Ambroxol – Dosis, Fungsi, Efek Samping, Peringatan

Ambroxol-adalah-doktersehat

Ambroxol obat apa? Ambroxol adalah obat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak. Obat Ambroxol biasa digunakan untuk mengobati masalah pernafasan yang berhubungan dengan kelebihan lendir pada area pernafasan.

Nama: Ambroxol
Kelas Terapi: Produk ekspektoran (pengencer dahak) dan Batuk
Nama Dagang: Ambril, Brommer 30, Bronchopront, Broncozol, Broxal, Epexol, Extropect, Interpec, Lapimuc, Limoxin, Molapect, Mucera, Mucopect, Mucos, Mucoxol, Mukinol, Nufanibrox, Roverton, Silopect, Sohopect, Sohopect Forte, Transbroncho, Transmuco.

Komposisi Ambroxol

  • Ambroxol Tablet : Tiap tablet Ambroxol mengandung ambroksol hidroklorida 30 mg.
  • Ambroxol Eliksir : Tiap  5 ml (1 sendok takar) mengandung ambroksol hidroklorida 30 mg.
  • Ambroxol Sirup : Tiap  5 ml (1 sendok takar) mengandung ambroksol hidroklorida 15 mg.
  • Ambroxol Drops :Tiap 1 ml mengandung ambroksol hidroklorida 15 mg.

Fungsi Ambroxol

Setiap obat tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda, termasuk ambroxol. Lebih jelasnya, fungsi obat ambroxol adalah untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit ini:

  • Bronkitis

Seperti yang kita tahu, bronkitis adalah infeksi yang menyebabkan radang pada saluran bronkial. Seseorang yang menderita bronkitis akan sering batuk disertai lendir yang bahkan bisa berubah warna.

  • Bronkiektasia

Penyakit selanjutnya yang bisa diatasi dengan obat ambroxol adalah bronkiektasis. Penyakit ini mungkin agak asing bagi sebagian orang. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa bronkiektasis membuat saluran bronkus menebal dan melebar, sehingga paru-paru akan kesulitan membersihkan lendir.

  • Bronkitis Asmatik

Selain itu penyakit yang dapat ditangani dengan obat Ambroxol adalah bronkitis asmatik yang merupakan peradangan saluran pernapasan. Sesuai dengan namanya, bronkitis asmatik terjadi ketika bronkitis dan asma terjadi secara bersamaan. Tentu dosis ambroxol pun penting diperhatikan.

  • Emfisema

Masih berkaitan dengan bronkitis kronis, penyakit ini terjadi karena kondisi paru-paru yang tersumbat secara menahun, sehingga terjadi pelebaran.

  • Tracheobroncitis

Terakhir, tracheobroncitis adalah kondisi peradangan pada saluran tenggorokan yang diseabkan oleh virus, infeksi bakteri, atau bahkan asap rokok.

Dosis Ambroxol

Setelah mengetahui penyakit apa saja yang bisa disembuhkan oleh ambroxol, tentu kita juga harus tahu dosis ambroxol yang tepat.

Ambroxol adalah agen mukolitik dan diresepkan untuk berbagai penyakit pernapasan, seperti emfisema bronkitis pneumoconiosis, kondisi inflamasi paru kronis, tracheobronkhitis (saluran radang pernafasan), bronkiektasis, bronkitis dengan bronkospasme asma.

Dosis Ambroxol Dewasa

Pertama-tama kita bahas dulu mengenai dosis ambroxol untuk orang dewasa.

Dosis yang dianjurkan untuk diminum adalah 30-120 mg/hari atau terbagi dalam 2-3 dosis. Selebihnya, pemberian ambroxol pada orang dewasa perlu disesuaikan juga dengan tingkat keparahan penyakit dan respons tubuhnya.

Dosis Ambroxol Anak

Obat Ambroxol juga bisa diberikan untuk anak-anak. Berikut dosis ambroxol anak sesuai usianya:

  • Anak usia 5–12 tahun:  Sehari 3 kali 1/2 tablet.
  • Anak usia 2–5 tahun:  Sehari 3 kali 7,5 mg.
  • Anak di bawah 2 tahun:  Sehari 2 kali 7,5 mg.

Tentunya dosis ambroxol anak bisa disesuaikan juga berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya. Selain itu, dosis ambroxol anak dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari untuk pengobatan dalam jangka waktu yang lama.

Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas (alergi terhadap obat ini)

Kehamilan dan Menyusui

Kategori ambroxol untuk ibu hamil: Kategori C.

Studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun potensi keuntungan dapat terjadi pada penggunaan obat pada ibu hamil meskipun memiliki potensi risiko.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin.
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi.

Cara Pemakaian Obat Ambroxol Adalah:

Pemakaian Ambroxol tablet untuk dikonsumsi melalui mulut, dengan makanan.

Peringatan dan Tindakan Pencegahan

Perhatian dibutuhkan untuk wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

Efek samping dari obat Ambroxol adalah:

  • Efek ringan gastrointestinal, pilek dan reaksi alergi sehingga menimbulkan ruam kemerahan, sesak napas, mual, muntah, sembelit, kehilangan nafsu makan, gemetar, atau kelelahan mungkin terjadi. Jika salah satu dari efek-efek ini menetap atau memburuk, beritahu dokter Anda segera
  • Ingatlah bahwa dokter telah memberikan resep obat ini karena dia telah menilai bahwa manfaat kepada Anda lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak orang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Kewaspadaan Lainnya

Hindari kelebihan dosis.

Aturan Penyimpanan:

Menyimpannya pada suhu kamar, jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan siram obat ke toilet atau jangan tuangkan ke dalam saluran kecuali diperintahkan untuk melakukannya. Buang produk ini ketika kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan. Konsultasikan kepada apoteker atau ke pihak pembuangan limbah obat lokal.