Angka Kematian Ibu yang Melahirkan di Indonesia Semakin Menurun

DokterSehat.Com – Meskipun dianggap sebagai hal yang ditunggu-tunggu, proses persalinan adalah waktu dimana wanita sedang mempertaruhkan nyawanya. Kita tentu sering mendengar fakta dimana ibu yang bersalin harus menahan rasa sakit yang sebenarnya berkali-kali lipat dari yang mampu ditahan oleh tubuh, bukan? Karena alasan inilah kini banyak pakar kesehatan yang berusaha sebisa mungkin mengusahakan proses persalinan yang aman agar ibu dan bayi bisa selamat.

doktersehat-usg-hamil-dokter-menurunkan-berat-badan

Beruntung, keseriusan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan ibu dan anak dalam proses persalinan ternyata mulai memberikan hasil yang positif. Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, angka kematian ibu yang melakukan persalinan diyakini telah semakin menurun dalam dua decade terakhir. Bahkan, dari data yang dikeluarkan oleh Institute of Health Metrics and Evaluation, University of Washington, yang berada di kota Seattle, Amerika Serikat, angka kematian ibu bersalin di tanah air menurun hingga 52 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata dunia yang mencapai 29 persen.

Christoper Murray, Direktur dari institusi yang mengeluarkan data ini berkata jika pembangunan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, telah berperan besar dalam dunia kesehatan, termasuk dalam memastikan keselataman ibu yang melakukan persalinan. Hal ini tentu akan menjadi berita bagus bagi banyak pasangan yang was-was akan proses persalinan karena tenaga medis di Indonesia sudah termasuk sangat siap dan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan keselamatan ibu dan anak.

Jika dibandingkan dengan Negara-negara tetangga lainnya, angka persentasi kematian ibu bersalin di Indonesia memang menurun dengan drastis. Namun, dalam realitanya masih ada 8.937 ibu yang meninggal saat bersalin pada tahun 2015. Jumlah ini tentu sangat kontras dengan yang ada di Singapura yang hanya 2 jiwa (menurun 25 persen), Jepang yang hanya 66 jiwa (menurun 59 persen), Malaysia yang hanya 313 jiwa (menurun 30 persen), atau bahkan Thailand yang hanya 143 jiwa (menurun 67 persen). Namun, melihat tingginya populasi di Indonesia dan masih banyaknya kendala kesehatan yang masih diusahakan untuk diselesaikan oleh berbagai pihak, penurunan persentase yang sangat signifikan ini tentu harus kita apresiasi.