Amankah WaterBirth untuk Bayi dan Ibu?

DokterSehat.Com – Waterbirth adalah proses persalinan dimana sang ibu yang akan melakukan proses persalinan di dalam air ketika mulut rahim sudah memasuki pembukaan 6. Awal perkembangan persalinan di air ini merupakan perkembangan yang diperkenalkan di Eropa, Perancis pada tahun 1803. Tapi di Negara kita, Indonesia, baru mengenal Waterbirth pada tahun 2006. Baru beberapa klinik bersalin saja yang memiliki program waterbirth ini.

doktersehat-renang-kehamilan

Pro dan kontra terjadi mengenai proses persalinan di air ini. Beberapa dokter menyatakan bahwa persalinan di air ini memiliki berbagai keuntungan diantaranya adalah mengurangi rasa sakit dibandingkan dengan melahirkan di tas ranjang. Mengapa nyerinya bisa berkurang? karena pada saat ibu berendam dalam air hangat (yang steril) , sang ibu merasa lebih rileks, tubuh ibu akan mengeluarkan hormon endorphin untuk mengurangi rasa nyeri.

Apakah tidak bermasalah bagi sang bayi?
Menurut beberapa dokter dikatakan bahwa di rahim, bayi tidak bernafas seperti bayi yang ada di darat, karena kadar prostaglandin-nya masih tinggi sehingga otot diafragma belum berfungsi. Untuk itu, tidak jadi masalah bagi bayi yang baru lahir meluncur di dalam air, asalkan begitu lahir, langsung diambil.

Apakah semua ibu yang mengalami persalinan boleh melakukan proses waterbirth?
Tidak, semisalkan pada ibu yang memiliki penyulit seperti hipertensi dalam kehamilan atau keracunan dalam kehamilan. ataupun hal penyulit yang dapat terjadi pada bayi semisalkan bayi dengan usia kurang bulan, bayi yang tidak sesuai dengan masa kehamilan, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, dan sebagainya.

Disebutkan pula menurut Association Congress of Obstetrician and Gynecologists dikatakan terdapat tiga hal yang perlu didiskusikan. Pertama belum cukup data yang menyebutkan manfaat dan resiko yang terjadi pada saat persalinan dalam air. Yang kedua, persalinan dalam air, sebaik yang mereka tahu adalah baik dan aman. Beberapa bukti menyebutkan bahwa persalinan dalam air dapat mempercepat dan penggunan anestesi lokal. Dan yang ketiga, persalinan dalam air memiliki potensi dan resiko menjadi sangat berbahaya. Beberapa kasus pernah didapatkan kasus bayi yang tenggelam atau depresi nafas pada bayi.

Baca Juga:  Gas Keluar Dari Organ Vital Wanita, Kok Bisa?

Jadi pintar-pintarlah dalam memilih proses persalinan. Semuanya pasti memiliki keuntungan dan kerugiannya masing masing. Konsultasikanlah kehamilan anda!