Alzheimer – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Alzheimer adalah sejenis sindrom yang menyebabkan otak mengecil dan dapat membuat ingatan seseorang menghilang. Penyakit ini membuat sebagian sel-sel di otak tidak berfungsi yang berakibat pada menurunnya kemampuan otak.

doktersehat-penyakit-alzheimer-tumor-otak-bakteri-Naegleria-Fowleri-Ginkgo-Biloba

Penderita penyakit Alzheimer akan mengalami kemunduran fungsi intelektual yang cukup berat. Hal ini akan menimbulkan gangguan pada aktivitas harian maupun kehidupan sosial penderita.

Pada fase awal, penderita penyakit Alzheimer biasanya sering kehilangan memori jangka pendek. Misalnya lupa atau tidak dapat mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Selain itu, penderitanya juga sering lupa nama tempat atau benda-benda yang bahkan sering digunakan.

Gejala Alzheimer

Pada beberapa kasus yang lebih parah, orang yang menderita penyakit Alzheimer bisa lupa orang-orang yang dicintainya, lupa cara berpakaian, dan hingga lupa bagaimana cara menggunakan toilet.

Seiring berjalannya waktu, gejala Alzheimer lain yang bisa muncul, diantaranya:

  • Sulit untuk fokus
  • Kesulitan melakukan aktivitas normal
  • Merasa bingung atau frustrasi, terutama pada malam hari
  • Perubahan suasana hati seperti marah, cemas hingga depresi
  • Merasa bingung dan tersesat dengan mudah
  • Sulit untuk berjalan dan memiliki keseimbangan yang buruk
  • Sulit berkomunikasi

Penyakit Alzheimer membuat jaringan otak penderita mengalami kerusak dari waktu ke waktu, yang dalam dunia medis disebut dengan atrofi otak. Kondisi ini membuat otak semakin lama semakin mengecil. Hal ini biasanya terjadi pada orang di atas usia 65 tahun.

Penyebab Alzheimer

Meski umumnya penyakit lupa ini terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia, penyakit Alzheimer bukanlah bagian normal dari proses penuaan. Penyebab Alzheimer adalah berasal dari dua jenis kerusakan saraf: sel-sel saraf atrofi mengalami penurunan fungsi atau adanya deposit protein yang terjadi di otak.

Alzheimer juga bisa disebabkan oleh adanya protein dalam darah atau biasa disebut ApoE (apolipoprotein E), yang digunakan tubuh untuk menggerakan kolesterol dalam darah. Pada beberapa kasus, ada jenis ApoE yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer.

Selain itu, penyakit ini juga bisa terjadi pada mereka yang memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi. Untuk kasus yang jarang terjadi, cedera pada kepala juga membuat orang berpotensi memiliki Alzheimer.

Tanda Penyakit Alzheimer

Jika Anda berpikir Anda atau orang yang dicintai memiliki gejala Alzheimer, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis tepat. Akan tetapi, Anda juga harus mengenali gejala-gejala penyakit Alzheimer. Adapun beberapa gejala Alzheimer adalah:

  • Kebingungan dan disorientasi
  • Perubahan sikap misalnya menjadi lebih agresif atau menjadi lebih curiga
  • Halusinasi atau delusi
  • Mengalami stroke kecil
  • Mudah depresi
  • Memiliki kadar gula darah rendah
  • Masalah tiroid
  • Tumor otak
  • Mudah lupa, bahkan untuk hal-hal yang sering dilakukan atau hal-hal yang baru dilakukan.
Baca Juga:  Jokowi Pernah Lupa Kirim Uang Saku Pada Kaesang, Pertanda Alzheimer?

Setelah Anda mengenali gejala-gejala Alzheimer, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes mental, seperti;

  • Menguji daya ingat
  • Menguji keterampilan verbal/ berbahasa
  • Menguji kemampuan menyelesaikan masalah
  • Menganalisis kemampuan berpikir
  • Melihat suasana hati

Tidak hanya itu, dokter juga dapat melakukan pemindaian otak secara secara keseluruhan untuk memutuskan apakah seseorang memiliki penyaikt lupa ini. Berikut ini adalah 2 langkah untuk mendeteksi keberadaan penyakit Alzheimer.

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) menggunakan magnet kuat dan gelombang radio untuk membuat gambar dari otak. MRI dapat menunjukkan apakah seseorang telah memiliki bekuan stroke, tumor, atau darah yang dapat menyebabkan gejala.
  • Positron emission tomography (PET) adalah alat yang bisa menunjukkan plak yang menumpuk di otak, penumpukan plak telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

Pengobatan Alzheimer

Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi demensia Alzheimer. Namun, ada obat yang dapat digunakan untuk memperlambat perkembangan, terutama pada tahap awal.

  • Donepezil, galantamine, dan rivastigmine. Obat-obat ini dapat menunda gejala Alzheimer yang lebih buruk.
  • Memantine (Namenda). Bahan kimia otak yang disebut glutamat merupakan zat yang merusak otak. Obat ini dipercaya mampu melindungi kerusakan saraf yang terjadi akibat glutamate. Obat ini memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat lain.

Untuk diketahui, obat ini adalah kombinasi dari donepezil dan memantine, yang biasa digunakan untuk pengobatan Alzheimer sedang hingga berat

  • Obat-obatan seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), dan venlafaxine (Effexor), dapat membantu meringankan depresi
  • Obat tidur untuk melawan insomnia
  • Obat gangguan kecemasan, seperti alprazolam (Xanax), buspirone (BuSpar), lorazepam (Ativan), dan oxazepam (Serax)
  • Untuk meringankan paranoia, kebingungan, halusinasi, dokter dapat merekomendasikan obat antipsikotik, seperti haloperidol (Haldol), olanzapine (Zyprexa), dan risperidone (Risperdal).