Amankah Melahirkan dengan Metode Lotus Birth?

Doktersehat.com – Seiring makin maraknya kesadaran masyarakat akan bahaya bahan kimia terhadap tubuh, kini banyak orang yang beralih ke sesuatu yang lebih alami. Mulai dari perawatan kecantikan, kesehatan, hingga proses melahirkan pun sekarang banyak menggunakan metode alami. Setelah Hypnobirthing dan water birth, para ibu hamil kini juga disuguhi metode Lotus Birth.



Lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusar terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Jadi tali pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan lalu terputus sendiri. Biasanya plasenta dibalut dengan kain dan diletakkan di sebuah wadah seperti baskom yang sudah diberikan bunga-bungaan atau herbal tertentu. Kadang juga ditaburi garam laut untuk mempercepat proses pengeringan.

Para ibu yang pernah melakukan lotus birth merasakan banyak manfaatnya. Terutama manfaat psikologis, seperti kedekatan ibu dan bayi, kedamaian, ketenangan, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu telah dilahirkan. Selain itu, menurut mereka lotus birth memiliki manfaat:

1. Bayi mendapat tambahan darah dari ibunya sekitar 100 ml, sehingga bayi tidak kekurangan hemoglobin.

2. Tambahan darah ini juga memastikan bayi mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk jantung dan otaknya.

3. Dalam kepercayaan para praktisi lotus birth, plasenta juga merupakan bagian dari organ bayi yang tersambung dengan ibunya. Pemutusan paksa (dengan dipotong seperti yang dilakukan praktisi medis pada umumnya) dapat dikatakan sebagai perlakuan yang kurang manusiawi. Selain itu, lotus birth juga bisa dikatakan sebagai metode penghormatan terhadap bayi dan membiarkannya memasuki dunia dengan damai, tanpa paksaan.

4. Lotus birth mendekatkan hubungan bayi dan ibu.

Pendapat Ahli Medis tentang Lotus Birth

Melahirkan dengan metode lotus birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi dan dapat berisiko untuk bayi.

Baca Juga:  Skizofrenia

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi. Namun secara kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah.

Secara medis tali pusar harus segera diklem untuk mencegah bayi menjadi kuning karena bilirubin (senyawa hasil metabolisme hati) yang tinggi. Terlebih lagi bila terjadi kasus rhesus darah ibu bertentangan dengan bayi. Semakin lama tali pusar dibiarkan, maka akan semakin banyak darah ibu yang tidak sesuai bercampur dengan darah bayi.

“Dalam keadaan kurang sehat atau bayi tidak bugar, memang terkadang kita lakukan delay clamping (penundaan klem). Jadi kita biarkan bayi tetap dengan ari-arinya, agar mendapatkan darah lebih banyak,” jelas dr Frizar. Biasanya penundaannya hanya 2-3 menit. Tapi itu sudah cukup untuk mengalirkan sekitar 150 ml- 200 ml darah dari ibu ke bayi.

Anggapan inilah yang membuat orang-orang percaya bahwa metode lotus birth dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi.
Namun dr. Frizar menegaskan, plasenta bisa memproduksi antibodi hanya bila masih berada di dalam tubuh ibu. Apabila sudah di berada di luar tubuh ibu maka secara otomatis tidak dapat memproduksi antibodi lagi. Darah yang masih ada di plasenta hanyalah sisa-sisa yang jumlahnya tidak seberapa.

Menurut dr Frizar, metode ini banyak dipraktikkan di Bali karena budaya Bali pun sangat mendukung karena penduduk  Bali menganggap metode ini sama dengan cara kelahiran Dewa Wisnu yang lahir secara utuh.

Dari berbagai sumber