Anemia – Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika darah tidak memiliki sel-sel darah merah atau hemoglobin yang cukup. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Jika seseorang memiliki terlalu sedikit sel-sel darah merah, atau hemoglobin, atau sel darah merah berbentuk tidak normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

doktersehat-anemia-kurang-darah

Gejala anemia adalah kelelahan karena organ tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen untuk berfungsi dengan baik.

Anemia adalah kondisi kelainan darah yang paling sering di Indonesia dan dapat menyerang siapa saja khususnya wanita, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit kronis. Faktor penting untuk diingat adalah:

  • Bentuk tertentu dari anemia adalah merupakan penyakit keturunan dan bayi mungkin dapat terkena setelah kelahirannya.
  • Wanita usia produktif (ketika masih mengalami menstruasi) sangat rentan terhadap anemia defisiensi besi karena kehilangan darah dari menstruasi serta tuntutan pasokan darah yang meningkat selama kehamilan.
  • Orang dewasa yang lebih tua juga mungkin memiliki risiko lebih besar terkena anemia karena pola makan yang buruk dan kondisi medis lainnya.

Ada banyak jenis anemia yang sangat berbeda dalam penyebab dan penanganannya. Anemia defisiensi besi, jenis yang paling sering, dapat diobati dengan pola makan (banyak makanan berdaging merah seperti daging sapi, gandum, dan sayur hijau seperti bayam) dan suplemen zat besi. Beberapa bentuk anemia – seperti anemia yang terjadi selama kehamilan – dapat dianggap normal, konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai anemia pada kehamilan. Namun, beberapa jenis anemia dapat menimbulkan masalah kesehatan seumur hidup.

Apa Penyebab Anemia?
Ada lebih dari 400 jenis anemia, yang terbagi menjadi tiga kelompok:

  • Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah
  • Anemia yang disebabkan oleh produksi sel darah merah menurun atau rusak
  • Anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah yang berlebih

Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan, dapat terjadi perlahan-lahan selama jangka waktu yang panjang, dan bisa tidak terdeteksi. Perdarahan seperti itu disebut dengan perdarahan kronis dan biasanya akibat dari:

  • Perdarahan gastrointestinal seperti wasir/ambeien, gastritis (radang lambung), dan kanker di saluran cerna (kanker usus, kanker lambung, dan lain-lain)
  • Penggunaan obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) seperti ibuprofen, parasetamol, asam mefenamat, dan obat anti nyeri lainnya yang dijual bebas di warung. Obat-obatan ini dapat mengikis dinding lambung dan menyebabkan perdarahan di dalam lambung
  • Menstruasi, terutama jika perdarahan menstruasi yang berlebihan
  • Perdarahan pasca persalinan pada wanita
  • Perdarahan karena kondisi cacingan pada anak

Anemia yang Disebabkan oleh Penurunan Produksi Sel Darah Merah
Dengan jenis anemia, tubuh dapat memproduksi terlalu sedikit sel darah atau sel darah mungkin tidak berfungsi dengan baik. Sel darah merah mungkin rusak atau menurun karena sel-sel darah merah yang abnormal atau kurangnya mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Kondisi yang berhubungan dengan penyebab anemia ini meliputi berikut ini:

  • Anemia sel sabit
  • Anemia defisiensi besi
  • Kekurangan vitamin B dan asam folat
  • Ada masalah pada sumsum tulang
  • Kondisi kesehatan lainnya seperti gagal ginjal kronik sehingga produksi eritropoetin yaitu hormon pemicu pembentuk sel darah merah tidak adekuat dibuat oleh ginjal
  • Malaria sehingga bentuk sel darah merah tidak normal

Anemia Sel Sabit
Anemia sel sabit adalah kelainan bawaan yang sering terjadi. Sel darah merah menjadi bulan sabit karena adanya cacat genetik. Sel darah merah membelah diri dengan cepat, sehingga oksigen tidak sampai ke organ tubuh, menyebabkan anemia. Sel-sel darah merah berbentuk bulan sabit juga bisa terjebak dalam pembuluh darah kecil sehingga menyebabkan penyumbatan, dan berakhir dengan rasa nyeri hebat pada organ yang tidak didarahi.

Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi terjadi karena kurangnya zat besi mineral dalam tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen ke organ-organ tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup hemoglobin untuk sel darah merah. Hasilnya adalah anemia kekurangan zat besi. Jenis anemia ini dapat disebabkan oleh:

  • Kurang makan makanan bergizi, terutama pada bayi, anak-anak, remaja, dan vegetarian. Zat besi banyak terkandung pada makan makanan seperti daging merah, bayam, kangkung, gandum, dan kacang-kacangan
  • Tuntutan metabolisme kehamilan dan menyusui yang menguras cadangan besi wanita
  • Menstruasi atau haid
  • Sering donor darah
  • Penyakit pada saluran cerna seperti penyakit Crohn atau operasi pengangkatan sebagian dari lambung atau usus kecil
  • Obat tertentu, makanan, dan minuman berkafein
Baca Juga:  Serangan Jantung - Epidemiologi dan Patofisiologi

Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat
Kedua vitamin ini (B12 dan asam folat) diperlukan untuk membuat sel-sel darah merah.

