Andai Pasangan Tak Kunjung Hamil, Ada Baiknya Suami Segera Memeriksakan Kondisi Kesuburannya

DokterSehat.Com – Bagi pasangan suami istri, adanya anak tentu akan menjadi penyempurna mahligai perkawinannya. Sayangnya, banyak pasangan suami istri yang harus menunggu hingga waktu yang sangat lama untuk mendapatkan keturunan. Banyak pakar kesehatan yang menyebutkan jika kondisi ini disebabkan oleh masalah kesuburan atau infertilitas. Sebagai informasi, andai seorang suami istri yang telah menikah dan tidak berpikir untuk menunda kehamilan namun tidak kunjung mendapatkan kehamilan hingga 12 bulan lamanya meskipun rutin berhubungan intim, maka bisa jadi mereka mengalami masalah infertilitas.

doktersehat-french-kiss-ciuman-air-liur-tularkan-penyakit-seksual-menular

Pakar kesehatan Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) yang berasal dari Klinik Smart IVF menyeutkan jika ada 15 persen pasangan suami istri pada usia subur yang mengalami masalah kesuburan ini. Persentase ini cukup besar dan diyakini dipengaruhi oleh berbagai hal, khususnya gaya hidup yang tidak sehat atau memang ada gangguan kesuburan yang cukup parah diantara pasangan tersebut. Sayangnya, dalam budaya tanah air, yang cenderung disalahkan andai pasangan tidak segera mendapatkan keturunan biasanya adalah dari pihak wanita. Padahal, menurut pakar kesehatan, 35 persen penyebab kasus infertilitas pada pasangan suami istri adalah dari pihak laki-laki.

Beruntung, perkembangan pola pikir di jaman modern membuat kini semakin banyak pasangan yang menyadari jika andai terjadi masalah infertilitas, maka yang harus pertama kali memeriksakan kondisi kesuburannya adalah dari pihak suami. Para suami harus segera memeriksakan kondisi kualitas dan kuantitas spermanya karena hal ini bisa berpengaruh 35 persen dari faktor kesuburan. Setelah itu, barulah wanita bisa diperiksa andai kondisi kesuburan pria dianggap cukup baik.

Pakar kesehatan menyebutkan jika gangguan kesuburan terbesar bagi kaum wanita adalah gangguan ovulasi atau masalah kematangan sel telur dimana porsentasenya bisa mencapai 30 hingga 40 persen masalah kesuburan. Selain itu, ada pula masalah lain layaknya adanya penyumbatan saluran telur, munculnya kista, dan berbagai masalah kesuburan lainnya.