Amoksisilin – Efek Samping dan Mekanisme Kerja (3)

Nama: Amoksisilin
Efek Samping
Tidak selalu setiap individu akan mengalami efek samping ini:



  • Anafilaksis (reaksi alergi)
  • Anemia
  • Peningkatan kadar SGOT/SGPT
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam pada kulit
  • Kolitis pseudomembran
  • Reaksi serum sickness-like

Laporan yang Didapatkan Setelah Penggunaan:

  • Kandidiasis mukokutaneus (timbulnya jamur kandida berupa keputihan di selaput mulut dalam akibat kematian bakteri-bakteri yang menjadi flora normal di mulut)
  • Masalah gastrointestinal seperti lidah berambut hitam (black hair tongue) dan perdarahan usus besar/kolitis pseudomembran yang terjadi selama atau setelah terapi
  • Reaksi hipersensitivitas (seperti reaksi anafilaktik, reaksi serum sickness-like, ruam makulopapuler eritematosa, eritema multiformis, Sindrom Steven Johnson, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik, pustulosis eksantematosa akut generalisata, vaskulitis hipersensitivitas, urtikaria)
  • Peningkatan ringan dari SGOT dan/atau SGPT (enzim hati), disfungsi hati (seperti jaundice kolestatis, kolestatis hepatik, dan hepatitis sitolitik akut juga pernah dilaporkan)
  • Ginjal (seperti kritaluria atau air seni mengeluarkan kristal)
  • Anemia (seperti anemia hemolitik, trombositopenia, purpura trombositopeni, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis)
  • Rekasi sistem saraf pusat (seerti hiperaktivitas reversibel, agitasi, kecemasan, insomnia, kebingungan, konvulsi, perubahan tingkah laku, sensasi melayang/dizziness)
  • Perubahan warna gigi (cokelat, gigi atau abu-abu) yang dapat dikurangi dengan membersihkan gigi.

Mekanisme Kerja
Merupakan turunan dari ampicillin dan memiliki spektrum antibakteri yang serupa (gram positif dan gram negatif); aksi bakterisida (membunuh kuman) sama seperti penisilin, bekerja pada bakteri yang dituju ketika melakukan tahap multiplikasi (memperbanyak diri) dengan menghambat biosintesis (pembentukan) dinding sel mukopeptida pada kuman, namun memiliki bioaviabilitas superior dan lebih stabil menahan asam lambung dan memiliki aktivitas spektrum bakteri yang lebih luas daripada penislin, kurang aktif daripada penisilin ketika melawan Streptococcus pneumococcus, strain penislin resisten juga nantinya akan resisten terhadap amoksisilin, namun ketika diberikan dosis yang lebih besar mampu efektif, dan daripada penisilin, amoksisilin lebih efektif melawan organisme gram negatif (seperti Neiseria meningitidis, Hemophilus influenza)