Anak Yang Mengikuti Klub Olahraga Belum Tentu Banyak Bergerak

DokterSehat.Com – Setiap orang tua tentu tidak ingin mendapati anaknya tetap dalam kondisi yang bugar dan sehat setiap saat. Untuk memastikan hal ini, banyak orang tua yang mengirimkan anaknya ke klub-klub olahraga di luar jam sekolah untuk memastikan bahwa anaknya mendapatkan porsi olahraga yang cukup setiap harinya. Selain itu, adanya potensi bahwa anaknya bisa menjadi atlet profesional di masa depan jika ternyata dianggap cukup berbakat membuat banyak klub olahraga dilirik oleh orang tua. Namun, pakar kesehatan justru berkata jika meskipun anak mengikuti klub olahraga, belum tentu mereka mendapatkan porsi olahraga yang cukup. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-autis-autisme

Sebuah penelitian yang dirilis oleh Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menyebutkan jika anak-anak sebaiknya melakukan aktifitas fisik setidaknya 60 menit sehari. Sayangnya, hanya 25 persen dari anak-anak yang mengikuti klub olahraga yang mendapatkan waktu latihan fisik yang direkomendasikan pakar kesehatan tersebut. Dalam penelitian tersebut, rata-rata anak hanya akan melakukan latihan fisik hingga 45 menit saja. Memang, angka ini terlihat cukup baik, namun, anda tentu akan terkejut jika anak-anak hanya akan berdiri atau duduk-duduk saja selama 30 menit karena mendengarkan instruksi dari pelatihnya.

Adanya fakta ini berarti anak-anak tidak benar-benar cukup bergerak dan berlatih dengan porsi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatannya. Bahkan, andai diantara klub olahraga melakukan kompetisi, biasanya hanya sebagian anak yang dianggap berprestasi akan mengikuti latihan intens dan sebagian lainnya hanya akan menjalankan waktu latihannya seperti biasanya.

Andai anak anda tidak memiliki waktu atau bahkan dana untuk memasuki klub olahraga, pakar kesehatan menyarankan anak anda untuk banyak melakukan aktifitas fisik, khususnya dengan bermain bersama teman-temannya di sore hari di luar rumah alih-alih menempatkan mereka di tempat les yang membuat mereka duduk kembali mendengarkan pelajaran. Melakukan permainan dengan hati yang ceria, apalagi jika dilakukan di tempat yang banyak pepohonan hijau dan udara bersih diyakini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik anak-anak secara keseluruhan.