Alergi Pada Organ Vital Bisa Menyebabkan Pria Tersiksa Saat Berhubungan Intim

DokterSehat.Com – Bagi pria dewasa, berhubungan intim adalah sebuah kebutuhan yang bisa meredakan stress. Dengan berhubungan dengan pasangannya, pria juga mampu menjaga keharmonisan rumah tangga. Sayangnya, berhubungan intim tak selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi kaum pria. Bagaimana tidak, banyak pria yang mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada organ vitalnya saat berhubungan intim. Pakar kesehatan menyebutkan jika ada kemungkinan rasa sakit luar biasa ini disebabkan oleh masalah pada organ vital pria seperti sebagai berikut.

doktersehat-pasangan-couple-masalah-seks-impotensi-ejakulasi-dini-klamidia

Masalah peyronie disebut sebagai hal pertama yang membuat rasa sakit luar biasa pada penis saat berhubungan intim. Pakar kesehatan menyebutkan jika penyakit ini bisa membuat penis menjadi membengkok dan jika digunakan untuk berhubungan intim, penis bisa mengalami trauma yang sangat menyakitkan. Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya pria segera memeriksakan kondisi ini ke dokter dan mulai memperbaiki gaya hidup seperti mulai menghindari asupan alkohol, menurunkan berat badan, dan menjaga keseimbangan kadar kolesterol tubuh.

Infeksi saluran kemih juga bisa memicu rasa sakit luar biasa pada organ vital pria. Biasanya infeksi saluran kemih akan membuat sensasi layaknya terbakar saat buang air kecil atau saat berhubungan intim. Bahkan, saat ejakulasi terjadi, ada bau busuk yang cenderung ikut keluar. Infeksi saluran kemih bisa menular sehingga ada baiknya pria memakai kondom saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Kulup penis yang ketat juga bisa memicu rasa sakit luar biasa pada organ vital pria saat berhubungan intim. Kondisi ini disebut sebagai phimosis dimana kulup penis yang terlalu ketat sehingga jika tertarik oleh kepala penis membuatnya terasa perih. Selain itu, ada juga kondisi paraphimosis yang membuat kulup penis terselip dan tidak bisa ditarik ke bagian depan sehingga memicu rasa sakit saat berhubungan intim. Untuk mengatasi kedua masalah ini, ada baiknya pria berkonsultasi ke dokter sehingga bisa dioperasi atau diobati.