Amenorea – Gangguan Haid

DokterSehat.Com– Pernah mendengar tentang Amenorea? Amenorea ini merupakan keadaan dimana menstruasi berhenti pada masa menstruasi teratur. Sebelum akil baligh, normal jika haid tidak datang. Biasanya seorang wanita akan mengalami haid pertama sekitar usia 10 tahun hingga 16 tahun, jika usianya sudah menginjak 16 tahun dan belum haid, berarti hal ini perlu diwaspadai dan mendapat perhatian. Hal ini terjadi kemungkinan karena fungsi indung telur hormon tidak normal, kesehatan atau masalah tekanan jiwa dan emosi. Namun, pada wanita hamil, menyusui, dan menopause wajar jika wanita tersebut tidak mengalami haid.

doktersehat-sakit-perut-mens-celiac

Ada dua jenis gangguan haid amenorea ini, yaitu amenorea primer dan sekunder. Amenorea primer adalah keadaan seorang wanita yang belum pernah mengalami menstruasi, padahal sudah memasuki usia akil baligh. Hal ini menandakan adanya keterlambatan pertumbuhan seksual, seperti tumbuhnya buah dada dan bulu-bulu di bagian tubuh tertentu. Sedangkan, amenorea sekunder terjadi ketika menstruasi tiba-tiba terhenti selama empat bulan atau lebih atau perlahan-lahan menjadi jarang dan akhirnya berhenti.

Penyebab
Ada banyak hal yang menyebabkan gangguan haid ini, antara lain:

  • Penyakit pada indung telur (ovarium) atau uterus (rahim), misalnya tumor ovarium, fibrosis kistik, dan tumor adrenal.
  • Gangguan produksi hormon akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisis, kelenjar tifoid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya. Misalnya hipogonadisme, hipogonadotropik, hipotiroidisme, sindrom adrenogenital, sindrom penderas-willi, penyakit ovarium polikistik, hiperplasia adrenal mengentas, dan sindrom cushing yang menghasilkan sejumlah asar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal.
  • Penyakit yang berat misalnya penyakit ginjal kronik, hipoglikemia, obesitas, dan malnutrisi.
  • Obat-obatan untuk penyakit kronik atau setelah berhenti minum konstrasepsi oral.
  • Pengangkatan kandung rahim (hysterectomy) atau indung telur (ovarium).
  • Kelainan bawaan pada sistem kehamilan, misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, dan lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/ himen imperforata.
  • Penurunan berat badan yang drastis akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, dan bulimia.
  • Kelainan kromosom, misalnya sindrom turner atau sindrom swyer (sel hanya mengandung satu kromosom X) dan hermafrodit sejati.
  • Olahraga yang berlebihan.
Baca Juga:  Tips Agar Tidak Tertular Beberapa Jenis Penyakit Kelamin

Pemeriksaan
Anamnesis yang baik dan lengkap sangat penting. Harus diketahui, apakah amenorea primer atau skunder. Dihubungkan antara amenorea dan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan emosional, apakah ada kemungkinan kehamilan, apakah penderita menderita penyakit akut atau menahun, apakah ada gejala-gejala metabolik, dan lainnya

Sesudah itu dilakukan pemeriksaan fisik, seperti tinggi badan, berat badan, ciri-ciri kelamin skunder, hirsutisme. Lalu dilakukan pemeriksaan ginekologik untuk mengetahui adanya jenis ginatresi, adanya aplasia vagina, keadaan klitoris, aplasia uteri, adanya tumor, ovarium dan sebagainya.

Apabila pemeriksaan klinis tidak memberikan gambaran yang jelas, dilakukan pemeriksaan berikut :

  • Pemeriksaan foto rontgen thorak untuk TB pulmonem, dari sella tursika untuk mengetahui adanya perubahan dari sella tursika tersebut
  • Pemeriksaan sitologi vagina
  • Tes toleransi glukosa
  • Pemeriksaan mata
  • Kerokan uterus
  • Pemeriksaan metabolisme basal (T3 dan T4)

Pemeriksaan yang memerlukan fasilitas khusus:

  1. Laparaskopi, untuk mengetahui hipoplasia uteri, aplasia uteri, disgenesis ovarium, tumor ovarium, ovarium polikistik
  2. Pemeriksaan kromatin seks untuk mengetahui apakah penderita secara genetik seorang wanita
  3. Pembuatan kariogram dengan pembiakan sel-sel guna mempelajari kromosom
  4. Pemeriksaan kadar hormon (T3, T4, FSH, LH, estrogen, prolaktin, 17-ketosteroid)
Penanggulangan
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penyakit ini adalah:
  • Tidak selalu memerlukan terapi, misalnya pada wanita berumur > 40 th dengan amenorea tanpa sebab yang mengkhawatirkan tidak memerlukan pengobatan
  • Dalam kategori ini, yang memerlukan terapi adalah wanita-wanita muda yang mengeluh tentang infertilitas, atau sangat terganggu dengan tidak datangnya haid.
  • Tindakan memperbaiki keadaan kesehatan, perbaikan gizi, kehidupan dalam lingkungan yang sehat dan tenang.
  • Pengurangan berat badan pada wanita obesitas
  • Pemberian tiroid pada wanita dengan hipotiroid
  • Pemberian kortikosteroid pada gangguan glandula suprarenalis (Penyakit Addison laten)
  • Pemberian estrogen dan progesteron dapat menimbulkan perdarahan siklik, dan perdarahan ini bersifat withdrawal bleeding, bukan merupakan suatu haid yang didahului oleh ovulasi.