Benarkah Anak Kembar Juga Memiliki Alergi yang Sama?

doktersehat alergi pada anak kembar
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Alergi bisa dialami oleh setiap orang, termasuk anak-anak. Sebagian besar orang tua yang memiliki bakat alergi umumnya bisa menurunkan alergi tersebut pada anaknya. Lalu bagaimana dengan anak kembar, apakah mereka juga memiliki alergi yang sama?

Apa itu alergi?

Alergi adalah kondisi dimana tubuh seseorang menjadi lebih sensitif pada zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Dengan kata lain, alergi adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh pada zat tidak berbahaya. Zat atau bahan yang menyebabkan reaksi berlebihan tersebut disebut alergen.

Alergen dapat berupa apa saja seperti makanan, debu, atau cuaca dingin. Sebagian besar alergen merupakan protein yang dapat merangsang respon kekebalan tubuh melalui reaksi enzimatik atau aktivasi reseptor pada sel epitelium mukosa secara langsung.

Alergi yang dialami anak kembar

Anak kembar dapat dibagi menjadi dua, yaitu kembar identik dan kembar tidak identik. Kembar identik dapat terjadi ketika satu telur dilepaskan oleh tubuh dan dibuahi oleh satu sperma. Telur yang dibuahi tersebut kemudian membelah menjadi dua sehingga terdapat dua janin dalam satu telur.

Sedangkan pada kembar tidak identik, atau yang disebut dengan kembar fraternal, terjadi ketika dua buah telur dibuahi oleh dua buah sperma lalu menempel di rahim ibu. Hal ini menyebabkan kembar tidak identik sehingga terkadang kondisi keduanya tidak terlalu mirip, bahkan juga bisa memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Mengenai alergi, anak kembar identik yang memiliki rangkaian DNA sama umumnya lebih sering memiliki alergi yang sama, namun alergi tersebut tidak selalu sama. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa meskipun memiliki gen yang identik, namun kecil kemungkinan bagi anak kembar untuk memiliki alergi yang sama persis.

Sedangkan dalam penelitian lain disebutkan bahwa anak kembar identik mungkin memiliki kepekaan pada alergen yang sama, namun reaksi yang ditimbulkan berbeda. Misalnya, ketika berada di tempat yang bersuhu dingin, satu anak kembar mengalami bersin-bersin, sementara kembarannya mengalami ruam atau gatal-gatal.

Selain karena bawaan gen, perbedaan reaksi pada alergen juga dipengaruhi oleh lingkungan, gizi dan kondisi badan masing-masing anak.