Allylestrenol – Dosis, Indikasi, Peringatan, Farmakologi

Nama: Allylestrenol
Nama Dagang: Arandal, Aroserine, Cobarenol, Elmolan, Gravynon, Perselin, Pregnolin, Turinal
Kelas: terapi hormon
Sediaan: tablet 5 mg



Yang termasuk kelas terapi hormon:

  • Calcitonin
  • Chorionic gonadotropin
  • Desmopressin
  • Desogestrel/Ethinyl Estradiol
  • Drospirone/Ethynyl Estradiol
  • Estrogen
  • Etonogestrel
  • Gonadorelin
  • Lynestrenol
  • Medroxyprogesterone
  • Menotropin
  • Mesterolone
  • Oxymetholone
  • Oxytocin
  • Secretin
  • Somatostatin
  • Somatrem
  • Testosterone Cypionate

Dosis dan Indikasi untuk Dewasa
Untuk ancaman abortus (keguguran)

Dosis pada dewasa: peroral (diminum), dosis yang direkomendasikan 10–40 mg perhari selama 1 minggu. Bila perlu, durasi terapi dapat diperpanjang. Dosis harus diturunkan secara bertahap jika gejala-gejala ancaman abortus tidak ditemukan lagi.

Untuk abortus habitualis (riwayat keguguran sebelumnya >1 kali)
Dosis: 10–20 mg/hari segera setelah penderita dinyatakan hamil. Pemberian progesteron pada abortus habitualis diteruskan sampai 1 bulan setelah msa krisis berakhir

Untuk ancaman persalinan prematur
Dosis maksimum: 40 mg/hari tergantung keadaan penderita

Efek Samping

  • Genitourinaria: perubahan libido (kontrol seksual), perubahan payudara, perubahan siklus menstruasi atau perdarahan menstruasi yang ireguler (jarang)
  • Gastrointestinal: gangguan gastrointestinal dan perubahan nafsu makan
  • Sistem saraf pusat: sakit kepala, depresi, dan kelelahan
  • Lain-lain: pembengkakan anggota gerak, kulit kemerahan, demam, pertumbuhan rambut berlebihan di seluruh tubuh

Peringatan

  • Jangan hentikan obat secara mendadak
  • Simpan obat di suhu kamar

Kontraindikasi

  • Pasien dengan riwayat gangguan pembekuan darah
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pervaginam
  • Pasien dengan riwayat abortus inkomplit
  • Pasien keganasan
  • Pasien stroke
  • Pasien gangguan hati berat
  • Pasien hamil dan hipersensivitas

Perhatian

  • Hentikan pengobatan jika terdapat kehilangan pengelihatan total atau parsial secara tiba-tiba, migrain, dan gangguan pembekuan darah
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat epilepsi, migrain, asma, gangguan jantung atau ginjal, depresi, diabetes, dan pasien menyusui
  • Dapat menyebabkan dizziness (sensasi melayang), jangan menyetir mobil atau mengoperasikan mesin tertentu ketika mengkonsumsi obat ini
Baca Juga:  Amiodarone Oral (3) - Interaksi Obat, Overdosis, Penyimpanan

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori B
Penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping pada janin dan tidak ada penelitian adekuat atau teruji kontrol pada manusia, namun keuntungan potensial perlu dipertimbangkan pada wanita hamil daripada risiko potensialnya
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi

Cara Pakai
Obat diminum atau ditelan bersama makanan.