ALS Penyakit Yang Tidak Hanya Bikin Lumpuh Tapi Juga Mematikan

Dokter Sehat – Mungkin tidak banyak orang yang pernah mendengar atau bahkan paham mengenai penyakit Amyotrophic Lateral Sclerois atau ALS, seseorang yang terkena penyakit ALS pasti akan mengalami kelumpuhan pada anggota tubuhnya, bahkan bisa meninggal.



ALS itu menyerang otot yang akhirnya menyebabkan kelumpuhan yang terjadi, namun kematian pada penderita ALS itu justru bukan karena kelumpuhan pada kaki atau tangannya, tapi terjadi kelumpuhan pada sel saraf otot pernapasan tutur Irawan Satriotomo, MD, Ph.D, Direktur Surya Univerisity. Hal itu disampaikan Irawan kepada detikHealth usai acara Media Visit Indonesia Brain Research Center Laboratory di Surya University, Gedung 01 Scientia Business Park, Jl Boulevard Gading Serpong Blok O/1, Summarecon Serpong.

Penderita ALS ini, selain kematiannya karena kelumpuhan pada otot pernapasan sendiri, progresif dari sistem saraf yang berhubungan dengan kerusakan sel sarafnya juga sangat cepat dan bisa menyebabkan tiba-tiba meninggal karena otot sarafnya itu mati. Penderita itu hanya bisa bertahan tiga sampai empat tahun.

Ia menambahkan satu-satunya pasien ALS yang bisa bertahan lama hanya Stephen Hawking, itu juga karena dia memakai alat pernapasan di saluran penapasannya. Dan untuk bicara juga dia pakai komputer karena lidahnya juga sarafnya sudah mati.

Penyakit ALS ini bisa dikatakan sebagai penyakit langka, dengan angka penderita 1:100 orang, atau 4:1000 orang. Selain itu, kebanyakan pasien penyakit ini adalah pria, dengan angka perbandingan 4:6. Di mana pria lebih banyak terserang ALS. Namun hingga kini belum diketahui mengapa pria cenderung lebih banyak terkena ALS.

Menurut Irawan, penyebab penyakit ini ada dua, yakni disebabkan oleh sporadis dan karena genetik. Irawan menjelaskan bahwa penyakit tersebut muncul karena adanya super super express dari SOD1, yang kemudian berperan pada jaringan oksidatif yang dimiliki di sel saraf dan jika ekspresinya berlebihan dapat merusak sel saraf sendiri.

Baca Juga:  Masih Muda Tapi Tampak Tua? Hati-hati Tanda Risiko Tinggi Jantungan

Sayangnya belum ada obat untuk penyakit mematikan ini, beberapa melakukan suntikan ke tulang belakang, namun sayangnya tetap saja membuat penderitanya meninggal karena lumpuh pada otot pernapasan. Maka dari itu, Irawan beserta peneliti lainnya sedang melakukan penelitian untuk menemukan obat untuk penyakit tersebut dengan melakukan penelitian pada tikus.

Maka kalau misalnya gen tadi (gen ALS) kita masukan ke tikus, tikus akan mengalami gejala yang sama pada manusia. Dan kematiannya juga selain karena dia tidak bisa berjalan, dia juga bermasalah dengan pernapasannya sendiri. Nah dari tikus dengan gen ALS itu akan kita lakukan penelitian pada saraf-saraf otot dan otaknya.

Gejala ALS bisa terlihat dari hal tertentu, misalnya gelas terjatuh ketika dipegang, atau lemah berjalan. Bila terkena saraf menelan, maka penderita akan sulit menelan, tersedak, dan hilang refleks batuk. Dapat terjadi kram otot atau kejang otot terus-menerus (fasikulasi), hingga suatu saat tidak hanya lemah kaki dan tangan, tapi juga perubahan suara sampai sulit berbicara. Bahkan, bila terkena saraf yang berperan untuk bernapas, maka penderita akan sesak napas sehingga terpaksa menggunakan alat bantu napas.

Kondisi ini memaksa penderita berbaring dalam waktu lama sehingga membuka kemungkinan terinfeksi penyakit pada paru-paru yang disebut pneumonia, seperti yang terjadi pada Stephen. Terlebih bila penderita sudah menggunakan alat bantu napas.

Penyakit ini memang sulit dicegah, namun secara umum kita harus meningkatkan kekebalan tubuh, baik dengan diet dan olahraga yang baik, plus mengonsumsi asupan vitamin dan antioksidan.