Anak Perempuan Suka Mencoba Kosmetik? Waspada Gangguan Pada Kecerdasannya

DokterSehat.Com – Bagi orang tua yang memiliki anak perempuan, tentu pernah melihat anaknya mencoba kosmetik yang digunakan oleh ibunya. Pada dasarnya, perempuan, meskipun masih anak-anak, memang tertarik dengan hal-hal yang membuatnya terlihat cantik. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, penggunaan kosmetik ini ternyata bisa membahayakan kesehatan anak perempuan.



Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pam Factor-Litvak dari Columbia University’s Mailman School of Public Health di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kosmetik ternyata memiliki kandungan phthalates. Yang menjadi masalah adalah, kandungan phthalates ini bisa menurunkan fungsi tiroid pada anak perempuan. Jika anak mencoba untuk menggunakan kosmetik ini, dikhawatirkan hal ini akan berpengaruh buruk pada kecerdasannya.

Menurut Factor-Litvak, hormon tiroid ternyata memiliki peran penting dalam mengendalikan pekembangan otak sekaligus mempengaruhi emosi. Jika fungsi dari hormon ini menurun, perkembangan otak dan emosi anak tentu akan mendapatkan dampak buruk. Sebagai contoh, anak akan lebih mudah mengalami depresi, kecemasan, gangguan perilaku, serta gangguan metabolisme. Karena alasan inilah, ada baiknya orang tua memberikan pemahaman pada anak agar tidak mencoba-coba kosmetik ini secara sembarangan.

Tak hanya ada pada produk kosmetik, kandungan phthlates juga bisa ditemukan pada produk lainnya layaknya shampoo, parfum, cat kuku, hingga mainan. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya orang tua mulai berhati-hati dalam membeli produk-produk tersebut. Di pasaran sendiri, masih ada kosmetik yang tidak memiliki kandungan phtlates yang tentu jauh lebih aman untuk digunakan oleh orang dewasa atau anak-anak.

Apakah anak laki-laki juga bisa mendapatkan dampak buruk dari paparan phthalates ini? Menurut penelitian Factor-Litvak yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Environment International ini, belum diketahui kaitan atau pengaruh dari paparan senyawa ini. Bisa jadi, hal ini disebabkan oleh kecenderungan gangguan tiroid yang lebih sering muncul pada anak perempuan. Hanya saja, Factor-Litvak akan tetap melakukan penelitian lanjutan untuk mencari tahu hal tersebut.