Angin Duduk/ Angina – Pengertian dan Gejala

Angin duduk adalah suatu ketidaknyamanan dada yang khas di dada akibat proses penyempitan arteri koroner di jantung sehingga otot-otot jantung kurang mendapatkan pasokan darah. Angin duduk atau angina sendiri sering kita lihat di televisi atau film sebagai suatu adegan dramatis. Tapi dalam kehidupan nyata, gejala dapat lebih halus dan sulit untuk dikenali. Karena serangan jantung dan gejala angina sangat mirip, mungkin sulit untuk mengatakan apa yang terjadi.

doktersehat-angin-duduk-angina

Dengan mengetahui perbedaan dan alasan yang melatarbelakanginya, maka kita dapat mencari pengobatan lebih cepat, dan memperpanjang usia.

Angina merupakan tanda peringatan tubuh Anda bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan jantung Anda. Itu berarti jantung Anda semakin kurang darah dan tubuh Anda membutuhkan asupan untuk berfungsi dengan baik. Angina sering dipicu oleh emosi yang kuat, tenaga fisik, suhu ekstrem panas dan dingin, atau makan yang terlalu banyak.

Gejalanya bisa berupa:

  • tekanan dada atau nyeri dada
  • dada seperti diremas-remas
  • rasa penuh di tengah dada
  • nyeri atau ketidaknyamanan di bahu, lengan, punggung, leher, atau rahang
  • diikuti keringat dingin

Gejala Angin Duduk dan Serangan Jantung
Sekitar 715.000 orang Amerika memiliki serangan jantung setiap tahun, menurut CDC. Hal ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat atau dibatasi, sering dengan gumpalan pembuluh darah arteri. Kekurangan oksigen, akan menyebabkan rasa nyeri karena kerusakan otot jantung, dan akibat paling buruk adalah kematian otot jantung..

Sebuah studi di American Journal of Critical Care 2008 menemukan nyeri dada yang paling sering dilaporkan adalah dari gejala serangan jantung, dan 61 % dari 256 peserta mengatakan gejala nyeri dada tersebut konstan.

Nyeri dada dilaporkan dalam berbagai bentuk, termasuk:

  • rasa tidak nyaman
  • tertekan
  • sesak
  • terbakar
  • rasa penuh di dada
Baca Juga:  Infeksi Menular Seksual - Pengobatan dan Pencegahan

Jika sebelumnya belum pernah mengalami angina, pasien sering tidak yakin dengan apa yang dirasakannya, dan tidak memiliki ketakutan apapun, karena masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak Semua Gejala Sama
Penelitian yang sama menemukan wanita sekitar 8 tahun lebih tua daripada pria ketika mereka memiliki masalah jantung dan lebih mungkin untuk melaporkan intensitas yang lebih tinggi terhadap 5 gejala:

  • Gangguan pencernaan
  • Palpitasi (jantung berdetak kencang)
  • Mual
  • Mati rasa di tangan
  • Kelelahan yang tidak biasa dan kelelahan yang luar biasa

Penelitian ini menemukan 21% wanita dan 10% pria tidak mengalami gejala sama sekali. Gejala khas kurang untuk kedua jenis kelamin dapat mencakup ketidaknyamanan di leher, lengan, rahang, punggung, atau perut; sesak napas; pusing; atau keringat dingin.

Pria dan wanita dapat merespon secara berbeda dengan gejala serangan jantung, terutama jika gejala tidak jelas. Tapi jika Anda memiliki gejala yang konsisten dengan serangan jantung, jangan hanya berdiam diri di rumah. Pergi ke rumah sakit.