakit Ankylosing spondylitis sebaiknya kita ke dokter spesialis apa ya??
    saya ketemu penyakit ini di dokter ahli syaraf setelah saya di ronsen
    apa perlu ke penyakit tulang???
    salam
    iin

  8. Olen StemCell

    Ankylosing Spondylitis, akibat auto imun, ada harapan sembuh dengan stemsel placenta rusa, kontak 08194872060/pin bb 2608638E/WA 08888078845

  9. Bevy,Setiadi

    Dokter,saya penderita penyakit AS.5 tahun yg lalu,mata sebelah kanan saya nyeri dan kata dokter terkena penyakit uveitis.setelah sembuh,badan saya mulai pegal2 dan kaku tiap bangun pagi.terasa perih,seperti luka di tulang punggung bagian bawah.
    sampai suatu hari,leher saya tidak bisa menoleh ke sebelah kiri/kanan dan muncul tonjolan di leher bagian belakang.
    saya rutin minum obat Celebrex dan loxoprofen 2x sehari.saya juga sudah berobat ke china,tapi tidak sembuh juga.sampai sekarang,leher saya tidak bias menoleh ke kiri/kanan.postur tubuh saya juga sangat bungkuk dgn leher maju ke depan.bahkan,utk jongkok saja saya tidak sanggup.pertanyaan saya,apa benar penyakit AS tidak dapat di sembuh kan?

    1. dr. Eko B

      Selamat pagi Pak Bevy Setiadi
      Ankylosing Spondilytis merupakan penyakit autoimun yang berkaitan dengan antibodi HLA
      terapi yang diberikan bersifat meringankan gejala penyakit dengan menggunakan obat obatan DMARD (Disease Modyfying Anti Rheumatoid Drugs)
      Silakan konsultasikan dan kontrol secara rutin ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam
      Terima kasih

  10. Dr. Eko

    Selamat pagi Pak Bevy Setiadi
    Ankylosing Spondilytis merupakan penyakit autoimun yang berkaitan dengan antibodi HLA
    terapi yang diberikan bersifat meringankan gejala penyakit dengan menggunakan obat obatan DMARD (Disease Modyfying Anti Rheumatoid Drugs)
    Silakan konsultasikan dan kontrol secara rutin ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam
    Terima kasih

  11. Steven Gouw

    Selamat sore dokter dan temen” seperjuangan AS.
    Saya 28, laki asal kalbar. Saya baru selesai bertemu dgn dokter prof. Ahli rematik d Singapura . Dan dia memvonis saya terkena rematik AS.berdasarkan hasil xray bagian pinggul saya terlihat hampir menyatu.

    Jd dokter mohon ijin ya, saya ingin sharing pengalaman hidupku yg sdh pernah “sembuh” dan kambuh lagi dan ini yg ke 3 kalinya di daerah yang berbeda.

    Pertama saya jatuh sakit rematik pd umur 4 tahun bagian lutut membengkak mengandung air dalamnya, semua cara pengobatan sudah dilakukan oleh org tua saya, dan berkat petunjuk Tuhan saya bisa di “sembuhkan” d China daerah Guangzhou pada tahun 90. Cara pengobatannya adl meminum obat godokan tradisional China dan makan makanan sup tim berkasiat menambah stamina badan. Selama 1-1.5thn proses dan terjadi ke”kesembuhan”. Saya bs beraktivitas sprt anak lainnya tanpa ada rasa sakit bagian mn pun.

    Pada umur 12 penyakit saya kambuh lagi pada tumit kaki, itu karena saya beraktivitas terlalu cape krn hobi main sepak bola dan mandi waktu msh keringatan, dan saya kembali ke dokter yg d Guangzhou itu namun obatnya sdh tdk dapat menyembuhkan penyakit rematik bagian tumit. Akhirnya saya d kenalkan ke dokter yg ada di Beijing, mereka memberikan obat rempah namun sdh di buat dlm bentuk kapsule dan saset tinggal di seduh air panas. Yg obatnya terdiri 4 macam, kapsul, saset, obat godokan d tempat yg sdh d isi ke dlm botol tinggal di panasin dan d minum, dan obat olahan dari tanduk rusa yg tinggal di seduh air panas. Saya konsumsi selama hampir 1 tahun dan tetap rutin makan makanan sup yg bergizi dari jenis soup” yg ada di China dan hal hasilnya saya “sembuh” dan tidak sakit sama sekali, terhitung dari ke”sembuhan” itu saya tetap minum obatnya hingga tahun ke 2 sampai akhirnya saya berhenti minum lagi dan saya bs beraktivitas sprt anak remaja normalnya hingga menamamatkan perguruan tinggi di China dgn nilai skripsi terbaik 90 kategori A+.