  • Anemia megaloblastik: kekurangan Vitamin B12 atau asam folat atau bahkan keduanya
  • Anemia pernisiosa: penyerapan vitamin B12 yang buruk di usus, disebabkan oleh kondisi seperti penyakit Crohn, infeksi parasit di usus, operasi pengangkatan bagian dari perut atau usus, atau infeksi HIV
  • Kurangnya asupan makanan: Makan yang terlalu sedikit atau tanpa daging dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12, sementara makan terlalu sedikit sayuran dapat menyebabkan kekurangan folat.
  • Kehamilan, penyalahgunaan alkohol, dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12 dan asam folat

Selama awal kehamilan, asam folat yang cukup dapat membantu mencegah janin dari cacat medula spinalis dan tulang belakang seperti bifida.

Beberapa sel darah induk yang ditemukan dalam sumsum tulang nantinya akan berkembang menjadi sel darah merah. Jika sel-sel darah induk terlalu sedikit, rusak, atau tergantikan sel-sel lain seperti sel-sel kanker metastatik, atau sel leukimia, maka anemia bisa terjadi. Anemia yang disebabkan dari masalah di sumsum tulang atau di sel induknya antara lain:

  • Anemia aplastik terjadi jika jumlah sel-sel induk yang kurang atau tidak ada. Anemia aplastik dapat diwariskan, dapat terjadi tanpa sebab yang jelas, atau dapat terjadi ketika sumsum tulang terluka oleh obat, radiasi, kemoterapi, atau infeksi.
  • Thalassemia terjadi ketika sel darah merah tidak bisa matang dan tumbuh dengan baik. Thalassemia adalah kondisi warisan yang biasanya mempengaruhi orang dari keturunan Mediterania, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Kondisi keparahan dapat bervariasi dari ringan sampai mengancam nyawa; bentuk yang paling parah disebut anemia Cooley.
  • Paparan Timbal adalah racun bagi sumsum tulang, yang menyebabkan sel-sel darah merah semakin sedikit. Keracunan timbal terjadi pada orang dewasa dari paparan lingkungan kerja dan pada anak-anak yang makan pewarna buatan dari jajan sembarangan.

Anemia Akibat Penyakit Kronis
Anemia berhubungan dengan kondisi lain biasanya terjadi ketika terlalu sedikit hormon yang diperlukan untuk produksi sel darah merah. Kondisi menyebabkan jenis anemia meliputi:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit kronis lainnya, seperti kanker, infeksi, penyakit lupus, diabetes, dan rheumatoid arthritis
  • Usia tua

Anemia Disebabkan oleh Penghancuran Sel Darah Merah
Ketika sel-sel darah merah yang rapuh dan tidak bisa menahan tekanan, sel darah merah akan pecah dan hancur secara prematur (sebelum waktunya), yang disebut anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari. Kadang-kadang penyebabnya tidak diketahui. Penyebab anemia hemolitik dapat mencakup:

  • Kondisi warisan, seperti anemia sel sabit dan talasemia
  • Stresor seperti infeksi, obat-obatan, racun ular atau laba-laba atau kelajengking, atau makanan tertentu
  • Racun penyakit liver atau penyakit ginjal
  • Serangan sistem kekebalan tubuh (disebut eritroblastosis fetalis ketika terjadi pada janin dari wanita hamil)
  • Cangkok vaskular, katup jantung prostetik, tumor, luka bakar parah, paparan bahan kimia tertentu, tekanan darah tinggi yang berat, dan gangguan pembekuan darah
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, pembesaran limpa justru menjadi perangkap untuk menghancurkan sel darah merah seperti pada penyakit malaria, atau demam berdarah

Penanganan
Anemia akan ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasari. Ketika kadar hemoglobin <7 gram/dl, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan transfusi. Karena penyebab terbanyak dari anemia adalah kekurangan zat besi, maka sangat disarankan sebagai penanganan paling sederhana, perbanyaklah konsumsi makan makanan yang mengandung zat besi.

Anemia yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari sebaiknya mendapatkan penanganan khusus untuk opnam di rumah sakit supaya dicari dengan pasti penyebabnya, mengingat penyebab anemia sangat banyak sebagaimana dijelaskan pada artikel di atas.