Mengenal Andropause dan Pengaruhnya pada Kemampuan Seks Pria

doktersehat naikkan libido pria

DokterSehat.Com – Memasuki usia 50 tahun wanita akan mengalami penurunan kemampuan seksual dan ketidakmampuan untuk menghasilkan sel telur. Pada tahap ini wanita mulai berhenti menstruasi dan tubuhnya mengalami penurunan estrogen. Apa yang terjadi pada wanita ini disebut fase menopause atau fase penurunan fungsi seksual dan reproduksi.

Nah, kalau wanita mengalami penurunan fungsi seksual dan reproduksi, bagaimana dengan pria. Apakah seiring dengan berjalannya waktu ada perubahan yang membuat pria jadi tidak bisa berhubungan badan dan menghasilkan sperma yang berkualitas? Jawabannya adalah ada. Pria juga memiliki kondisi mirip menopause atau banyak ahli menyebutnya dengan andropause.

Mengapa pria alami andropose?

Kalau wanita mengalami penurunan estrogen dan ovarium tidak lagi menghasilkan sel telur, lantas pada pria bagaimana mekanismenya? Pada pria, perubahan hormon juga berperan besar menyebabkan kondisi andropause yang sangat ditakuti ini. Saat kadar testosteron menurun cukup signifikan ada penurunan kemampuan seksual dan reproduksi pada pria.

Penurunan testosteron bisa terjadi secara alami pada pria saat usianya menginjak 30 tahun. Menurut penelitian, setiap tahun kadar hormon ini akan menurun sebanyak satu persen. Kalau dalam waktu dua puluh tahun pria tidak bisa menjaga kesehatannya, ada kemungkinan terjadi penurunan hormon hingga 20 persen.

Mau tidak mau, suka tidak suka, pria akan mengalami penurunan kemampuan seksual dan reproduksi. Mereka akan mengalami gangguan ini perlahan-lahan hingga kemampuan seksual dan reproduksi tidak bisa sama sekali.

Pemicu andropause datang lebih cepat

Selain masalah penurunan testosteron di dalam tubuh, ada beberapa hal lain yang bisa memicu terjadinya andropause lebih cepat.

  • Obesitas yang terjadi pada tubuh dalam jangka waktu cukup lama. Kadar lemak yang tinggi pada pria bisa menyebabkan gangguan pada penurunan kadar hormon testosteron.
  • Pola makan yang tidak baik dan cenderung banyak mengonsumsi lemak serta karbohidrat ketimbang mengonsumsi protein, buah, dan sayur.
  • Kondisi fisik yang menurun akibat jarang berolahraga. Dengan berolahraga tubuh bisa jadi kuat dan peredaran arah di dalam tubuh bisa berjalan dengan lancar.
  • Alkohol dan rokok. Dua hal ini harus dijauhi bagaimana pun caranya agar kondisi andropause bisa dicegah.
  • Stres dan tekanan pikiran lainnya.

Tanda-Tanda andropause

Ada beberapa tanda andropause yang harus diperhatikan agar pria bisa mewaspadainya dan mencegah kondisinya agar tidak terlalu parah. Berikut tanda-tanda andropause selengkapnya.

  • Libido atau gairah seksual yang menurun. Kondisi ini bisa terjadi karena testosteron yang memengaruhi kemampuan seks pria kadarnya anjlok. Kalau pria sudah mulai mengalami penurunan libido, mereka harus lebih waspada.
  • Kemampuan ereksi akan menurun di semua situasi. Salah satu penurunan itu terjadi saat pria bangun tidur atau ereksi spontan yang kerap terjadi. Saat bercinta, pria juga alami gangguan karena susah pertahankan ereksi secara maksimal.
  • Sering merasa lelah padahal tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat.
  • Tidak subur.
  • Penurunan masa otot secara masif
  • Depresi dan tekanan pikiran yang besar.
  • Kenaikan volume lemak di tubuh khususnya area perut dan juga bokong.

Cara mengatasi andropause

Kondisi andropause atau menopause ala pria ini mungkin alami dan bisa terjadi dengan sendirinya. Namun, bukan berarti tidak bisa dicegah agar tidak datang lebih awal dari waktu normalnya. Berikut cara mencegah andropause.

  • Menjaga kadar lemak di dalam tubuh dengan baik. Normalnya lemak yang ada di dalam tubuh kurang dari 25 persen. Kalau kadar lemak lebih dari ini ada kemungkinan terjadi penurunan testosteron dengan cepat.
  • Olahraga rutin harus dilakukan minimal 3 kali sehari untuk jenis aerobik atau angkat beban. Pria bisa memilih sendiri jenis olahraga yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Gaya hidup sehat ini terdiri dari gaya hidup yang bisa mencegah alkohol, rokok, atau mungkin junk food untuk masuk dengan bebas.
  • Rutin memeriksakan kesehatan alat vital. Kesehatan ini mencakup kesehatan di luar seperti sanitasi dan ada atau tidaknya penyakit menular seperti HPV hingga gonore.
  • Perhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. Selain menghindari gula dan lemak yang berlebih, pria disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kayak akan potasium dan juga seng seperti pisang dan seafood.

Demikianlah sedikit ulasan tentang andropause. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda semua yang ingin tetap aktif secara seksual di usia senja.