Alergi Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat Alergi

doktersehat-anak-tenggorokan-tersedak

DokterSehat.Com – Alergi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Alergi pada anak tidak boleh disepelekan, karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkan sangat mengganggu kondisi fisik dan mental anak.

Fakta lain, alergi anak tidak sesederhana yang diduga. Menurut Dr. Widodo Judarwanto, Sp.A dari Children Allergy Center di Rumah Sakit Bunda, Jakarta, alergi pada anak dapat menyerang berbagai organ tubuh, mulai dari paru, kulit, saluran kencing, jantung, bahkan sususan sarat pusat pada otak.

Komplikasi dari alergi pada bayi beresiko pada terganggunya perkembangan dan pertumbuhan mereka. Dr. Widodo menambahkan, “Semenjak anak dilahirkan, tanda-tanda alergi sudah dapat dideteksi, sehingga alergi dapat dicegah sejak dini.”

Untuk mengetahui risiko alergi pada bayi, kita harus mengetahui gejala alergi pada orang dewasa. “Pasalnya, gejala alergi pada orang dewasa juga bisa mengenai semua sistem/ organ tubuh anak,” lanjut Widodo.

Penyebab Alergi pada Anak

Untuk mengetahu gejala alergi anak, perlu diketahui dahulu hal yang menyebabkan alergi. Secara umum, ada dua kategori penyebab alergi pada anak, yaitu makanan dan non-makanan. Berikut ini penjelasannya.

Makanan

Makanan merupakan penyebab alergi anak dan bayi yang utama, sedangkan pada orang dewasa, pengaruh makanan semakin berkurang.

  • Kacang
  • Telur
  • Susu
  • Produk olahan susu seperti keju, yogurt, dan lain-lain

Bukan Makanan

Alergi yang disebabkan oleh faktor bukan makanan antara lain:
1. Inhalasi/ hirupan: debu (karpet/filter AC), serbuk sari bunga tanaman, bulu binatang.
2. Kontak: sabun, bahan kimia, atau logam
3. Kecoa
4. Mite/ tungau pada kasur, kapuk, dan lain-lain.

Gejala Alergi Anak

Setelah diketahui apa penyebabnya, berikut ini adalah gejala alergi pada anak yang umum terjadi:

  • Ruam merah dan gatal pada kulit
  • Kesulitan untuk bernafas / sesak nafas
  • Batuk terus menerus, bersin-bersin, hidung berair, mata sering gatal
  • Perut mual

Komplikasi Alergi pada Bayi

Gangguan Pencernaan

Alergi yang sering berulang dan tidak dikendalikan ternyata juga dapat mengganggu susunan saraf pusat (SSP atau otak). Secara pasti, mekanisme timbulnya gangguan tersebut belum dapat dijelaskan. “Diduga, gangguan SSP itu diakibatkan oleh pengaruh beberapa zat stimulan yang dikeluarkan oleh pencernaan penderita alergi, yang biasanya juga terganggu. Di samping itu, perubahan hormonal pada penderita alergi diduga juga ikut berperan dalam gangguan tersebut,” kata Widodo.

Gangguan Otak

Gangguan otak yang terjadi antara lain keluhan sakit kepala berulang, gangguan tidur, keterlambatan bicara, serta gangguan perilaku. “Gangguan perilaku yang sering terjadi antara lain emosi berlebihan, agresif, overaktif, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan koordinasi, hiperaktif hingga autisme,” lanjutnya.

Gangguan Pertumbuhan Fisik

Selain gangguan SSP, alergi juga bisa mengganggu berbagai sistem dan organ tubuh lain. Akibatnya, tentu sangat mengganggu tumbuh-kembang anak. Gangguan yang sering muncul adalah malnutrisi (kurang gizi). “Berat dan tinggi badan anak kurang dibanding tinggi badan anak lain yang normal seusianya,” tambah Widodo. Malnutrisi biasa terjadi pada anak di atas usia 4-6 bulan, dimana anak mulai dikenalkan makanan baru yang terkadang mengakibatkan alergi atau gangguan. “Ini berakibat gangguan pencernaan seperti sulit makan, sering muntah, sering diare, sering kembung dan sebagainya, yang berisiko terjadinya malnutrisi.”

Gejala gangguan pencernaan yang sering timbul antara lain rewel, terus-terusan menangis, kolik di malam hari pada anak di bawah 3 tahun, bayi dengan riwayat berak darah, dan bayi dengan riwayat diare berulang.

Obat Alergi pada Anak Alami

  • Krim Antihistamine yang biasa digunakan sebagai obat alergi untuk anak dapat dibeli di toko obat dan apotek. Alternatif alami untuk obat ini adalah menggunakan air hangat dan sabun lembut yang dikhususkan bagi anak-anak. Anda juga bisa menggunakan cairan aloe vera yang bersifat meredakan gatal.
  • Menggunakan soda kue atau oat pada air mandi anak dapat mengurangi rasa gatal akibat alergi anak.
  • Untuk menyembuhkan alergi anak di saluran pernafasan yagn berakibat pada batuk-batuk, pilek, dan masalah lainnya, Anda bisa menggunakan penyaring udara, menjauhkan anak dari hewan peliharaan berbulu, dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila indeks polusi udara sedang tinggi.
  • Menyembuhkan sinus akibat alergi pada bayi bisa dilakukan dengan terapi pernafasan pada semangkuk air panas.
  • Jika anak mengalami alergi hingga berakibat diare, sajikan makanan kaya serat kompleks dan suplai cairan sebanyak mungkin untuk mereka. Buah pisang dan apel sangat direkomendasikan saat alergi anak berakibat diare.