Alprazolam – Dosis, Indikasi, dan Efek Samping (1)

Nama: Alprazolam
Nama Dagang: Xanax, Niravam, Xanax XR
Kelas: Obat antiansietas, ansiolitik, benzodiazepin
Sediaan: tablet 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg
Kelas antiansietas yang lain: buspirone, clonazepam, clorazepat, diazepam, lorazepam, midazolam, oxazepam, valium



Dosis dan Indikasi untuk Dewasa
Untuk Kecemasan
Dosis 0,25 0,5 mg setiap 6 – 8 jam perhari, titrasi sampai mendapat efek setiap 3 – 4 hari, jangan melebihi 4 mg/hari

Untuk Serangan Panik (Panic Disorder)
Obat Pelepasan-Segera

  • Dosis: 0,5 mg PO setiap 8 jam; dapat meningkatkan dosis setiap 3–4 hari sebesar  ~1 mg / hari
  • Rata-rata dosis: 5-6 mg / hari PO
  • Mungkin penderita memerlukan hingga 10 mg / hari PO dibagi setiap 8 jam

Obat Extended-Release

  • 0,5-1 mg PO setiap hari; dapat meningkatkan dosis setiap 3 – 4 hari sebesar ~1 mg / hari
  • Rata-rata dosis: 3-6 mg PO setiap hari

Untuk Gangguan Kecemasan Dengan Depresi
1-4 mg / hari PO dibagi setiap 8 jam

Untuk Sindrom Premenstrual
Dosis: 0,25 mg PO setiap 6-12 jam; mulai pengobatan pada hari 16-18 dari siklus menstruasi (tidak melebihi 3-4 mg / hari); kurangi dosis setiap 2-3 hari sekali ketika menstruasi terjadi

Dosis Modifikasi
Gangguan ginjal

  • Gunakan dengan hati-hati; tidak ada penelitian

Gangguan hati berat

  • dosis obat pelepasan-segera: Penurunan dosis awal 0,25 mg PO setiap 8-12 jam; secara bertahap dapat meningkat jika diperlukan dan ketika ditoleransi
  • Extended-release: 0,5 mg PO setiap hari; tingkatkan dosis yang diperlukan dan ditoleransi

Dosis dan Indikasi untuk Anak
Tidak direkomendasikan untuk anak usia < 18 tahun

Efek Samping
Frekuensi kejadian > 10% (pada dosis 4 mg)

  • Mengantuk (41%)
  • Depresi (10-15%)
  • Sakit kepala (10-15%)
  • Sembelit (10-15%)
  • Diare (10-15%)
  • mulut kering (10-15%)

Frekuensi kejadian > 10% ( pada dosis 10 mg)

  • Mengantuk (77%)
  • Gangguan koordinasi (40-50%)
  • Nafsu makan meningkat (30-35%)
  • Kelelahan (30-35%)
  • Gangguan memori (30-35%)
  • Iritabilitas (30-35%)
  • Penurunan air liur (30-35%)
  • Gangguan kognitif (20-30%)
  • Insomnia (20-30%)
  • Nafsu makan menurun (20-30%)
  • Sakit kepala (20-30%)
  • Kepala terasa melayang (20-30%)
  • Disartria (20-30%)
  • Diare, sembelit, dan mual / muntah (20-30%)
  • perubahan berat badan (20-30%)
  • Hidung tersumbat (15-20%)
  • Penurunan atau peningkatan libido (10-15%)
  • gangguan menstruasi (10-15%)
  • Sulit berkemih (10-15%)
Baca Juga:  Atorvastatin - Dosis, Indikasi, Kontraindikasi, dan Efek Samping

Frekuensi 1-10% (pada dosis 4 mg)
Takikardia (5-10%)

  • Kebingungan (5-10%)
  • Insomnia (5-10%)
  • Mual/ muntah (5-10%)
  • Penglihatan kabur (5-10%)
  • Hidung tersumbat (5-10%)
  • Hipotensi (1-5%)
  • Sinkop (1-5%)
  • Akatisia (1-5%)
  • Pusing (1-5%)
  • Peningkatan air liur (1-5%)
  • Gugup (1-5%)
  • Tremor (1-5%)
  • perubahan berat badan (1-5%)

Frekuensi kejadian 1-10% (dosis 10 mg)

  • Peningkatan air liur (5-10%)
  • Banyak bicara (1-5%)
  • Inkontinensia (1-5%)

Laporan setelah penjualan obat:

  • Gangguan Gastrointestinal: Tingginya enzim hati, hepatitis, gagal hati
  • Gangguan sistem saraf pusat : hipomania, mania
  • Imunologi: sindrom Stevens-Johnson, angioedema, edema perifer
  • Endokrin: hiperprolaktinemia, ginekomastia, galaktorea