Penyebab Alzheimer

Dokter Sehat – Pada dasarnya ada banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab Alzheimer, namun secara umum ada 6 hal yang seringkali meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu keadaan dimana sebagian sel-sel di otak sudah tidak berfungsi lagi sehingga kemampuan otak menurun secara drastis, Alzheimer termasuk bentuk penyakit demensia yang paling umum.



Penyebab Alzheimer adalah matinya sel-sel pada otak yang bertanggung jawab atas fungsi pikir dan daya ingat, selain itu sel-sel syaraf pada orang tersebut juga mengalami kerusakan sehingga sistem syaraf mengalami kesulitan dalam menyampaikan sinyal dari satu sel ke sel lain.

Faktor penyebab Alzheimer :

1. Usia
Usia yang semakin bertambah merupakan salah satu faktor risiko utama munculnya penyakit Alzheimer, penuaan tidak selalu diiringi penyakit Alzheimer, namun risiko terkena penyakit ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Setelah seseorang mencapai usia 65 tahun, maka risiko terkena Alzheimer akan meningkat menjadi dua kali lipat setiap lima tahun. Sekitar setengah dari orang yang berusia 85 tahun menderita Alzheimer, namun orang yang mengalami perubahan genetik yang langka sering mengembangkan penyakit Alzheimer dan mulai menampakkan gejala penyakit ini pada usia 40-an atau 50-an tahun.

2. Riwayat keluarga dan genetika
Risiko Alzheimer akan meningkat jika ada anggota keluarga dekat menderita penyakit ini, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi perubahan atau mutasi pada tiga gen yang bertanggung jawab terhadap munculnya penyakit Alzheimer. Namun, mutasi gen ini hanya berkontribusi kurang dari 5 persen dari penyakit Alzheimer. Sebagian besar mekanisme munculnya Alzheimer di antara anggota keluarga tetap belum terjelaskan, peneliti menemukan bahwa gen yang menjadi risiko terkuat dari Alzheimer adalah apolipoprotein e4 (APOE-e4).

Baca Juga:  Awas Bahaya Asap Mesin Diesel Penyebab Kanker Paru-paru

3. Jenis kelamin
Perempuan memiliki risiko lebih besar dibandingkan laki-laki terkena penyakit Alzheimer, hal ini terjadi karena sebagian besar perempuan harapan hidupnya lebih panjang daripada laki-laki.

4. Gangguan kognitif ringan
Orang yang mengalami gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment) memiliki masalah ingatan atau gejala lain dari penurunan kognitif yang lebih buruk daripada yang seharusnya terjadi di usia mereka, namun belum cukup parah untuk didiagnosis sebagai demensia. Meskipun masih belum pasti, mereka yang mengalami gangguan kognitif ringan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami demensia.

5. Trauma kepala
Risiko Alzheimer seseorang akan meningkat jika orang tersebut pernah memiliki trauma kepala, yang dimaksud dengan trauma kepala adalah kejadian yang cukup menggagu tulang kepala dan syaraf otak. Misalnya orang tersebut pernah mengalami kecelakaan dengan benturan keras di bagian kepala, atau orang tersebut pernah mengalami gegar otak ringan.

6. Gaya hidup dan kesehatan jantung
Sampai saat ini belum ada bukti kuat bahwa perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer, namun ada bukti yang menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko penyakit jantung dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer di antaranya  yaitu kurang olahraga, merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Faktor risiko tersebut juga dihubungkan dengan demensia vaskular, salah satu tipe penurunan kognitif yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak. Banyak orang yang mengalami penurunan kognitif memiliki perubahan karakteristik otak seperti pada Alzheimer dan demensia vascular, bekerja sama dengan tim perawatan kesehatan, Anda membuat rencana untuk mengendalikan faktor-faktor tersebut yang akan membantu melindungi kesehatan jantung sekaligus membantu menurunkan risiko demensia dan Alzheimer.