    Krn pengaruh pergaulan, saya lupa diri akan sakit rematik saya, saya belajar minum alkohol sprt beer dan cocktail. Dimana situasi tuntutan kerja yg tinggi, yg terlalu cape dan memakan seafood nemenin tamu dan nge beer d saat merasa stres dgn tekanan pekerjaan. Rasa tidak rasa penyakit saya kambuh utk ke 3 kalinya di desember 2015 ini, sakit pada leher belakang dan kedua bahu tangan saya, sdh 3 bulan hingga hari ini saya sambil menulis artikel ini. Jadi bagi pembaca sekalian, menurut dr pengalaman saya penyakit ini bisa di “sembuh”kan dengan salah satu cara obat yang anda konsumsi bukanlah obat anti sakit, namun harus obat yang bener bener melawan rematik jenis anda. Terus ke 2 antibodi kita harus di kuatkan kembali dengan mengkonsumsi makanan soup yg bergizi untuk melawan “virus” rematik ini. Ke 3 fisioterapi ataupun olah raga ringan d rmh secara rutin.

    Saya sendiri juga sedang menganalisa perbandingan pengobatan Western dengan kedokteran China.

    Western d Jakarta atau di Singapura dokternya sama pandangan mereka:
    1. Tidak ada pantangan makanan karena penyakit as tdk ada hubungan besar dengan asupan makanan.
    2. Tidak ada rekomendasi makanan utk pemulihan penyakit as ini.
    3. Di sarankan olah raga dan berenang.
    4. Pengobatan obatan yang di kasih hampir sama fungsinya, hanya beda merek dan dosisnya.
    Umumnya yg di kasih 3 jenis obat, obat anti sakit+rematik, pelentur agar tdk kaku, dan obat maag.
    5. Jgn stress dan kerja terlalu cape.

    Dari China penanganannya yang saya alami utk penyakit rematik as atau sejenis:
    1. Pantangan utama dr makanan: hindari makanan mengandung kolesterol sprt seafood, alkohol, minuman dingin es dan Kacang”an.
    2. Pantang minum obat anti sakit kepanjangan waktu.
    3. rekomendasi asupan makanan perbanyak makan sayur” hijau, soup dim yg berkasiat menambah pemulihan kebugaran stamina tubuh agar anti bodi kita kuat melawan sakit rematik ini.
    4. Olahraga senam pagi.
    5. Tidak boleh kedinginan dan kecapean. Hindari Ac yg terlalu dingin. Saya d rmh set 24siang-28celcius pd malam hari.

    Note:
    Menurut pendapat pribadi saya, rematik as ini bisa di tekan hingga tertidur yang saya sebut “sembuh” seperti tanpa minum obat terus menerus dan bs beraktivitas kembali sprt manusia normal sedia kalanya.
    Untuk setiap pantangan dr dokter china apabila di langgar indikasi utk memunculkan kembali rematik nya sangat besar kemungkinan.

    Hindari ketergantungan dengan antibiotik anti sakit karena menurut saya itu kesembuhan semu, memanipulasi diri kita tdk lagi sakit. Namun percaya atau tidak obat anti sakit yg pernah saya konsumsi dlm kepanjangan waktu yang ada memunculkan sakit pada bagian lain dan dosis anti sakit akan meningkat.

    Bisa atau tidak bisa di sembuhkan penyakit rematik as ini hanya Dia yang dapat menjawabnya. Apabila kita Imani bs sembuh maka Dia akan menyembuhkan kita..

    Ayo semangat mari kita berjuang bersama utk kesembuhan diri kita dari penyakit rematik as ini.

    085391907779 steven

  12. Pingback: Komplikasi Penyakit Rheumatoid Arthritis – Kumpulan Askep

  13. Pingback: Komplikasi Rheumatoid Arthritis Adalah – Kumpulan Askep

  14. Pingback: Komplikasi Spondilitis Tbc – Kumpulan Askep

  15. Pingback: Komplikasi Spondilitis Tuberkulosis – Kumpulan Askep

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *