Amankah Jika Ibu Hamil Menggendong Balita?

doktersehat-hamil-kehamilan-anak-laki

DokterSehat.Com– Banyak ibu yang hamil lagi tidak lama setelah dirinya mendapatkan anak. Hal ini tentu akan membuatnya sering menggendong anak yang berusia balita meski perutnya sudah membuncit. Sebenarnya, apakah hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan?

Pakar kesehatan Dr. Mary Polan yang berasal dari Stanford University School of Medicine menyebutkan bahwa hal ini ternyata aman-aman saja untuk dilakukan, bahkan meskipun ibu hamil baru saja menjalani trimester pertamanya. Menurut Dr. Mary, ibu hamil masih bisa mengangkat anak dengan beban 13 kg, khususnya saat kehamilannya mencapai trimester kedua. Hanya saja, jika memang tubuh sudah terasa tidak nyaman, pastikan untuk segera meletakkan anak dan tidak memaksakan diri untuk terus menggendongnya.

Pengecualian berlaku bagi ibu hamil yang mengalami komplikasi layaknya kontraksi atau pendarahan. Jika hal ini terjadi, ada baiknya ibu hamil selalu berkonsultasi pada dokter tentang apa yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, termasuk menggendong anaknya, demi menjaga kesehatan kehamilan.

Jika ibu merasa kurang nyaman saat menggendong buah hatinya, ada baiknya mendengarkan sinyal dari tubuh ini dan tidak menggendongnya. Jika tetap dipaksakan, dikhawatirkan resiko untuk mengalami cedera punggung meningkat atau bahkan memicu gangguan pada janin. Selain itu, jika ibu menggendong anak saat perutnya sudah membesar, maka Ia beresiko mengalami pusing-pusing atau kehilangan keseimbangan.

Agar aman saat menggendong anak, ada baiknya ibu meraihnya dari posisi berjongkok, bukannya saat membungkuk dan menekuk pinggang. Pastikan untuk menjaga punggung tetap lurus dan saat mengangkat anak, bernafaslah dengan perut agar tidak memicu kontraksi.

Tak hanya berhati-hati saat menggendong anak, ibu hamil juga sebaiknya tidak berjalan kaki terlalu jauh atau kelelahan dalam melakukan berbagai aktifitas harian sehingga tidak akan mengganggu kesehatan janin di dalam kandungan.