Alveolar Osteitis, Sakit di Area Bekas Pencabutan Gigi

doktersehat-sakit-gigi

DokterSehat.Com– Alveolar osteitis atau dry socket adalah suatu kondisi yang menyakitkan dan dapat terjadi setelah mencabut gigi permanen. Alveolar osteitis terjadi ketika bekuan darah di area bekas pencabutan gigi telah lepas sebelum luka sembuh. Rasa sakit setelah cabut gigi tersebut berasal dari tulang pendukung dan saraf yang terlibat.

Alveolar osteitis adalah komplikasi yang paling umum pasca-pencabutan gigi, seperti pengambilan gigi geraham bungsu yang terkena dampak. Jika terjadi dry socket, nyeri biasanya mulai 1-3 hari setelah pencabutan.

Obat yang tersedia di pasaran saja tidak cukup mengobati rasa sakit akibat alveolar osteitis. Oleh karena itu, dokter gigi atau ahli bedah mulut akan memulai perawatan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

Penyebab Alveolar Osteitis

Bekuan darah yang lepas sebelum luka sembuh di lokasi bekas pencabutan gigi. Bekuan darah berfungsi sebagai lapisan pelindung di atas ujung tulang dan saraf dalam soket gigi. Bekuan juga menyediakan fondasi untuk pertumbuhan tulang baru dan untuk pengembangan jaringan lunak di atas bekuan darah.

Alveolar osteitis terjadi ketika bekuan tidak terbentuk dengan benar, larut terlalu cepat atau secara fisik lepas sebelum penyembuhan lengkap. Setelah bekuan darah lepas, tidak terbentuk jaringan baru di daerah bekas gigi yang dicabut. Tulang dan saraf di daerah bekas pencabutan gigi kemudian terkena udara, cairan, dan makanan.

Hal tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, tidak hanya di bekas pencabutan, tetapi juga di sepanjang saraf yang menjalar ke sisi wajah.

Penyebab yang tepat dari dry socket tetap menjadi subjek penelitian. Para peneliti menduga bahwa beberapa penyebab mungkin berperan, termasuk:

  • Kontaminasi bakteri di daerah bekas pencabutan gigi.
  • Trauma jaringan dan tulang yang parah di lokasi bekas pencabutan karena proses pencabutan yang sulit.
  • Fragmen akar atau tulang yang tersisa di daerah bekas pencabutan.

Gejala Alveolar Osteitis

Ciri infeksi setelah cabut gigi atau tanda dan gejala dari alveolar osteitis dapat meliputi:

  1. Setelah cabut gigi masih terasa sakit parah dalam beberapa hari.
  2. Hilangnya seluruh atau sebagian bekuan darah di lokasi bekas pencabutan gigi.
  3. Terlihatnya tulang dalam daerah bekas pencabutan.
  4. Nyeri yang terpancar dari mata, kulit telinga, atau leher pada sisi yang sama dari wajah setelah pencabutan.
  5. Bau busuk yang keluar dari mulut.
  6. Rasa yang tidak menyenangkan di mulut.
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian rahang atau leher.

Faktor Risiko Alveolar Osteitis

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko pengembangan alveolar osteitis meliputi:

1. Merokok dan penggunaan tembakau

Bahan kimia dalam rokok atau bentuk tembakau lainnya dapat mencegah atau memperlambat penyembuhan dan mencemari area luka. Tindakan mengisap rokok dapat secara fisik mengeluarkan bekuan darah sebelum waktunya.

2. Kontrasepsi oral

Tingkat estrogen yang tinggi dari kontrasepsi oral dapat mengganggu proses penyembuhan normal dan meningkatkan risiko alveolar osteitis.

3. Perawatan di rumah yang tidak tepat

Tidak mengikuti pedoman perawatan di rumah dan kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko alveolar osteitis.

4. Memiliki riwayat dry socket

Jika Anda memiliki riwayat alveolar osteitis, Anda lebih mungkin mengembangkannya setelah ekstraksi lain.

5. Infeksi gigi atau gusi

Infeksi saat ini atau sebelumnya di sekitar gigi yang diekstraksi meningkatkan risiko alveolar osteitis.

Pengobatan Alveolar Osteitis

Pengobatan alveolar osteitis terutama difokuskan pada pengurangan gejala, terutama nyeri. Pengobatan alveolar osteitis dapat meliputi:

  1. Pembersihan daerah bekas pencabutan
  2. Dressing dengan bahan yang mengandung obat
  3. Pemberian obat nyeri
  4. Perawatan diri

Nyeri dan gejala lainnya harus terus membaik dan kemungkinan akan dapat sembuh dalam waktu 5-10 hari.