Amankah Mengkonsumsi Obat yang Sudah Kadaluwarsa?

DokterSehat.Com – Sebagaimana makanan dan minuman yang kita konsumsi, obat-obatan ternyata juga memiliki tanggal kadaluwarsa. Biasanya, tanggal kadaluwarsa ini tertera pada bungkus dari obat-obatan tersebut. Pemberian tanda kadaluwarsa pada label obat-obatan ini sendiri mulai dilakukan semenjak tahun 1979, tepatnya saat Food and Drug Administration dari Amerika Serikat (BPOM dari Amerika) meminta produsen obat-obatan untuk mencantumkan tanggal kadaluwarsa sebagai patokan sampai kapan obat ini aman untuk dikonsumsi.

doktersehat-vitamin-nutrisi-komponen-organik-obat-ibu-hamil-kehamilan

Hanya saja, Medical News Today baru-baru ini memberitakan sebuah kabar yang cukup mengejutkan dimana tanggal kadaluwarsa pada obat ternyata tidak selalu benar-benar menandakan bahwa obat ini sudah tak lagi layak untuk dikonsumsi. Menurut laman informasi berita kesehatan ini, pencantuman tanggal kadaluwarsa sebenarnya hanyalah batas tanda terakhir dari produsen obat-obatan untuk menjamin keamanan dari obat-obatan tersebut.

Food and Drug Administration sendiri pernah melakukan sebuah penelitian pada tahun 2006 lalu untuk mengetahui apakah semua obat-obatan yang sudah kadaluwarsa memang sudah tidak aman untuk dikonsumsi atau tidak. Dalam penelitian ini, pakar kesehatan dari FDA mengecek obat yang sudah disimpan di Department of Defense’s Drug Inventory sejak tahun 1986 silam. Setelah diteliti secara mendetail, diketahui bahwa 88 persen dari obat-obatan tersebut ternyata masih cukup efektif dan layak untuk dikonsumsi meskipun sudah lima tahun atau lebih lama disimpan dari tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada label.

Pada tahun 2012, penelitian lainnya juga dilakukan dengan tujuan yang sama. Hasilnya adalah, delapan jenis obat-obatan ternyata masih bisa dikonsumsi selama 28 hingga 40 tahun lebih lama jika dibandingkan dengan tanggal kadaluwarsa yang tercantum.

Sayangnya, khusus untuk obat insulin, ada baiknya kita mematuhi tanggal kadaluwarsanya karena memang tingkat efektifitas obat ini hanya mampu bertahan dalam jangka yang pendek. Selain itu, pastikan bahwa obat-obatan ini disimpan dengan benar sehingga tidak mengalami perubahan apapun yang bisa mempengaruhi keefektifannya dalam melawan penyakit.