Anak yang Ikut Pramuka Cenderung Lebih Sehat Saat Tumbuh Dewasa

DokterSehat.Com– Memperingati Hari Pramuka yang jatuh setiap tanggal 14 Agustus di Indonesia ini, kita tentu melihat cukup banyak postingan netizen di media sosial yang membahas tentang pengalamannya dalam melakukan salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah ini. Meskipun kerap dianggap sebagai kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan perkemahan atau kehidupan di alam bebas, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada cukup banyak manfaat dari kegiatan ini. Salah satunya adalah anak-anak yang ikut kegiatan pramuka cenderung lebih sehat saat tumbuh dewasa nantinya.



Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Chris Dibben yang berasal dari University of Edinburgh, Skotlandia. Dalam penelitian ini, sekitar 10 ribu warga Inggris yang terlahir pada bulan November 1958 dilibatkan. Dari semua partisipan ini, diketahui bahwa 28 persen diantaranya ikut kegiatan pramuka saat kecil. Yang menarik adalah, 15 persen diantaranya ternyata cenderung terbebas dari gangguan kecemasan atau gangguan mood saat usianya mencapai 50 tahun jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti pramuka saat kecil.

Dibben menyebutkan bahwa banyak orang yang tidak menduga manfaat kegiatan pramuka yang ternyata masih bisa dirasakan setelah bertahun-tahun lamanya. Dengan melakukannya, kita bisa mendapatkan pendidikan kemandirian, menyelesaikan masalah, hingga keinginan untuk belajar sendiri anpa disuruh. Selain itu kegiatan pramuka yang lebih sering dilakukan di luar rumah juga membuat tubuh lebih aktif layaknya berolahraga.

Jurnal kesehatan berjudul Journal of Epidemiology and Community Health menyebutkan bahwa mereka yang aktif di kegiatan pramuka memang cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik saat dewasa. Mereka juga cenderung tak mudah terkena gangguan jiwa. Melihat adanya berbagai manfaat ini, dukunglah anak yang sedang menjalani kegiatan pramuka karena memang bisa memberikan banyak manfaat bagi mereka.