Obat Ampicillin – Dosis & Penggunaan untuk Dewasa dan Anak

Obat Ampicillin-doktersehat

Ampicillin obat apa? Nama obat Ampicillin barangkali sudah tidak asing lagi untuk Anda. Obat Ampicillin adalah obat yang cukup banyak dijumpai di apotek dan sering digunakan untuk terapi infeksi bakteri. Obat Ampicillin adalah antibiotik yang bisa digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit meningitis, salmonellosis, dan endocarditis. Banyaknya manfaat Ampicillin ini membuat obat ini sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati pasien yang terkena infeksi bakteri tertentu.

Obat Ampicillin adalah obat yang sering ditemui di pasaran. Namun, karena obat ini merupakan golongan obat antibiotik, tentu saja penggunaan dan dosis Ampicillin harus benar-benar diperhatikan agar tidak ada reaksi kekebalan hingga efektivitas obat menurun.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat Ampicillin ini. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang obat Ampicillin terkait komposisi Ampicillin, dosis Ampicillin, fungsi Ampicillin, dan manfaat Ampicillin, berikut pembahasan lengkap tentang obat Ampicillin ini untuk Anda.

Nama: Ampicillin
Nama dagang: Ampi, Omnipen, Penglobe, Principen
Kelas: Penicillin, Amino

Anda tentu sudah mengetahui Ampicillin obat apa dari penjelasan pendahuluan di atas. Obat Ampicillin adalah antibiotik yang digunakan untuk mencegah dan mengobati beberapa jenis infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, meningitis, infeksi bakteri salmonella, dan endokarditis (infeksi pada lapisan endokard/lapisan paling dalam pada otot jantung).

Berikut ini adalah dosis Ampicillin yang perlu diperhatikan oleh pasien yang menderita infeksi bakteri. Dosis ini adalah dosis umum dan dosis yang disarankan oleh dokter bisa saja berbeda, tergantung dari kondisi tubuh dan kesehatan pasien.

Obat Ampicillin: Dosis Ampicillin untuk Dewasa

Dosis umum untuk panduan:

  • Peroral (diminum): 250–500 mg setiap 6 jam
  • Intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah vena)/Intramuskuler (disuntikkan ke otot): 1–2 gram setiap 4–6 jam (intravena disingkat IV, intramuskuler disingkat IM)

Profilaksis Endokarditis

  • 2 g IV/IM (bisa ditambahkan gentamisin 1,5 mg/kg) dalam 30 menit sebelum prosedur
  • Panduan AHA terbaru yang direkomendasikan hanya untuk pasien berisiko tinggi

Infeksi Saluran Kemih (kecuali Gonorrhea)

  • Dosis ampisilin: 500–2000 mg IV setiap 6 jam

Infeksi Traktus Gastrointestinal

  • Dosis ampisilin 500 mg IV setiap 6 jam

Infeksi Gonorrhea

  • Dosis ampisilin: 3500 mg IV diberikan secara simultan dengan 1 gram probenesid

Infeksi Traktus Respirasi (Saluran Napas)

  • Dosis ampisilin: 250 mg IV setiap 6 jam

Keterlibatan Ginjal

  • CrCl <10 ml/menit: gunakan dosis setiap 12–16 jam

Informasi Lain

  • Diberikan ketika posisi lambung kosong

Indikasi Lain dan Penggunaan

  • Digunakan untuk melawan bakteri Shigella, Salmonella, E. Coli, H. Influenza, Proteus mirabilis, N. Gonorrhea, Infeksi enterokokus, meningitis pada N. Meningitidis, Stafilokokus gram positif, Streptokokus pneumokokus

Dosis untuk Anak
Dosis umum untuk panduan:

  • 100–400 mg/kg/hari IV/IM terbagi setiap 6 jam
  • Peroral (diminum): 50–100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam
  • Infeksi berat: 200–400 mg/kg/hari IV/IM terbagi setiap 6 jam

Dosis Neonatus (bayi dengan usia <28 hari)
*Intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah vena)/Intramuskuler (disuntikkan ke otot), (intravena disingkat IV, intramuskuler disingkat IM)

  • Usia bayi <7 hari:
    • Dengan berat badan <2 kg: 50–100 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam IV/IM
    • Dengan berat badan >2 kg: 75–150 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam IV/IM
  • Usia bayi >7 hari:
    • Dengan berat badan <1,2 kg: 50–100 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam IV/IM
    • Dengan berat badan 1,2-2 kg: 75–150 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam IV/IM
    • Dengan berat badan >2 kg: 100– 00 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam IV/IM

Profilaksis Endokarditis

  • 50 mg/kg IV/IM (bisa ditambahkan gentamisin 1,5 mg/kg) dalam 30 menit sebelum prosedur
  • Panduan AHA terbaru yang direkomendasikan hanya untuk pasien berisiko tinggi

Infeksi saluran kemih (kecuali Gonorrhea)

  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat <20 kg : 50–100 mg/kg/hari IV terbagi setiap 6 jam
  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat >20 kg : 500 mg IV setiap 6 jam

Infeksi traktus gastrointestinal

  • Dosis ampisilin 500 mg IV setiap 6 jam

Infeksi Gonorrhea

  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat <20 kg : keamanan dan efektivitas belum ditetapkan
  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat >20 kg : 3500 mg IV diberikan satu kali secara simultan bersamaan dengan 1 gram probenesid

Infeksi Traktus Respirasi (Saluran Napas)

  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat <20 kg : 50mg/kg/hari IV terbagi setiap 6–8 jam
  • Dosis ampisilin untuk anak dengan berat >20 kg : 250 mg IV setiap 6 jam

Kolera

  • Diberikan dengan dosis 50 mg/kg/hari peroral (diminum) terbagi setiap 6 jam selama 3 hari; jangan melebihi 2 gram/hari

Informasi Lain

  • Dosis toksik potensial untuk anak <6 tahun: 300 mg/kg
  • Diberikan ketika posisi lambung kosong

Indikasi Lain dan Penggunaan

  • Digunakan untuk melawan bakteri Shigella, Salmonella, E. Coli, H. Influenza, Proteus mirabilis, N. Gonorrhea, Infeksi enterokokus, meningitis pada N. Meningitidis, Stafilokokus gram positif, Streptokokus pneumokokus

Ampicillin – Halaman Selanjutnya :   1   2